Global-News.co.id
Mataraman Utama

Gandeng Pasca Sarjana Unair, Trenggalek Siapkan Dilem Wilis Jadi Human Development Estate

Pemaparan soal lembah Dilem Wilis Trenggalek

TRENGGALEK (global-news.co.id) – Pemkab (Pemerintah Kabupaten) Trenggalek serius mengembangkan sumberdaya manusia sebagai modalitas pembangunan daerah. Keseriusan Pemkab dalam penguatan SDM ini diwujudkan dengan menggandeng sejumlah perguruan tinggi ternama di Jawa Timur. Salah satu kerjasama yang kini tengah dilaksanakan yakni dengan Sekolah Pasca Sarjana Universitas Airlangga Surabaya.

Bupati Nur Arifin menuturkan Pemkab Trenggalek bersama Sekolah Pasca Sarjana Unair berkomitmen akan mengembangkan Dilem Wilis menjadi Human Development Estate. Potensi tersebut juga didukung dengan adanya Perpres Nomor 80 Tahun 2019 yang memuat Dilem Wilis sebagai science techno park menjadi satu komponen pengembangan kawasan Selingkar Wilis di Provinsi Jawa Timur.

Bupati Trenggalek didampingi jajaran saat meninjau langsung potensi di sejumlah lokasi Dilem Wilis bersama Direktur Pasca Sarjana Universitas Airlangga, Sabtu (9/10/11). “Kawasan ini ditetapkan sebagai science techno park, maka kita butuh banyak scientific termasuk di dalamnya ya itu harus di create oleh perguruan tinggi. Ini untuk komplek human development estate dan science techno park,” tutur Bupati Nur Arifin.

“Kemarin sudah UM sekarang Sekolah Pasca Sarjana, kita melihat beberapa lokasi tanah yang bisa dikerjasamakan dan nanti detailnya akan kita tindaklanjuti, apa yang mau dibikin sama Sekolah Pasca Sarjana di sini. Sekarang ini lagi survei, menyamakan persepsi, kira-kira begitu,” imbuhnya.

Direktur Pasca Sarjana Unair, Prof Badri Munir Sukoco, SE, MBA, PhD membenarkan hal tersebut. Guru besar Pasca Sarjana Universitas Airlangga ini mengaku tertarik potensi living lab yang dimiliki Dilem Wilis.

Konsep pembelajaran ilmiah yang selama ini didiskusikan di perguruan tinggi disebut bisa diterapkan pada area Dilem Wilis guna mendukung visi misi Bupati dalam membangun Trenggalek ke depan.

“Kalau melihat dari potensi yang ada tentu ekosistem ecotourism yang paling tepat yang bisa dibangun di sini. Ekosistem ini berarti tidak hanya orang-orang terampil dan keterlibatan dari Pemda, tentu butuh investor, banyak hal yang bisa men-support sehingga orang tertarik ke lembah Dilem Wilis ini,” ungkapnya.

Prof Badri menambahkan, “Tadi sempat saya lihat wah bangunan otentik semua, apakah ini sudah ada sejarahnya. Kalau misalnya belum ini kerjaan dari temen-temen di industri kreatif untuk menciptakan sejarah tersebut,” katanya. (ins, ale)

baca juga :

Sidak UN SMP/MTs di Pamekasan, Syafii Doakan Siswa Jadi Kader Kebanggaan Bangsa

Redaksi Global News

Fraksi Demokrat Jatim Usulkan Pemberian Insentif bagi Tenaga Medis COVID-19

Redaksi Global News

Realisasikan Posyandu Prima, Dinkes Surabaya Siapkan Sarana Prasarana

Redaksi Global News