Global-News.co.id
Tapal Kuda Utama

Program Kampung Ternak Makmur, Pemkab Bondowoso Sambut Baik Prodi Peternakan Unej

Kepala Dinas Pertanian Bondowoso, Hendri Widotono

BONDOWOSO (global-news.co.id) – Pemerintah Kabupaten Bondowoso melalui Dinas Pertanian setempat menyambut baik Program Kampung Ternak Makmur yang diinisiasi oleh Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember (Unej) Kampus Bondowoso.

Menurut Kepala Dinas Pertanian Bondowoso, Hendri Widotono, program Kampung Ternak Makmur diharapkan dapat menjadi solusi salah satu permasalahan klasik pertanian di Bondowoso, yakni kekurangan pupuk. Hal ini disampaikan Hendri saat memberikan sambutan pada kegiatan sosialisasi Program Kampung Ternak Makmur di Desa Trebungan, Kecamatan Taman Krocok, Bondowoso, Selasa (31/8).

Menurut dia, tahun ini kuota pupuk bersubsidi untuk Bondowoso hanya mendapatkan 20.000 ton padahal tahun lalu mendapatkan 38.000 ton. Ada pengurangan yang signifikan. Dengan adanya Program Kampung Ternak Makmur yang mengajarkan warga membuat pupuk organik dari limbah ternak, maka ketergantungan petani akan pupuk kimia diharapkan bisa dikurangi. Apalagi dari hasil penelitian kami, kondisi unsur hara pada tanah di Bondowoso rata-rata tinggal 2 persen dari yang awalnya mencapai 5 persen,” ujar Hendri.

Pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik berpeluang dikembangkan di Bondowoso mengingat kabupaten ini dikenal sebagai penyangga produksi ternak di Jawa Timur.

“Kami berharap ada transfer ilmu pengetahuan dan teknologi bagi peternak dan petani Bondowoso, dan bicara inovasi maka dunia perguruan tinggi menjadi ujung tombaknya. Kedua, adanya program Kampung Ternak Makmur semoga mendukung program pertanian presisi yang sedang dikembangkan oleh Dinas Pertanian Bondowoso. Terakhir, semoga program ini menarik minat anak muda Bondowoso agar mau menjadi peternak dan petani yang potensinya luar biasa ini,” imbuh Hendri.

Sedangkan Ana Maria Qibtia, Ketua Program Kampung Ternak Makmur Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember Kampus Bondowoso, pihaknya memilih Desa Trebungan sebagai lokasi program setelah mengadakan identifikasi potensi wilayah.

Ana Maria Qibtia, Ketua Program Kampung Ternak Makmur Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Unej Kampus Bondowoso

“Kami melihat hampir semua penduduk Desa Trebungan punya ternak, apakah itu sapi, kambing maupun ayam. Selama ini limbahnya belum dimanfaatkan, padahal jumlahnya sangat banyak. Jika dibiarkan maka akan mencemari lingkungan,” tutur Ana Maria. Ditambahkan, ada lima belas mahasiswa yang  mendampingi warga Desa Trebungan hingga akhir tahun ini dalam mewujudkan Kampung Ternak Makmur.

Selain mengajarkan pemanfaatan limbah ternak, mahasiswa Program Studi Peternakan akan melatih peternak di Desa Trebungan membuat pakan ternak fermentasi. “Desa Trebungan juga memiliki lahan padi, jagung dan tebu yang cukup luas. Setiap panen juga menghasilkan limbah, dengan pembuatan pakan fermentasi maka peternak tidak perlu lagi mencari pakan ternak yang di masa kemarau sulit dicari. Pakan fermentasi bisa bertahan hingga setahun jika disimpan secara baik,” imbuh Ana Maria.

Program Kampung Ternak Makmur adalah program yang digelar dalam rangka Program Holistik Pembinaan dan Pemberdayaan Desa (PHP2D) yang didanai oleh KemendikbudRistek. Program kerja yang akan dikerjakan mahasiswa meliputi pendampingan manajemen budidaya ternak yang terintegrasi dengan pertanian, pendampingan teknologi dan inovasi pengolahan hasil produk peternakan, pemasaran produk hingga membangun jejaring kemitraan

Menurut Ketua Program Studi Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Jember Kampus Bondowoso, M. Wildan Jatmiko, program PHP2D menjadi ajang bagi mahasiswa mempraktikkan ilmu yang  diperoleh dari bangku kuliah. Sekaligus mengamati permasalahan nyata yang dihadapi warga untuk kemudian dicarikan solusinya.

Program Kampung Ternak Makmur dibuka secara daring oleh Dekan Fakultas Pertanian Universitas Jember, Prof Sutriono dari kampus Tegalboto. Kegiatan pembukaan Program Kampung Ternak Makmur di balai desa Trebungan dihadiri  perwakilan Bappeda Bondowoso, Camat Taman Krocok, warga dan tokoh masyarakat setempat. (ebe, ins)

baca juga :

Makam Warna-warni di Ponorogo,  Beri Kesan Unik dan Jadi Spot Foto Selfie Warga

Titis Global News

Mahasiswa FK Unair Ajak Peduli HIV

Redaksi Global News

Warga Madiun Resah Diterpa Isu PKI

Redaksi Global News