Global-News.co.id
Mataraman Utama

Mendes PDTT dan Bupati Jombang Serahkan Sertipikat PTSL

Mendes PDTT (kiri) dan Bupati Jombang (2 dari kiri) saat menyerahkan sertipikat ke warga

JOMBANG (global-news.co.id) – Penyerahan sertipikat Program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Balai Desa Sumobito, Kecamatan Sumobito, Kabupaten Jombang, Jatim, Sabtu ( 4/9), boleh dikatakan istimewa. Sebab secara simbolis sertipikat PTSL diserahkan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Abdul Halim Iskandar, didampingi Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab, Ketua DPRD Jombang Drs H Mas’ud Zuremi serta Kepala BPN Jombang.

Bupati Jombang Hj Mundjidah Wahab menyampaikan terima kasih atas kehadiran Gus Menteri Halim Iskandar–sapaan akrab Menteri Desa RI–, yang tidak lain adalah cucu Bupati Jombang sendiri. Menteri asal Kabupaten Jombang ini menyempatkan waktunya untuk hadir pada penyerahan sertipikat PTSL.

Bupati Jombang menyatakan, Program PTSL ini merupakan program nasional yang sangat membantu dan bermanfaat bagi masyarakat dalam memudahkan pengurusan sertifikat tanah. Sehingga selain mudah juga cepat, juga menghapus mitos jaman dulu, dimana pengurusan sertipikat selalu memakan waktu lama.

Program PTSL ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat khususnya untuk golongan menengah ke bawah. Sesuai tujuannya, program ini dimaksudkan agar masyarakat bisa memiliki sertifikat tanah sebagai bukti kekuatan hukum atas kepemilikannya juga terhindar dari sengketa atas tanah.

Bupati Mundjidah Wahab menghimbau kepada semua warga yang menerima sertifikat tanah PTSL agar menjaga sertifikat tersebut sebaik mungkin. Jangan sampai dokumen tanah itu rusak apalagi hilang. Karena sertifikat milik masyarakat bisa menjadi barang berharga yang dijadikan agunan pengembangan usaha.

Dikatakannya, sebelum pandemi Covid-19, penyerahan sertipikat bisa diserahkan dengan jumlah yang cukup banyak. Namun pada masa pendemi penyerahan dilakukan secara terbatas, dengan tetap mematuhi protokol kesehatan dan terbagi dalam beberapa sesi guna menghindari kerumunan. “Saat ini Jombang masuk level 3 dan sudah zona kuning, mudah-mudahan segera hijau semua. Pembelajaran Tatap Muka akan segera dimulai,” ujar Bupati Jombang.

Halim Iskandar, Menteri Desa dan PDTT juga berpesan agar sertipikat yang sudah diterima dicek lagi apa sudah sesuai. “Jika sudah sesuai, jangan dijadikan agunan ke bank clurut/bank thithil, banyak bank pemerintah yang memberikan suku bunga yang ringan,” ujar Gus Menteri Halim Iskandar.

Yang terpenting bagi masyarakat saat ini, lanjutnya, adalah jangan sampai tidak mau pakai masker. Masker manjadi hal yang penting untuk menutup hidung dan mulut. Jangan pakai masker didagu. Yang kedua masyarakat jangan takut vaksin. “Semua pasti sejak kecil sudah pernah mengalami imunisasi. “Mau berangkat haji atau umroh juga harus vaksin. Vaksin itu ikhtiar, mati itu takdir,” tandasnya.

Sedangkan Kepala BPN Jombang, Kresna Fitriansyah, ST, MSi, mengatakan, target sertipikat untuk Desa Sumobito sebanyak 1100 bidang. Data yang sudah masuk 755 sertipikat dan akan dibagikan 466 sertipikat. Sementara target Kabupaten Jombang dari 63.850 bidang, telah terealisasi 35.451 bidang. Sisanya sudah harus selesai pada 2024 untuk Jawa Timur dan secara nasional tahun 2025.

“Sebanyak 466 sertifikat akan dibagikan dalam 2 sesi. Sesi pertama 200, sesi kedua 266. Saya berharap masyarakat yang belum mengikuti program ini segera ikut,” tutur Kepala BPN. (oba)

baca juga :

Tahun Baru Harga Baru

Redaksi Global News

Banjir Landa Mojokerto, Sejumlah Desa Terendam

Redaksi Global News

Lantik Dua Kades PAW, Bupati Baddrut Tamam Ajak Jadi Pemimpin Bukan Penguasa

gas