Global-News.co.id
Kesehatan Utama

Ketersediaan Vaksin Kunci Percepatan Vaksinasi Covid-19

Percepatan vaksinasi terus dilakukan pemerintah untuk mengejar tercapainya kekebalan kelompok (herd immunity).

JAKARTA (global-news.co.id) –  Untuk mengejar tercapainya kekebalan kelompok (herd immunity), pemerintah terus melakukan percepatan vaksinasi Covid-19. Berbagai cara dilakukan dalam upaya akselerasi vaksinasi, salah satunya melalui penyediaan tambahan pasokan dosis vaksin.

Guru Besar Paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, Prof Tjandra Yoga Aditama, mengingatkan, salah satu cara yang dapat dilakukan pemerintah dalam upaya memercepat vaksinasi Covid-19 adalah dengan menjami ketersediaan vaksin sepanjang tahun. “Jaminan bahwa vaksin akan tersedia sepanjang tahun,” katanya seperti dikutip Antara, Rabu (6/9/2021).

Hingga 31 Mei lalu, Indonesia sudah mendapatkan vaksin jadi dan bulk sebanyak 91.910.500 dosis. Data dari Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), dari jumlah ini sebanyak 75.910.500 dosis dalam bentuk vaksin jadi untuk mencakup 37,9 juta orang (dua dosis per orang).

Selain jaminan vaksin, menurut Tjandra, tempat vaksinasi juga perlu diperluas, termasuk memanfaatkan semua rumah sakit dan klinik yang sudah biasa dijadikan lokasi melakukan vaksinasi pada anak.

Di Jakarta misalnya, pemerintah setempat menyiapkan  525 titik untuk menjangkau 86.580 orang penerima vaksin setiap harinya. Lokasi-lokasi ini tidak hanya di rumah sakit, tetapi juga mencakup kantor kecamatan, kelurahan, mal, pasar, wisma hingga taman.

Di sisi lain, pemerintah juga perlu segera melonggarkan vaksin untuk semua usia di atas 18 tahun setelah penelitian menunjukkan vaksin aman diberikan pada kelompok usia tersebut.  Dan DKI Jakarta menjadi provinsi pertama yang mendapat izin untuk melaksanakan vaksinasi  tahap ketiga. Usia 18 tahun ke atas kini sudah bisa menerima vaksin Covid-19.

Juru bicara vaksinasi Covid-19, dr Siti Nadia Tarmizi menegaskan, ketentuan ini diprioritaskan lebih dulu di wilayah dengan zona risiko tinggi. Selain DKI Jakarta, vaksinasi Covid-19 seluruh sasaran juga akan menyusul untuk wilayah yang mengalami ledakan kasus Covid-19.

Meski sudah masuk tahap 3, DKI tetap memprioritaskan pemberian vaksinasi kepada tenaga kesehatan dan tenaga penunjang yang bekerja di fasilitas pelayanan kesehatan, kelompok masyarakat lanjut usia, petugas pelayanan publik dan kelompok masyarakat rentan (masyarakat di daerah kumuh, orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) dan pralansia yang belum mendapatkan vaksinasi, maupun belum lengkap vaksinasinya.

“Nanti kalau sudah ada vaksin yang terbukti ilmiah baik untuk 12-18 tahun maka segera diberikan juga,” kata Tjandra.

Di Amerika Serikat, pihak Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) sudah merekomendasikan anak berusia 12 tahun ke atas bisa mendapatkan vaksin Pfizer-BioNTech mengingat mereka bisa terinfeksi virus penyebab Covid-19, sakit Covid-19, dan menyebarkan penyakit ini pada orang lain.

Sementara di India, mulai 21 Juni mendatang, warga setempat yang sudah berusia di atas 18 tahun sudah bisa divaksin secara gratis di pusat-pusat vaksinasi yang ditentukan pemerintah.

Tjandra juga menyarankan pelayanan untuk kasus kejadian ikutan pasca imunisasi (KIPI) perlu terjamin penuh, sehingga bila ada keluhan usai divaksin maka bisa mendapatkan prioritas pelayanan.

KIPI merupakan kejadian medik yang terjadi setelah imunisasi, menjadi perhatian dan diduga berhubungan dengan imunisasi. Setiap fasilitas kesehatan yang menyelenggarakan imunisasi wajib melakukan pencatatan dan pelaporan KIPI.

Bila merasa ada reaksi seperti kecemasan atau hubungan kausal yang tidak dapat ditentukan usai vaksinasi, para penerima vaksin perlu segera melapor ke fasilitas kesehatan. Bisa pula melalui laman http://keamananvaksin.kemkes.go.id/.  Tenaga kesehatan di fasilitas kesehatan akan segera melakukan koordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota atau Pokja KIPI untuk dapat menindaklajutinya.

Indonesia saat ini melalui Program Vaksinasi Nasional untuk Indonesia Pulih menargetkan vaksinasi 1 juta dosis per hari hingga terwujudnya herd immunity atau kekebalan kelompok. Pemerintah optimistis 181,5 juta jiwa target vaksinasi terpenuhi dengan ketersediaan vaksin yang cukup.

Data dari Kementerian Kesehatan per 8 Juni 2021 menunjukkan sebanyak 18.260.482 orang sudah mendapatkan dosis pertama vaksin Covid-19 dan 11.356.025 orang menerima dosis kedua. Target sasaran vaksinasi sendiri sebanyak 181.554.465 orang.ret,nto

baca juga :

Jumlah BUMN Bakal Dipangkas hingga Tinggal 70 Perusahaan

Redaksi Global News

Faktor Ekonomi Jadi Alasan Risma ke Khofifah Usulkan PSBB Surabaya Tidak Diperpanjang

Redaksi Global News

El Clasico, Menang Harga Mati Bagi Real Madrid

Redaksi Global News