Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Sejahterakan Umat, Walikota Eri Aktifkan Lagi BAZ Kota Surabaya

Pertemuan membahas rencana mengaktifkan kembali BAZ Kota Surabaya yang  7 tahun vakum

SURABAYA (global-news.co.id) – Walikota Surabaya, Eri Cahyadi menggelar pertemuan virtual dengan Ketua-Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) di ruang kerja Balai Kota Surabaya, Selasa (14/9). Pertemuan itu membahas tentang rencana mengaktifkan kembali BAZ Kota Surabaya yang sudah 7 tahun vakum atau tidak ada kegiatan.

Walikota Eri didampingi Ketua BAZ Jatim, Kyai Muhammad Roziqi, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Kota Surabaya M Ikhsan dan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Suharto Wardoyo.

Menurut Walikota, ketika dilantik sebagai walikota pada Februari lalu, ia tidak mengetahui jika BAZ Kota Surabaya sudah tak lagi aktif. Hal itu diketahui, ketika ia mengumpulkan semua karyawan dan ASN di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya untuk bergotong-royong dan bahu-membahu menangani pandemi Covid-19 dengan menzakatkan 2,5 persen dari penghasilannya.

“Waktu itu saya sampaikan ke Asisten II dan Kadinsos agar zakatnya ini disetorkan ke BAZ Kota Surabaya. Saya kaget ketika mereka menyampaikan bahwa BAZ Kota Surabaya itu tidak jalan. Setelah mendengar itu, saya langsung bilang untuk membentuk BAZ Kota Surabaya. Saya mohon maaf karena tidak tahu,” kata Walikota Eri.

Dalam proses pembentukan itu, pihaknya melibatkan semua elemen masyarakat. Mulai dari Nahdatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Majelis Ulama Indonesia (MUI), serta tenaga profesional. “Yang mendaftar itu lebih dari 15 orang. Setelah diuji oleh teman-teman diambil 10 terbaik untuk diusulkan ke Baznas,” kata dia.

Ia memaparkan, jika BAZ Kota Surabaya aktif kembali, bukan tidak mungkin kehadirannya akan menghapuskan kemiskinan di Kota Pahlawan. Sebab, jika pendapatan satu orang ASN Pemkot Surabaya sekitar Rp5 juta, maka zakatnya Rp125 ribu. Sementara, jika ada 15 ribu ASN di lingkup Pemkot Surabaya, maka dalam satu bulan bisa terkumpul sekitar Rp 1,5 miliar.

“Itu bisa lebih. Karena pendapatannya kepala dinas itu lebih besar, bisa 5 kali lipat dari pendapatan staf. Saya tahu bahwa zakat itu sifatnya tahunan. Namun, akan lebih baik kalau setiap bulan kita berzakat ketika kita memiliki penghasilan. Kita semua sudah sepakat,” kata dia.

Meski demikian, Walikota Eri menuturkan, saat ini zakat yang sudah terkumpul itu dialokasikan untuk program orangtua asuh. Tujuannya tetap sama, yaitu diberikan kepada Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR). “Tapi nanti, ketika BAZ Kota Surabaya sudah aktif lagi, akan masuk ke BAZ. Semuanya mereka yang membagi ke mereka yang tidak mampu atau sedang membutuhkan dana untuk modal usaha,” ujarnya.

Jika BAZ Kota Surabaya sudah terbentuk dan disahkan, Walikota Eri berencana  mengundang perusahaan-perusahaan yang ada di Kota Surabaya. Ia ingin mereka mempercayakan zakat para karyawannya ke pemkot yang kemudian diserahkan ke BAZ Kota Surabaya.

“Mereka harus percaya dengan saya sebagai walikota. Ini tugasnya seorang pemimpin. Zakat karyawannya taruh di sini (BAZ Kota Surabaya). Karena pendapatannya dari Kota Surabaya, maka seharusnya yang diberikan zakat adalah warga Kota Surabaya yang tidak mampu terlebih dahulu, kalau ada sisanya baru keluar dari sini,” imbuhnya.

Pimpinan Baznas Prof Dr KH Noor Achmad mengatakan, BAZ Kota Surabaya memiliki potensi yang sangat luar biasa. Oleh sebab itu, ia ingin agar BAZ Kota Surabaya diaktifkan kembali. “Kami menunggu bagaimana yang diharapkan Bapak Walikota Surabaya dan BAZ Jatim untuk menata kembali BAZ Kota Surabaya,” katanya.

Saat ini, kata dia, Baznas sedang melakukan penguatan. Mulai dari penguatan kelembagaan, Sumber Daya Manusia (SDM), sarana prasarana, dan penguatan jaringan. Sehingga, Baznas  akan memiliki kekuatan membantu pemerintah dalam usaha menuntaskan kemiskinan ataupun dalam upaya menyejahterakan umat. (pur)

baca juga :

Konsumsi BBM Pertamina Mulai Merangkak Naik Memasuki New Normal

Bantu Distribusikan Gas Bumi, Mahasiswa ITS Rancang Tongkang Bertangki Coselle

Titis Global News

Tekan Penyebaran Corona, Pemerintah Targetkan Juli Kondisi Kembali Normal

Redaksi Global News