Global-News.co.id
Secangkir Kopi Utama

Medali dan Pandemi

Greysia dan Apriyani harumkan nama Indonesia setelah merah medali emas cabang bulutangkis Olimpiade Tokyo.

GELARAN pesta olahraga multicabang terbesar di dunia, yakni Olimpiade Tokyo 2020 ke-32 yang digelar pada 23 Juli sampai 8 Agustus 2021. Seharusnya penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020 dilaksanakan tahun lalu. Akan tetapi, karena bumi sedang mengalami musibah akibat pandemi Covid-19, maka gelaran pesta akbar olahraga terbesar di dunia itu diundur menjadi 2021.

Selama gelaran Olimpiade tersebut, yang juga berbarengan dengan PPKM, rasanya ada hiburan tersendiri. Hiburan yang lagi jenuh di rumah. Hiburan yang lagi gundah. Gundah, karena memikirkan covid-19 yang juga belum mereda, sehingga bisa berdampak negatif kepada kekebalan imun. Dengan menonton Olimpiade, apalagi yang bertanding atlet kita, rasanya menjadi lain. Lebih-lebih kalau menonton cabang bulutangkis dan angkat besi. Mengapa? Karena keduanya yang mempunyai peluang untuk menggondol medali.

Dan terbukti Greysia/Apriyani menutup kiprah Merah-Putih di ajang olahraga bangsa-bangsa dunia ini dengan mantap. Keduanya meraih medali emas di nomor ganda putri bulutangkis, Senin (2/8/2021) kemarin. Menghadapi unggulan kedua asal China Chen Qingchen/Jia Yifan, Greysia/Apriyani mampu menang dua gim langsung 21-19 dan 21-15. Ini adalah medali emas pertama Indonesia di nomor ganda putri.

Alhasil, tradisi emas Indonesia sejak Olimpiade 1992 bisa selalu terjaga. Tak cuma Greysia/Apriyani, Anthony Sinisuka Ginting juga menyumbangkan medali perunggu usai mengalahkan Kevin Cordon dari Guatemala dengan skor 21-11 dan 21-13.

Sayangnya, Indonesia gagal menambah medali di angkat besi karena Nurul Akmal Putri cuma finis kelima di nomor 84 kg putri. Meski demikian, pencapaian para atlet Indonesia saat ini terbilang mantap di tengah kondisi pandemi virus corona.

Ada lima medali dibawa pulang oleh kontingen Indonesia, yakni satu emas, satu perak, dan tiga perunggu. Untuk sementara Indonesia berada di posisi ke-37 klasemen perolehan medali.

Setidaknya sebelum Olimpiade ditutup akhir pekan nanti, posisi Indonesia jauh lebih baik daripada di Olimpiade Rio 2016 saat finis posisi ke-47. Maka rombongan Indonesia bisa pulang ke tanah air dengan senyum lebar.

Ya…, Olimpiade menjadi hiburan rakyat Indonesia di masa pandemic. Apalagi, bukutangkis menyumbang emas. Hiburan yang membuat kita betah di rumah, di depan TV. Dan bisa juga dikatakan Olimpiadei ‘turut” mensukseskan PKKM.(*)

baca juga :

PPKM, Bapenda Jatim Imbau Manfaatkan e – Payment

Redaksi Global News

ITS Dominasi Kejuaraan KRI Regional 2020

Redaksi Global News

Aksi Damai Ribuan Driver Online Hasilkan Kesepakatan

Redaksi Global News