Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Pantura Utama

Projek dalam Masa Penyelesaian, Pekerja Projek JTB Belum Terima Gaji

BOJONEGORO (global-news.co.id) – Mendekati masa penyelesaian Pengembangan Lapangan Unitisasi Gas – Jambaran Tiung Biru oleh Pertamina EP Cepu, di Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, justru memunculkan permasalahan baru. Pekerja di lingkungan Projek Strategis Nasional (PSN) tersebut belum menerima gaji. Itu disebabkan, pihak subkontraktor Projek JTB belum menerima pembayaran dari PT Rekayasa Industri (Rekind) sebagai kontraktor utama.

Informasi diperoleh wartawan, tidak sedikit pekerja yang belum menerima gaji. Sekira selama 4 bulan gaji mereka belum terbayarkan. Sehingga mereka kelimpungan untuk memenuhi kebutuhan keluarga. Itu dirasakan juga oleh sejumlah Subkontraktor.

Mereka mengaku belum bisa memberi gaji pekerja, karena memang tagihan yang dilayangkan kepada PT Rekind, belum ada pencairan. Meskipun pekerjaan mereka memenuhi target yang ditentukan. Dengan alasan, belum ada pembayaran dari PEPC, sehingga merugikan para subkontraktor.

Kondisi ini memunculkan dugaan adanya kesengajaan supaya terjadi konflik (caos). Demi maksud tertentu dari kontraktor utama.

Site Manager PT Rekind M. Zaenal Arifin, menampik adanya dugaan kesengajaan keterlambatan pembayaran tagihan para subkontraktor. Saat ditemui di kantornya, tidak ada pemikiran untuk mendzolimi rekanan kerja yang ada di JTB. “Memang ini keterbatasan finance yang kami hadapi,” ungkapnya.

Apakah ini keterbatasan dari subkon sendiri atau Rekind menurut Zaenal, bisa terjadi dua sisi. “Memang subkonnya dengan keterbatasan keuangan, pihaknya juga belum bisa memenuhi progress yang diharapkan. “Intinya kami tidak ada niatan mendzolimi atau membikin caos,” ungkap Zaenal.

Lebih lanjut dia menjelaskan, pembayaran kepada subkontraktor bergantung dari kecepatan mereka melakukan penagihan. Terkadang, kata dia, beberapa kontraktor itu penyampaian invoicenya (tagihan) terlambat. “Sehingga proses kami juga terlambat,” ungkapnya.

Dia mengaku, memang masih ada kendala dalam melakukan pembayaran tagihan. “Tapi kalau sampai 3 bulan 4 bulan tidak digaji, menurut saya itu tidak masuk akal di kami,” ujarnya.

Disampaikan, selama subkontraktor punya kekuatan finance (keuangan), sebenarnya tidak ada pengaruh. Dia menduga, subkontraktor tidak punya cukup kekuatan dari sisi keuangannya.

Zaenal mengklaim, setiap bulan selalu melakukan pembayaran atas tagihan dari subkontraktor. Akan tetapi tidak semua tagihan terbayar sesuai harapan. Mengingat, lanjut dia, masa pandemi seperti saat ini pendapatan PT Rekind tidak besar.

Dikonfirmasi terpisah, General Manager Gas Project JTB Charles Tobing menyampaikan, mengenai pembayaran,   PEPC telah melaksanakan kewajiban dan pembayaran tepat waktu dengan Rekind, sesuai dengan kontraktual. “Kami berharap Rekind juga bisa melakukan tanggungjawabnya kepada subkontraktor dan vendor yang ada,” kata Charles.

Ditambahkan, PEPC senantiasa menyampaikan informasi secara berkala dan terbuka, terkait perkembangan project JTB. “Serta mengutamakan komunikasi yang baik antara PEPC, mitra kerja dan seluruh pihak yang terlibat sebagai salah satu stakeholder dari project ini,” ujarnya. (rno)

baca juga :

Jaksa: Ahok Kaitkan Surat Al Maidah dengan Pilkada  

Redaksi Global News

Tuntut Hentikan Omnibus Law Cipta Kerja, Buruh Siap Geruduk DPR RI

Kebun Binatang Surabaya Segera Dibuka, Protokol Kesehatan Terus Dimatangkan