Global-News.co.id
Kesehatan Utama

Lima Kota PPKM Level 1, Gubernur Khofifah Tetap Ingatkan Disiplin Prokes

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa (dua kiri) di sela peresmian Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) Babat, Kabupaten Lamongan, Selasa (19/10). (foto: Antara)

SURABAYA (global-news.co.id) – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mengingatkan masyarakat tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan (prokes) meskipun lima daerah di provinsi ini sudah masuk pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) level 1.

“Ini penting, karena kedisiplinan menjalankan prokes menjadi kunci melindungi diri dan orang di sekeliling kita dari penularan Covid-19,” katanya di Gedung Negara Grahadi di Surabaya, Selasa sore (19/10).

Berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 53 tahun 2021, sebanyak lima daerah di Jawa Timur masuk dalam PPKM level 1. Kelima daerah tersebut yaitu Kota Surabaya, Kota Mojokerto, Kota Kediri, Kota Blitar, dan Kota Pasuruan.

Sedangkan, untuk PPKM level 2 di Jawa Timur terdapat pada sembilan daerah, masing-masing Sidoarjo, Kabupaten Madiun, Kota Malang, Kota Madiun, Kota Batu, Jombang, Banyuwangi, Lamongan, serta Gresik.

Kemudian, sisanya 24 daerah masuk PPKM level 3, yakni Tulungagung, Trenggalek, Situbondo, Ponorogo, Pacitan, Ngawi, Magetan, Lumajang, Kota Probolinggo, Kabupaten Kediri, Bondowoso, Kabupaten Blitar, Tuban dan Sumenep.

Berikutnya, Sampang, Kabupaten Probolinggo, Kabupaten Pasuruan, Pamekasan, Nganjuk, Kabupaten Mojokerto, Kabupaten Malang, Jember, Bojonegoro, serta Bangkalan.

Atas capaian tersebut, Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas gerak cepat, sinergitas, doa serta kolaborasi dari seluruh elemen masyarakat.

“Kita terus berikhtiar dan berdoa agar kondisi Covid-19 di Jatim semakin terkendali. Sekarang tinggal mengejar capaian vaksinasinya supaya bisa sesuai dengan syarat penerapan PPKM level 1 berdasarkan Inmendagri,” kata gubernur perempuan pertama di Jatim itu.

Ia menambahkan kelima daerah level 1 akan dilakukan uji coba pemberlakuan, namun tetap diimbangi dengan tindakan testing, tracing dan treatment (3T), serta peningkatan disiplin protokol kesehatan.

“Selain itu, sesuai petunjuk pemerintah ousat juga telah membentuk task force atau gugus tugas yang terdiri para pakar di bidangnya untuk memantau penerapan PPKM Level 1 normal baru,” lanjut Khofifah. (ntr, ins)

baca juga :

Warga Terdampak Banjir di Jember Bertambah Jadi 1.294 KK

Redaksi Global News

PSBB Jilid III Usai, Pemkab Gresik Gelar Apel Perdana dengan 7 OPD

Redaksi Global News

Polresta Sidoarjo Layani Vaksin Warga Wonoayu dan Gedangan di Gerai Vaksin Presisi

gas