Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

Kredit Bank Jatim Tumbuh 8,72%, Sektor UMKM Penyumbang Tertinggi

Pemaparan kinerja Bank Jatim dilakukan oleh Direktur Utama Bank Jatim, Busrul Iman bersama dengan Direktur TI & Operasi Bank Jatim Tonny Prasetyo secara virtual, Selasa (7/9).

SURABAYA (global-news.co.id) – Meskipun masih di tengah-tengah pandemi, Bank Jatim (PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk) menunjukkan kinerja yang positif dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya (Year on Year/YoY).

Berdasarkan kinerja Juni (semester 1) 2021, Bank Jatim tetap mampu mencatatkan pertumbuhan kredit yang positif yaitu tumbuh 8,72% (YoY) atau sebesar Rp 42,60 triliun.
Pertumbuhan kredit di sektor UMKM menjadi penyumbang tertinggi yaitu tumbuh 14,62% (YoY) atau tercatat Rp 7,25 triliun. Diikuti oleh pertumbuhan kredit komersial yang tumbuh 13,39% atau tercatat Rp 10,63 triliun dan kredit di sektor konsumsi yang tumbuh 5,26% atau tercatat Rp 24,72 triliun.

Hingga Juni 2021, aset bank pelat merah  tercatat Rp 95,48 triliun atau tumbuh 26,90%, laba sebelum pajak tembus Rp. 1,04 Triliun atau tumbuh 5,56% (YoY). Sedangkan laba bersih tercatat Rp 803 miliar atau tumbuh 4,32%. Selama semester I 2021, Dana Pihak Ketiga (DPK) Bank Jatim mencatatkan pertumbuhan 27,36% (YoY) yaitu sebesar Rp  81,52 triliun.

Kinerja positif Bank Jatim itu diungkap saat melaksanakan Public Expose guna memaparkan kinerja perusahaan sebagai bentuk keterbukaan atau transparansi bagi Perusahaan Publik yang sudah tercatat di Bursa Efek Indonesia (BEI). Kegiatan dilaksanakan secara virtual bertempat di Kantor Pusat Bank Jatim Surabaya, Selasa (7/9).
Selain sebagai bentuk kewajiban perusahaan dalam menyampaikan keterbukaan informasi kepada masyarakat secara teratur dan berkala, kegiatan Public Expose ini juga merupakan kesempatan bagi Bank Jatim  untuk menjelaskan kepada publik seputar aksi korporasi maupun perkembangan kinerja perusahaan.

Pemaparan kinerja Bank Jatim dilakukan secara langsung oleh Direktur Utama Bank Jatim Busrul Iman bersama dengan Direktur TI & Operasi Bank Jatim Tonny Prasetyo di mana nantinya hasil pemaparan tersebut dapat digunakan oleh para investor sebagai pertimbangan dalam mengambil keputusan berinvestasi.
Busrul Iman memaparkan komposisi rasio keuangan Bank Jatim periode Juni 2021 antara lain Return on Equity (ROE) sebesar 18,54%, Net Interest Margin (NIM) sebesar 5,06%, dan Return On Asset (ROA) 2,31%. Selama pandemi, Bank Jatim juga aktif berpartisipasi dalam mendukung program yang dicanangkan oleh pemerintah melalui restrukturisasi kredit.  “Sampai dengan Juni 2021, kami telah melakukan restrukturisasi kredit sebesar Rp 2,56 triliun atau 6,02% dari total penyaluran kredit,” katanya.

Dikatakan Busrul Iman, pandemi Covid-19 yang melanda dunia menjadi salah satu tantangan terberat yang dihadapi setiap elemen masyarakat, pemerintah, pelaku usaha, tidak terkecuali industri perbankan. Namun situasi Covid-19 tidak menjadi kendala yang signifikan bagi Bank Jatim, melainkan suatu tantangan dan peluang yang harus dihadapi. “Kami bersyukur masih mampu memberikan kinerja yang positif, khususnya untuk mendorong perekonomian Jawa Timur. Portofolio positif  Bank Jatim dengan kode emiten BJTM ini dapat menjadi pilihan calon investor untuk dapat berinvestasi di kondisi ekonomi  yang tidak pasti ini,” katanya.

Ditambahkan Tonny Prasetyo, pihaknya menjawab tantangan dalam melayani masyarakat dengan terus menghadirkan inovasi – inovasi yang sesuai dengan kebutuhan nasabah di masa pandemi. Saat ini Bank Jatim  telah memiliki beberapa fasilitas layanan berbasis aplikasi mobile, di mana nasabah dapat tetap bertransaksi tanpa harus datang ke kantor cabang. “Salah satu contohnya adalah JConnect mobile, fitur-fitur pada aplikasi ini selalu diperbarui sehingga lebih memudahkan nasabah dalam bertransaksi keuangan dimanapun dan kapanpun berada,” kata Tonny.

Saat ini komposisi kepemilikan saham mayoritas Bank Jatim adalah milik Pemprov Jawa Timur dengan kepemilikan saham 51,13 % dan 28,35 % dimiliki Pemkab/Pemkot di Jawa Timur. Sejak melakukan IPO pada 2012 lalu, saat ini jumlah investor naik 859% yang didominasi oleh investor individual lokal. (tis)

baca juga :

Dukung Program Kesehatan Lingkungan di Tengah Pandemi, Risma Raih Penghargaan dari HAKLI

Redaksi Global News

Pengusaha UMKM Masih Kesulitan Pinjam ke Bank

Redaksi Global News

Puluhan Mahasiswa PTS se-Jatim Minta Disamakan Nasibnya dengan Mahasiswa PTN