Global-News.co.id
Metro Raya Utama

RW 03 Jambangan Masuk Penjurian Proklim Lestari Nasional

Ny Yulia Sumardi (kiri) saat menjelaskan mengenai Proklim kepada salah satu tim juri.

SURABAYA (global-news.co.id) – Penjurian lomba Program Kampung Iklim (Proklim) Lestari tingkat nasional tahun 2021 merambah Kota Surabaya. Selasa (24/8) siang tim juri dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) ‘blusukan’ dari RT ke RT di lingkungan RW 03, Kelurahan Jambangan, Kecamatan Jambangan, Surabaya.

Di wilayah RW 03 Jambangan ada delapan RT yang telah dikondisikan guna menyambut penilaian tim juri. Beraneka ragam persiapan RT yang memiliki kekhasan dan keunggulan masing-masing dibeber dan dipajang di areanya.

Termasuk RT 07 yang kerap menjadi langganan juara di berbagai even, seperti raih Upakarti Utama Proklim 2017, Upakarti Utama II PHBS Tk Nasional (2014), Best of the Best SGS Jawara, dan beberapa lainnya. Tim juri pun melakukan penilaian di kampung tersebut.

Ketua RT 07, Soedjarwo, mengatakan, pada lomba Proklim Lestari kali ini tidak semata-mata diwakili oleh salah satu RT saja, namun dikoordinasikan oleh RW. Jadi RT-RT di bawah wilayah RW 03 terlibat semua. Mulai RT 01 hingga RT 08 dan mewakili Kota Surabaya.

“Tidak hanya itu, bahkan RW 03 juga mendapat tugas untuk mementori dan mengondisikan beberapa RW di Surabaya dalam lomba Proklim Leetari tahun 2021 ini,” Soedjarwo, di sela-sela penilaian lomba.

Tim juri Proklim Lestari nasional ketika melakukan penilaian di RT 07 RW 03 Jambangan.

Beberapa personel tim juri tampak bertanya-tanya seputar inovasi dan kegiatan kampung yang berkaitan dengan materi program Proklim. Dengan tangkas tuan rumah yang antara lain diwakili kader-kadernya, seperti Ny Yulia Ratna Sumardi, Ny Iik Hikmayati, dan lainnya menerangkan sejelas-jelasnya. Termasuk penjelasan cara pembuatan biopori oleh Bachtiar, warga setempat.

Seperti diketahui, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menargetkan terbentuknya 20 ribu desa masuk dalam Program Kampung Iklim (Proklim) hingga 2024. Itu seperti disampaikan Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim (PPI) KLHK, Laksmi Dhewanti, beberapa waktu lalu.

Proklim merupakan Gerakan Nasional Pengendalian Perubahan Iklim di Tingkat Tapak Berbasis Komunitas di Indonesia. Proklim merupakan program sinergi aksi adaptasi dan mitigasi perubahan iklim nasional guna meningkatkan keterlibatan masyarakat dan pemangku kepentingan lain, untuk penguatan kapasitas adaptasi dan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK).

Hingga saat ini, telah terbentuk lebih kurang 3.000 desa Proklim di seluruh Indonesia. Melalui Proklim ini, pemerintah mengajak semua individu masyarakat untuk bersama-sama menjadi pelopor dan penggerak gaya hidup bersih dan sehat di lingkungan masing-masing.

“Kami meyakini kita semua bisa dan dapat menjadi motor utama dalam menciptakan kelestarian lingkungan hidup. Mudah-mudahan semuanya berjalan baik,” kata Laksmi. (edt)

baca juga :

Kajari Tanjung Perak Pindah Tugas, Risma Beri Penghargaan

Redaksi Global News

13 Mei: Bertambah 689, Jumlah Positif Corona di Indonesia Menjadi 15.438 Orang

Redaksi Global News

FPAN Usulkan Pemotongan Gaji bagi ASN dan Anggota Dewan untuk Bantu Perekonomian Rakyat