Global-News.co.id
Mataraman Utama

Ruang Kerja Bupati Nganjuk Diobok-obok

Tampak ruang bupati Nganjuk saat disegel oleh petugas.

NGANJUK (global-news.co.id) – Aparat kepolisian dari Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri mengobok-obok, kantor dan ruang kerja Bupati Nganjuk nonaktif Novi Rahman Hiday

Direktur Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri Brigjen Djoko Purwanto mengatakanat. Upaya ini untuk menindaklanjuti dugaan kasus suap yang dilakukan Bupati Nganjuk nonaktif, penggeledahan dilakukan dalam rangka penyidikan kasus dugaan korupsi jual beli jabatan. Selain ruang kerja Bupati Nganjuk, polisi juga menggeledah di beberapa tempat kantor kecamatan yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Beberapa tempat (digeledah) di ruang kerja bupati, kantor bupati, dan beberapa kantor camat yang terlibat. Hasil sedang didalami tim dalam kaitan pembuktian peristiwa pidananya,” kata Djoko, Rabu (26/5/2021).

Djoko menejelaskan, penggeledahan dan pemeriksaan terus dilakukan guna melengkapi berkas perkara yang menyeret Novi dan beberapa camat di Nganjuk. “Dari Senin (24/5/2021) kemarin, tim kerja di Nganjuk, periksa saksi-saksi dan geledah beberapa tempat dalam rangka percepat selesai berkas perkara,” ujar dia.

Di tempat terpisah, Kapolres Nganjuk, AKBP Harviadi Agung Pratama membenarkan, adanya pemeriksaan oleh penyidik Bareskrim Polri di kantornya. “Turun lagi tim dari Bareskrim Mabes Polri untuk melakukan pengembangan penyidikan sekaligus pendalaman,” kata Harvi saat dikonfirmasi wartawan.

Penyidik Bareskrim Polri melakukan pemeriksaan di Polres Nganjuk sejak sekitar pukul 08.00 WIB. Dalam hal ini, Polres Nganjuk hanya memfasilitasi tempat pemeriksaan. Sedangkan pemeriksaan tersebut dilakukan tim penyidik Bareskrim.

Harvi mengungkapkan, ada beberapa perangkat OPD dan kecamatan yang diperiksa oleh Bareskrim. “Memang ada beberapa OPD, sama beberapa perangkat Kecamatan,” ungkapnya.

Pantauan awak media, Sekda Nganjuk Muhammad Yasin, Sopingi Kepala Dinas Pendidikan sekaligus mantan Kepala Badan Kepegawaian (BKD) Nganjuk, Fajar Judiono mantan Kepala Dinas Pariwisata, Kepemudaan, Olahraga dan Kebudayaan yang kini Inspektur Daerah Kabupaten Nganjuk terlihat di Mapolres Nganjuk, Selasa (25/5/2021).

Selain itu, sejumlah kades juga terlihat di Mapolres Nganjuk. Mereka diduga sedang menjalani pemeriksaan yang dilakukan oleh penyidik Bareskrim Polri.

Meski begitu, Harvi mengaku tidak mengetahui siapa saja yang diperiksa penyidik Bareskrim Polri. “Saya juga enggak tahu, karena langsung dari beliau-beliaunya,” tuturnya.

Pasca penangkapan Bupati Nganjuk nonaktif, membuat Pemkab Nganjuk seperti kehilangan kepemimpinan. Itu bisa dilihat saat rapat Paripurna DPRD Nganjuk dengan agenda penyampaian rekomendasi atas Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati Nganjuk, Selasa (25/5/2021). Sidang LKPJ tahun 2020 itu ternyata tidak dihadiri satu pun unsur pimpinan pemda.

Bupati Novi masih menjalani masa tahanan di Jakarta, sementara wakil Bupati Nganjuk sekaligus Plt Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi ternyata juga tidak datang. Ada desas-desus, Marhaen juga sedang menjalani pemeriksaan Bareskrim Polri terkait dugaan korupsi dalam jual beli jabatan yang menjerat Novi. Tetapi informasi itu belum bisa dipastikan kebenarannya.

Ketua DPRD Kabupaten Nganjuk, Tatit Heru Tjahjono mengatakan, sempat menerima telepon dari Marhaen yang menyampaikan tidak dapat hadir dalam rapat Paripurna pengesahan rekomendasi LKPJ dari DPRD Nganjuk.

Yang mengejutkan, ternyata Sekda Kabupaten Nganjuk juga berhalangan, sehingga unsur pemkab dari rapat paripurna itu diwakili oleh salah satu Asisten Sekda Kabupaten Nganjuk. “Ketika kami tanya mengapa tidak bisa hadir, Plt Bupati tidak menyampaikan alasan apapun kecuali sedang ada kegiatan yang tidak bisa diwakilkan dan ditinggalkannya,” kata Tatit, Selasa (25/5/2021).

Selain itu, dikatakan Tatit, Sekda yang seharusnya mewakili Plt Bupati dalam rapat paripurna DPRD ternyata juga tidak bisa hadir. sisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Nganjuk, RR Heni Rochtanti. “Sesuai aturan diperbolehkan rapat paripurna digelar tanpa kehadiran Kepala Daerah Kabupaten Nganjuk,” ucap Tatit. tim, trb

 

baca juga :

Pemkab Sediakan Rp 4 Miliar Untuk Program Perlindungan Khusus Lansia

gas

Gus Ipul: Jawa Timur ‘Darurat’ Limbah B3

nasir nasir

Pertamina MOR V Salurkan Tabung Elpiji untuk Dapur Umum PSBB

Redaksi Global News