Global-News.co.id
Secangkir Kopi Utama

Jangan ke Mal Kalau Belum Divaksin


SEBANYAK 24 mal di Surabaya mulai buka. Ini setelah pemerintah mulai melonggarkan peraturan dengan membuka mal saat perpanjangan PPKM level 4 mulai hari ini, 10-16 Agustus 2021. Hanya saja, bagi pengunjung ada syaratnya, yakni yang sudah divaksin, minimal dosis pertama.

Pada peraturan tersebut menyebutkan, semua pengunjung dan pekerja di 24 mal wajib mendownload aplikasi PeduliLindungi. Di sana ada 3 indikator saat menscan barcode. Jika berwarna hijau, berarti pengunjung dan pekerja di mal sudah divaksin 2 kali. Kalau kuning baru 1 kali. Kalau merah belum divaksin.

Sejumlah pemilik mal pada hari pertama dan uji coba, jadi masih tahapan sosialisasi. Pihak mal akan tetap ikut aturan pusat, hanya pengunjung yang sudah tervaksin boleh masuk. Rata-rata di setiap pintu masuk mal, termasuk dari pintu masuk parkiran, disediakan barcode tanpa terkecuali. Pengunjung harus menscan barcode tersebut.
Bila kita melihat kenyataan ini, kebijakan ini untuk menjaring setidaknya para pengunjung tersebut mempunyai kekebalan terhadap virus covid-19. Pada ujung-ujungnya sudah pasti diharapkan di kawasan mal tersebut tidak terjadi penyebaran virus yang menghinggap[I para pengunjung.

Meski demikian, para pengelola mal atau pusat perbelanjaan sudah seharusnya memastikan pelaksanaan standar protokol kesehatan (prokes) penanganan virus corona (Covid-19). Ini yang sebenarnya lebih mendapat perhatian bila kita berada di kawasan mal. Pasalnya, prokes hingga saat ini menjadi senjata utama agar kita tidak tertular virus ini.
Meski mal sudah dibuka, masyarakat yang akan mengunjungi sudah sepatutnya berfikir dua kali untuk pergi ke mal. Harus bisa menahan diri dan tidak terbawa suasana saat diperbolehkannya mal beraktivitas. Ini mengingat pandemi Covid-19 masih terus terjadi sampai saat ini. Pergilah kalau memang benar-benar membutuhkan.

Di samping itu, beberapa hari ini dikabarkan masih tersendatnya persediaan vaksin, sudah selayaknya lebih diperhatikan lagi. Di sejumlah daerah dikabarkan vaksin kedua masih ada keterlambatan. Ini menjadi penting, karena menyangkut lengkapnya kekebalan yang dimiliki seseorang. Kalau semakin banyak yang divaksin, tidak hanya mal saja yang akan ramai, di tempat lain pun tak menutup kemungkinan akan banyak dikunjungi. Sekali lagi, jangan abaikan prokes. (*)

baca juga :

Lakukan Efisiensi di Tengah Pandemi, Laba Bersih PLN Teraudit Naik 38,6%

Titis Global News

Aturan Investasi-Ekspor Dipangkas Lagi, RI Akan ’Impor’ Ahli Ekonomi Digital

Redaksi Global News

Momen HUT ke-8, SIG Lanjutkan Transformasi untuk Wujudkan Pembangunan Berkelanjutan

Redaksi Global News