Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

PON XX Perkenalkan Produk Unggulan UMKM di Merauke

Salah stan yang memamerkan produk-produk lokal (foto: infopublik)

MERAUKE (global-news.co.id) – Perhelatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua Klaster Merauke memperkenalkan banyak produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Hal itu mampu membuka banyak peluang setiap produk tersebut dapat laku keras terjual ke depannya.

“Ya, PON XX Papua memperkenalkan banyak produk hasil UMKM Merauke,” kata Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UMKM Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Merauke, Eric Rumlus, di Media Center Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) PON XX Papua Klaster Merauke, Kamis (14/10).

Dikatakan, dalam mengoptimalkan hal itu pihak Pemkab Merauke menggelar Pameran UMKM yang terletak di Pusat Kota Kabupaten Merauke. Guna menjaring berbagai pengunjung PON Papua Klaster Merauke yang berasal dari berbagai penjuru pelosok tanah air. Setiap pengunjung yang menghadiri pameran akan membawa pesan kepada daerahnya masing-masing terkait dengan berbagai produk yang dimiliki oleh Merauke.

Dalam ajang tersebut, sebanyak 100 UMKM menjajakan berbagai produk hasil khas yang memiliki keunikan khas dari Merauke. Di antaranya sebanyak 80 UMKM yang menjual barang produk suvenir dan 20 UMKM yang menjual barang dalam bentuk kuliner.

Barang suvenir yang paling diminati masyarakat seperti batik khas Papua, noken, dan hiasan kepala. Indikasinya, produk batik Papua pernah memiliki omzet per hari hingga mencapai Rp8 Juta, paling rendah Rp1 Juta.

Untuk kuliner produk yang paling laku dijual adalah inovasi kuliner berbahan dasar sagu yakni produk cendol sagu dan bobba sagu. Kedua produk inovatif ini sangat laku dibandingkan produk lainnya.

“Kuliner hasil binaan yang paling rame cendol sagu dan bobba sagu. Dari jualan pukul 10.00 WIT hingga 22.00 WIT dipadati oleh masyarakat,” tuturnya.

Menurut Eric, antusiasme masyarakat terhadap barang lokal sangat tinggi. Terbukti banyak masyarakat yang mengunjungi pameran ini dalam beberapa waktu yang lalu. Saking banyaknya pengunjung, para pengelola tempat kerepotan mengaplikasikan protokol kesehatan yang diterapkan selama penyelenggaraan pameran ini.

“Saya was-was, tidak ada pengunjung yang akan datang. Namun sebaliknya, mereka yang datang cukup banyak sehingga macet. Banyak yang menuntut untuk diperpanjang,” katanya.

Atas dasar itu, pihaknya kini tengah berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk menetapkan ajang pameran ini secara rutin dalam beberapa waktu ke depan. Sehingga, ajang ini dapat diselenggarakan kembali setiap tahun secara rutin. “Bekerja sama dengan dinas provinsi, akan kita coba memperkenal ke daerah-daerah wilayah lainnya,” ujarnya. (ipc, kmf)

baca juga :

Antisipasi Peningkatan Pasien, RSUD dr Soetomo Sulap Kontainer Menjadi Triage Pasien Covid-19

Titis Global News

45 Tahun ke Bawah Boleh Beraktivitas, MenPAN-RB Sebut PNS Tetap WFH

Rayakan HUT ke-61, Pabrik Gresik-Semen Indonesia Gelar Beragam Acara

gas