Global-News.co.id
Koperasi dan UKM Utama

Program ‘Wenak’ Terus Digulirkan Guna Fasilitasi Warung Rakyat

Bupati Ipuk (kanan) berbincang dengan salah satu penerima program.

BANYUWANGI (global-news.co.id) – bwi ‘Warung Naik Kelas’ (Wenak) terus digulirkan di Banyuwangi. Program ini memfasilitasi warung-warung rakyat untuk ‘naik kelas’, dengan peralatan yang lebih memadai, melalui dukungan dari pemerintah daerah.

Bantuan ‘Warung Naik Kelas’ ini merupakan program yang digeber sejak pertama kali Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dilantik pada 26 Februari 2021. Secara bertahap menyasar warung-warung kecil yang tergolong ultra-mikro.

Bupati Ipuk menyerahkan bantuan kepada 300 warung rakyat, yang dilakukan secara simbolis ke sejumlah perwakilan warung di Kecamatan Kalibaru, Kecamatan Glenmore, dan Kecamatan Genteng, Senin (23/8). Pada tahap sebelumnya, telah ada 100 warung rakyat menerima bantuan tersebut melalui sinergi lintas sektor.

“Warung rakyat ini adalah salah satu tumpuan banyak masyarakat. Pemilik warungnya mendapatkan nafkah, warga memperoleh makanan dengan harga terjangkau. Kami bantu agar tetap bergeliat di masa sulit ini, sekaligus ini bagian dari pemulihan ekonomi,” ungkap Ipuk.

Ia melanjutkan, ini merupakan bagian dari program UMKM Naik Kelas yang sudah  dicanangkan. Ada banyak pendekatan, ada bantuan warung, fasilitasi perizinan, PIRT, bantuan alat produksi, kemasan, pemasaran, dan sebagainya. Ada juga hampir 7.000 PKL mendapat bantuan dana selama PPKM,” imbuh Ipuk.

Para penerima merupakan usulan dari masyarakat yang kemudian diverifikasi oleh dinas terkait. “Dananya kita transfer ke masing-masing pemilik warung masing-masing Rp1 juta, nanti bisa digunakan untuk beli alat atau melengkapi warung, seperti membeli etalase, alat makan, dan sejenisnya. Para penerima adalah pengusaha ultra-mikro. Sehingga dengan bantuan yang nominalnya tidak besar ini, bisa memberi dampak  pengembangan,” terang Ipuk.

Salah seorang pemilik warung kecil yang didatangi Bupati Ipuk adalah Dewi Astutik di Dusun Krajan, Desa Banyuanyar, Kecamatan Kalibaru. Dewi bersyukur dengan bantuan tersebut. “Ini dapat jadi tambahan usaha kami yang akhir-akhir ini cukup sulit,” ungkap ibu rumah tangga yang telah berjualan sejak 5 tahun silam.

Selain berjualan di rumahnya, Astutik mengaku juga berjualan keliling ketika ada keramaian seperti pengajian atau ada orang hajatan. “Akhir-akhir ini kan tidak boleh ada acara yang ramai-ramai. Jadi, ya tidak bisa jualan lagi,” imbuhnya.

Hal senada juga disampaikan oleh Sulasiyem. “Alhamdulillah, ini bisa saya buat untuk beli etalase. Jadi, jualan saya lebih bersih,” ungkap pedagang nasi campur di Desa Genteng Kulon, Kecamatan Genteng itu.

Bupati Ipuk juga mengajak para pedagang untuk menerapkan protokol kesehatan saat berjualan. “Jaga kesehatan terus. Jangan sampai lupa memakai masker. Para pembeli juga ingatkan jika lalai menggunakan masker,” lanjut Ipuk. (*, awi)

baca juga :

Peringati HJKS ke-728, Pemkot Surabaya Gelar Lomba Promosi Produk UMKM

Machfud Arifin Diprediksi Bakal Cawali Surabaya Pertama Dapat Tiket

gas

Menko PMK Minta Kepala Daerah Lain Belajar ke Surabaya untuk Tangani COVID-19

Redaksi Global News