Global-News.co.id
Metro Raya Politik Utama

Kader DP3 Dikukuhkan, Walikota Eri Optimistis Warga Surabaya Sukseskan Pemilu

Walikota Eri Cahyadi berbincang dengan Komisioner KPU Arief Budiman

SURABAYA (global-news.co.id) – Kelurahan Semolowaru, Kecamatan Sukolilo, Kota Surabaya ditetapkan sebagai salah satu lokus projek rintisan (pilot project) Desa Peduli Pemilu dan Pemilihan (DP3) Tahun 2021 di Provinsi Jawa Timur.

Secara simbolis, Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) RI, Arief Budiman bersama Walikota Surabaya, Eri Cahyadi dan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Surabaya, mengukuhkan kader DP3 di Kota Pahlawan.

Acara pengukuhan yang berlangsung di pendopo Kantor Kelurahan Semolowaru itu sekaligus membuka kegiatan sosialisasi pembekalan kepada kader-kader DP3, Rabu (13/10).

Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menyampaikan terima kasih kepada KPU RI dan khususnya KPU Jatim serta KPU Surabaya karena sudah mempercayai Kota Pahlawan sebagai salah satu pilot project program DP3 di Jatim.

“Insya Allah, Kota Surabaya warganya peduli semua sama pemilu (pemilihan umum). Jadi kami di Surabaya, terutama di Kelurahan Semolowaru akan selalu siap menjadi kader terdepan dari KPU dalam menyukseskan dan menyosialisasikan pemilu,” kata Walikota Eri.

Menurutnya, bagaimanapun pemilu adalah tujuan dari negara untuk memilih calon-calon terbaik perwakilan dari masyarakat. Baik itu dalam pemilihan legislatif, kepala daerah maupun Presiden.

Apalagi, kata dia, dengan hadirnya perwakilan KPU RI di Kota Surabaya, tentu akan semakin memberikan semangat bagi para kader DP3. Ia optimis, pemilu di Surabaya ke depan akan terus berjalan nyaman, adil dan benar-benar bisa bermanfaat bagi seluruh masyarakat Surabaya.

Walikota Eri Cahyadi dan Komisioner KPU Arief Budiman (kanan)

Sementara itu, Komisioner KPU RI, Arief Budiman menjelaskan, DP3 adalah kegiatan untuk program jangka panjang peningkatan partisipasi pemilih dalam pemilu. Sebelumnya kader pemilu ini bernama relasi dan sekarang menjadi kader DP3.

“Dari situasi sekarang agak berbeda dengan sebelumnya, maka kami menggandeng dan membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah (pemda). Nah, hari ini Jatim kebetulan yang sudah siap itu Sidoarjo dan Surabaya,” kata Arief.

Pihaknya pun menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terutama Wali Kota Eri yang hadir langsung memberikan support dalam acara pengukuhan dan pembekalan kader DP3. Bahkan, ia berencana mendiseminasikan atau memperluas kader-kader DP3 di seluruh wilayah kelurahan Surabaya.

Ia juga menyatakan, ke depan jumlah kader DP3 di seluruh kabupaten/kota akan terus dikembangkan dan ditambah secara bertahap. Bahkan, Arief mengaku, sebenarnya menargetkan sebanyak 514 kabupaten/kota di Indonesia terbentuk kader-kader DP3.

“Tapi karena situasinya tidak memungkinkan, jadi kami menargetkan 68 kabupaten/kota. Mudah-mudahan tahun 2022, 2023 kita bisa kembangkan lagi. Sehingga di tahun 2024, seluruh kabupaten/kota hingga desa kita sudah bisa lakukan pelatihan kader semacam ini,” ungkap Arief.

Menurut Arief, ada dua hal yang menjadi tugas dari kader DP3. Pertama adalah menyosialisasikan kepada masyarakat supaya tahu betul apa itu pemilu dan pentingnya pemilu. Kemudian, mengajak masyarakat semakin banyak yang peduli dengan pemilu.

“Jadi kalau selama ini tidak terlalu banyak yang peduli serius, ini akan dikembangkan supaya semua peduli. Targetnya adalah untuk meningkatkan partisipasi pemilih di tahun 2024,” kata dia.

Karena itu, Arief menyebut, sebelum para kader DP3 terjun memberikan pendidikan tentang pemilu kepada masyarakat, mereka bakal diberikan pelatihan dan pembekalan terlebih dahulu. “Jadi pembekalan ini menjadikan mereka sebagai pelatih untuk memberi pelatihan kepada masyarakat lebih luas,” ujarnya. (pur)

baca juga :

Komisi C Persoalkan Maraknya Toko Modern Ilegal di Surabaya

Redaksi Global News

Potensi Peternakan di Kabupaten Blitar Harus Dioptimalkan

Redaksi Global News

Longsor Akibat Hujan Sambut Tahun Baru di Pamekasan

Redaksi Global News