Global-News.co.id
Malang Raya Utama

Rawan Bencana Hidrometeorologi, BPBD Kabupaten Malang Petakan Wilayah

Para petugas singkirkan material longsor di Desa Jombok, Kecamatan Ngantang, Kab Malang, yang memutus akses jalan Malang-Kediri (3/2/2021)

MALANG (global-news.co.id) – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang melakukan pemetaan wilayah yang memiliki potensi bencana hidrometeorologi atau bencana yang dipengaruhi oleh faktor cuaca.

Pelaksana Tugas Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan, di Malang, Jawa Timur, Rabu (27/10), mengatakan, pemetaan dilakukan terkait dengan wilayah yang memiliki potensi bencana, seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor.

“Pemetaan sudah kami lakukan, ini berkaitan dengan peta rawan bencana seperti banjir, atau tanah longsor,” kata dia.

Sadono menjelaskan, potensi bencana yang disebabkan faktor cuaca tersebut, di hampir seluruh wilayah kabupaten. Kabupaten Malang meliputi 33 kecamatan dan merupakan kabupaten terluas kedua di Jawa Timur.

Menurutnya, ada sejumlah wilayah yang menjadi perhatian khusus karena memiliki potensi bencana yang cukup tinggi. Wilayah-wilayah tersebut tersebar di bagian barat, timur, dan selatan Kabupaten Malang.

“Yang menjadi perhatian khusus, itu ada di wilayah barat, timur, dan selatan. Ada potensi bencana yang tinggi, seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, dan gerakan tanah,” katanya.

Saat ini, BPBD Kabupaten Malang tengah melakukan pemantauan kondisi dan koordinasi dengan sejumlah wilayah terkait dengan antisipasi dan penanganan bencana. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah memberikan peringatan dini.

“Sudah ada peringatan dini dari BNPB terkait potensi La Nina, dengan puncaknya diperkirakan pada Januari-Februari mendatang,” ujarnya.

BPBD Kabupaten Malang memiliki personel kurang lebih 50 orang yang tersebar di berbagai wilayah. Namun, jumlah tersebut belum termasuk adanya instrumen lain, seperti para relawan, termasuk TNI dan Polri.

“Jumlah personel kami kurang lebih 50 orang, itu keseluruhan. Tapi kita juga memiliki potensi dan instrumen lain seperti para relawan di daerah seperti PMI, Tagana, dan dibantu TNI/Polri,” katanya. (ins, ntr)

baca juga :

Transaksi e-Commerce Jatim Tembus Rp 10,66 Triliun

Titis Global News

Pemkab Sidoarjo Gelar Upacara Peringatan HUT ke-76 RI dengan Prokes Ketat

gas

Hasil Monitoring dan Evaluasi KPK, Pamekasan Bersih dari Korupsi

gas