Global-News.co.id
Kesehatan Metro Raya Utama

Pemkot dan Koarmada II Gelar Vaksinasi Massal Covid-19, KTP Non-Surabaya Pun Boleh Ikut

Walikota Eri Cahyadi menjelaskan soal Pemkot dan Koarmada II yang akan menggelar vaksinasi massal Covid-19 di Lapangan Thor

SURABAYA (global-news.co.id) – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bersama Komando Armada (Koarmada) II akan menggelar vaksinasi massal Covid-19. Vaksinasi akan digelar pada 30 September dan 1 Oktober 2021 di Lapangan THOR (Gelora Pancasila) Jl. Padmosusastro No. 74A, Kecamatan Wonokromo, Surabaya.

Walikota Surabaya Eri Cahyadi mengatakan, pelaksanaan vaksinasi massal itu merupakan inisiasi dari Panglima Koarmada (Pangkoarmada) II dalam rangka percepatan vaksinasi Covid-19 di wilayah aglomerasi.

“Nanti semua vaksinnya dari Pangkoarmada II. Insya Allah akan dihadiri juga oleh Bapak Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Yudo Margono,” kata Walikota Eri di Lobi Lantai 2, Balai Kota Surabaya, Selasa (28/9).

Dia menerangkan, vaksinasi massal itu juga dilaksanakan secara serentak di tiga tempat berbeda, yakni Kabupaten Bangkalan, Kabupaten Gresik, dan Kabupaten Sidoarjo. Kemudian, untuk tenaga kesehatan (nakes) yang bertugas berasal dari daerahnya masing-masing.

“Tapi, kalaupun misal kurang, kami akan berkolaborasi. Kalau ternyata Surabaya butuhnya cuman sekian dan cukup, kita akan perbantukan ke tempat-tempat lain. Karena kita kepala daerah ini ngomongnya sudah tidak daerahnya masing-masing, tapi aglomerasi,” ujarnya.

Kepala Bagian Humas Pemkot Surabaya, Febriadhitya Prajatara menyatakan, pelaksanaan vaksinasi massal yang diinisiasi Pangkoarmada II dilaksanakan selama dua hari, 30 September dan 1 Oktober 2021 di Lapangan THOR. Vaksinasi massal itu menyiapkan 30 ribu dosis vaksin Sinovac setiap harinya.

“Vaksinasi dimulai pukul 07.00 WIB hingga 16.00 WIB. Untuk dosis pertama dan dosis kedua Sinovac. Sementara untuk nakesnya, pemkot akan menurunkan sebanyak 800 nakes,” katanya.

Febri menjelaskan, vaksinasi massal itu menyasar masyarakat umum dan kelompok masyarakat rentan. Seperti, lansia berusia di atas 60 tahun, anak-anak berusia 12-15 tahun, penyandang disabilitas, dan ibu hamil.

“Ibu hamil juga diperkenankan untuk ikut. Asalkan, mereka sudah memenuhi persyaratan yang berlaku, nanti di sana juga akan diskrining lagi. Pemkot juga menyiapkan lajur terpisah. Jadi, nanti ada lajur untuk anak-anak, ibu hamil, lansia, dan masyarakat umum, itu terpisah,” jelasnya.

Bahkan, Febri juga memastikan, vaksinasi massal itu tidak hanya bagi warga ber-KTP Surabaya. Namun, masyarakat yang bukan KTP Surabaya pun dapat mengikuti vaksinasi tersebut.

“Vaksinasi ini bebas untuk masyarakat umum. Mereka tidak perlu membawa surat keterangan domisili, cukup membawa fotokopi KTP, membawa bolpen, dan membawa kartu vaskinasi dosis pertama dengan interval waktu 28 hari (dosis pertama sebelum 2 September 2021) untuk mereka yang ingin mendapatkan vaksin dosis kedua,” ujarnya.

Bagi peserta vaksinasi yang datang menggunakan kendaraan pribadi, Pemkot Surabaya telah menyediakan beberapa lokasi titik parkir. Di antarannya, di Jl Bogowono, Jl Padmosusastro, Jl Sibolga, Jl Sambas, dan Jl Musi, serta halaman parkir Masjid Al-Hikmah di Jl Indragiri. (pur)

baca juga :

OJK Jatim Rilis Indeks Literasi Keuangan Nasional 38,03%

Redaksi Global News

Wabup Khalil Asyari Ajak Masyarakat Meniru Perilaku Politik Rasulullah

Redaksi Global News

Sengketa Wisma dan Lapangan Karanggayam, Persebaya Kalahkan Pemkot Surabaya

Redaksi Global News