Global-News.co.id
Metro Raya Utama

PKB Jatim Rayakan Harlah Ke 23 Tahun dengan Berbagi Sembako Untuk Isoman

SURABAYA (global-news.co.id) – DPW PKB Jawa Timur merayakan Hari Lahir (Harlah) ke 23 Tahun dengan cara berbagi 20 ribu paket sembako untuk warga yang sedang menjalani isolasi mandiri (isoman) karena covid-19 di wilayah Jawa Timur. Cara tersebut dipilih karena banyak warga Jawa Timur yang menjalani isolasi mandiri saat terpapar atau positif covid-19.

PKB Jawa Timur menilai, warga yang sudah secara sadar melakukan isoman harus didukung dan mendapatkan perhatian penuh baik dari pemerintah ataupun dari tetangga. Dukungan dan perhatian tersebut salah satunya menjamin akan ketersediaan kebutuhan dasar para isoman, termasuk kebutuhan akan sembako. Pemenuhan kebutuhan dasar tersebut untuk memberikan rasa aman bagi mereka karena tidak bisa bebas beraktivitas di luar rumah selama isoman. Rasa aman mampu menjadi penyemangat untuk bisa sehat dan pulih seperti sedia kala.

Atas dasar rasa kemanusiaan dan amanah Ketua Umum DPP PKB Gus Muhaimin Iskandar, PKB Jawa Timur bersama DPC PKB se-Jawa Timur merasa memiliki kewajiban untuk turut membantu warga yang sedang menjalani isoman dengan cara berbagi paket sembako. Paket sembako terdiri dari beras 5 kg, susu, mie instan, sarden, minyak goreng, gula, madu, vitamin C dan juga masker akan diantar langsung ke rumah-rumah warga yang sudah terdata menjalani isoman. Sehingga tidak muncul kerumunan dan kekahwatiran penyebaran covid-19. Harapan besar, paket sembako bisa bermanfaat dan meringankan beban mereka.

“Selain berbagi sembako, PKB juga membuka Posko Aksi Melayani Isoman (AMI) se-Jawa Timur yang bertempat di masing-masing DPC PKB. Posko AMI bertujuan untuk memberikan informasi dan edukasi terkait masalah-masalah pandemi covid-19,” kata Anik Maslachah
Sekretaris DPW PKB Jawa Timur Rabu 21 Juli 2021. (fan)

baca juga :

Naik Motor, Gubernur Khofifah Bersama Forkopimda Jatim Tinjau Kesiapan Natal di Gereja Surabaya

Redaksi Global News

IKA Stikosa-AWS Serahkan 45 Judul Buku

nasir nasir

Sudetan Begawan Solo Butuh Rp 2,5 Triliun

Redaksi Global News