Global-News.co.id
Sport Utama

Mental Borneo FC Anjlok, Berharap Tak Terulang di Laga Berikutnya

Laga Pesut Etam versus Bhayangkara FC

MAGELANG (global-news.co.id) – Kemenangan yang diimpikan Borneo FC kontra Bhayangkara FC pada pekan 9 Liga 1 2021/2022 lalu di Stadion Moch Soebroto pupus. Tim beralias Pesut Etam itu justru takluk 1-2.

Aroma kemenangan sebenarnya sempat tercium di babak pertama. Wawan Febrianto berhasil membuka skor lewat sundulannya menyambut umpan Rifad Marasabessy menit ke-16. Keunggulan 1-0 bertahan hingga jeda laga.

Namun di babak kedua, performa Terens Puhiri dkk menurun. Alih-alih tampil lebih menyerang untuk menambah keunggulan, mereka justru tampil bertahan. Hal tersebut menguntungkan tim lawan tampil menekan.

Terus digempur, pertahanan Pesut Etam akhirnya jebol. Arthur Bonai menyamakan kedudukan menit ke-51. Kemudian dilanjutkan Ezechiel Ndouasel 13 menit kemudian yang membobol gawang Gianluca Pandeynuwu.

Kalah dari Bhayangkara FC, pelatih Borneo FC Risto Vidakovic murka. Menurutnya performa pemain di babak kedua yang menurun menjadi penyebab kekalahan.

“Saya bingung kenapa mental pemain turun. Padahal di babak pertama kami bermain bagus,” ujar Risto.

Ya, di babak kedua Bhayangkara FC memang tampil lebih menekan. Tertinggal satu gol, lini pertahanan Pesut Etam digempur habis-habisan. Tak mampu keluar dari tekanan, gol demi gol akhirnya mengucur.

“Situasi pertandingan membuat performa pemain menurun. Sulit untuk menambah keunggulan menjadi 2-0 atau bertahan hingga akhir memenangkan pertandingan,” keluhnya.

Meski kalah, Risto tetap menjanjikan timnya segera bangkit. Evaluasi terus dilakukan guna menghasilkan perbaikan di laga selanjutnya.

“Tentu kami akan analisa apa saja yang menjadi kelemahan tim. Semoga kejadian buruk tidak terulang pada laga selanjutnya,” harap Risto. (ins, lib)

baca juga :

Pandemi Corona, PKB Jatim Serahkan 287.500 Paket Sembako pada Masyarakat Terdampak

Hoax Tantangan Wisudawan Stikosa-AWS

gas

Sejumlah Negara Bagian di India Ramai-ramai Menentang UU Anti Muslim

Redaksi Global News