Global-News.co.id
Kesehatan Metro Raya Utama

Prodi Gizi Unesa Beri Penyuluhan ke Warga Jambangan

Pelaksanaan penyuluhan di Balai Kelurahan Jambangan

SURABAYA (global-news.co.id) – Negara dikatakan maju jika konsumsi pangan warganya bergizi dan terpenuhi. Itu antara lain poin yang disampaikan Ketua PKM Prodi Gizi, Jurusan PKK, Fakultas Teknik (FT), Unesa (Universitas Negeri Surabaya) Choirul Anna Nur Afifah.

Ia menyampaikan materi soal ketahanan pangan keluarga dalam penyuluhan dan kegiatan sosial pengabdian kepada masyarakat di Balai Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan, Kota Surabaya, Sabtu (23/10) siang.

Dalam paparannya, Anna–sapaan akrab
Choirul Anna Nur Afifah– mengatakan, soal aspek pangan terbagi menjadi tiga yakni ketersedian pangan keluarga, distribusi dan konsumsi. Ketersediaan artinya makanan itu bagaimana cara mendapatkan dan menyediakan.

Berikutnya distribusi, yakni bagaimana mendistribusikan atau menyampaikan makanan itu. Dan aspek ketiga adalah cara mengonsumsi, apakah sudah sesuai kebutuhan gizi yang seimbang atau tidak. “Yang penting bagaimana pangan itu bisa tepat sasaran ya,” ujar Anna.

Dalam program penyuluhan tersebut, ia juga membahas berbagai hal tentang keluarga, mulai soal kebutuhan gizi anak hingga masalah kehamilan yang dialami salah satu anggota keluarga. Termasuk ketika sudah memasuki masa kelahiran dan pemberian MP ASI kepada balita.

Jika makanan yang diberikan kepada balita kurang gizi maka dampaknya bisa kurang bagus bagi balita tersebut. Maka di rumah membiasakan makanan dengan gizi seimbang, seperti nasi, lauk dan sayur yang seimbang. “Kalau kita biasa merencanakan maka itu bagus bagi keluarga atau balita, termasuk mungkin membuat kudapan yang inovatif dan kreatif, misalnya,” kata Anna.

Tak hanya paparan, dalam penyuluhan itu juga ditayangkan slide maupun video soal pembuatan menu kudapan, misalnya membuat piza dengan memberikan variasi daun kelor atau diberi pewarna dari buah naga agar tetap menarik tapi masih enak. “Kadang penampilan itu yang menarik dan menggoda anak,” ujarnya.

Usai pemaparan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, seperti dari salah satu peserta penyuluhan yakni Ririn. Ia menanyakan soal apakah balita juga bisa mengalami obesitas, karena ada kejadian di posyandu di lingkungannya.

Foto bersama usai pemberian doorprize

Anna menjelaskan, obesitas tidak hanya dialami orang dewasa namun juga bisa pula dialami oleh balita. “Yang penting  adalah bagaimana membiasakan anak untuk aktif bergerak. Itu antara lain tugas orangtua untuk membawa anak balitanya agar tidak mager atau males gerak,” lanjutnya.

Dalam sesi tanya jawab yang dilontarkan peserta cukup menguras pikiran pemateri, karena beberapa pertanyaan justru sedikit melenceng dari topik bahasan. Namun demikian hal itu justru membuat suasana penyuluhan dan kegiatan sosial pengabdian kepada masyarakat oleh Prodi Gizi Unesa itu lebih cair dan hidup. Apalagi empat penanya mendapatkan bingkisan.

Sementara itu Lurah Jambangan, Hindun, berharap, apa yang disampaikan pemateri bisa diteruskan ke warga di lingkungn masing-masing. Misalnya yang memiliki batita dan balita harus benar-benar memberikan perhatian. “Saya juga mengucapkan terima kasih atas penyuluhan yang disampaikan ibu dosen dari Unesa, mudah-mudahan bermanfaat bagi kita semua,” kata Lurah Hindun.

Dia juga mengingatkan bahwa warga Kelurahan Jambangan berbeda dengan kelurahan lain. “Warga kami kritis-kritis lo Bu, dan itu bisa dirasakan dalam penyuluhan kali ini, banyak pertanyaan yang berbobot yang disampaikan peserta,” kata dia.

Bu Lurah Hindun juga menyampaikan terkait PPKM Level 1 yang dicapai Kota Surabaya, harus tetap diimbangi dengan kewaspadaan, tetap menerapkan protokol kesehatan yang ketat agar semuanya terhindar dari kemungkinan wabah Covid-19. “Ini sesuai arahan dari Bapak Walikota, agar kita taat prokes,” kata Bu Lurah. (edt)

baca juga :

Badrut Tamam Ajak Tokoh Rantau Hidupkan Investasi di Pamekasan

gas

Bupati Baddrut Tamam Resmikan Kantor PD Pemuda Muhammadiyah Pamekasan

gas

Pemkot dan Koarmada II Gelar Vaksinasi Massal Covid-19, KTP Non-Surabaya Pun Boleh Ikut

Redaksi Global News