Global-News.co.id
Pendidikan Utama

Perguruan Tinggi Modifikasi Model Kuliah

Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Surabaya, Taufiqurrahman, menjelaskan penataan ruangan kelas yang disiapkan untuk perkuliahan tahun akademik 2021/2022 yang dimulai Juli.

SURABAYA (global-news.co.id) – Mendahului sekolah menengah tingkat atas (SMA), perguruan tinggi di Jawa Timur (Jatim) sebagian sudah mengurangi perkuliahan daring dengan mengadakan kuliah luring alias tatap muka.  Selanjutnya masa perkuliahan tahun akademik 2021/2022 ditargetkan bisa dilakukan secara tatap muka penuh hingga berakhirnya pandemi Covid-19.  Untuk itu perguruan tinggi mengedepankan protokol kesehatan yang ketat sebagai salah satu persyaratan mengadakan kuliah tatap muka.

Berbeda dengan sekolah menengah yang memulai tahun ajaran baru serentak pada 5 Juli 2021 mendatang, perguruan tinggi memulai masa perkuliahan dengan waktu yang tidak bersamaan.  Ada yang sudah melakukan kuliah tatap muka, ada pula yang baru melakukan persiapan.  Namun secara umum masing-masing sudah menyiapkan metode pengajaran luring yang efektif lantaran kapasitas ruang kuliah juga dibatasi hanya 50%.

Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Pemkab Jombang, misalnya, saat ini melakukan modifikasi metode pembelajaran dari online/daring ke offline/luring (tatap muka). Hal itu mengingat pembelajaran offline sekarang berbeda dengan offline sebelum ada pandemi Covid-19.

“Kalau sekarang kita gunakan ruangan dengan kapasitas 50% dan akan selalu dilakukan penyemprotan desinfektan setiap pergantian mahasiswa,” ujar Ketua Stikes Pemkab Jombang, Ririn Probowati, Rabu (26/5/2021).

Untuk mendukung program belajar mengajar tersebut, lanjut Ririn, pihaknya juga membentuk Satgas Covid-19.  Setiap Program Studi nantinya akan melakukan self assesment kesehatan mahasiswa yang akan melakukan kuliah tatap muka. “Link-nya terhubung dengan satgas,” katanya.

Self assesment itu di antaranya dengan melakukan pengukuran suhu tubuh memakai thermogun serta kewajiban memakai masker bedah untuk mencegah penularan. Dan sesuai kebijakan nasional, para guru/dosen dan tenaga pendidik harus pula sudah menjalani vaksinasi sebagai upaya peningkatan imunitas dosen dan tenaga pendidik.

Penyiapan kelas dengan kapasitas 50% juga sudah dilakukan di Jurusan Gizi Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Kementerian Kesehatan Surabaya.  Untuk itu perkuliahan nantinya diadakan dua kali, pagi dan siang atau sore. “Tapi tidak menutup kemungkinan separo di kelas, separo mengikuti perkuliahan secara daring dari rumah,” kata Ketua Jurusan Gizi Poltekkes Kemenkes Surabaya, Taufiqurrahman, saat ditemui kemarin.

Diungkapkan, perkuliahan tatap muka sedianya sudah akan mulai diujicobakan pada awal semester genap sekarang, namun terpaksa ditunda karena Surabaya ada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). “Kita kan ada di Surabaya, jadi mengikuti kebijakan yang berlaku di Kota Surabaya,” ujarnya.

Kendati Kemendikbudristek baru mengisyaratkan kegiatan perkuliahan tatap muka dimulai pada tahun ajaran baru mendatang, beberapa perguruan tinggi ternyata sudah terlebih dulu melakukan kuliah tatap muka. Umumnya pada mata kuliah yang sifatnya tidak bisa dilakukan secara daring seperti pada Jurusan Keperawatan dan Kebidanan Poltekkes Kemenkes Surabaya yang harus melakukan praktik di rumah sakit.  “Tapi kalau Juli nanti, semua jurusan sudah melakukan perkuliahan tatap muka. Memang bertahap dan waktunya dibatasi,” tambahnya.

Taufiq mengakui meski masih bertahap, kegiatan belajar tatap muka diharapkan bisa membangkitkan semangat belajar para mahasiswa. “Kan beda ya kalau perkuliahan dilakukan secara bertemu langsung, suasananya bisa lebih hidup,” katanya.

Kelas luring pun sudah dilaksanakan di Stikes Pemkab Jombang, khususnya untuk yang membutuhkan keterampilan.  Hal itu karena di jurusan keperawatan dan kebidanan harus ada yang didemonstrasikan atau dipraktikkan di laboratorium. “Untuk keperluan itu, sebelumnya kita mengajukan permohonan ke Satgas Covid-19 kabupaten,” ujar Ririn.

Secara terpisah, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga, Prof Budi Santoso, mengungkapkan, pihaknya sudah menggelar kuliah tatap muka sejak November lalu, namun terbatas hanya pada mahasiswa dokter  muda 1 dan dokter muda 2.  Sedang untuk mahasiswa preklinis yang menempuh mata kuliah keterampilan medis, kelas luring sudah dibuka sejak Maret 2021.

“Keterampilan medis ini mata kuliah di mana kita diajarkan untuk terampil masalah tekanan darah, tekanan suhu. Ini yang dilakukan secara luring. Tapi kondisi saat ini kita lakukan secara hybrid atau gabungan,” katanya.

FK Unair juga melakukan suatu kajian apakah praktikum lain seperti di Departemen Anatomi, Departemen Biokimia, Departemen Patologi Anatomi, Departemen Patologi Klinik, Mikrobiologi, juga memungkinkan untuk digelar kuliah secara luring. “Karena praktikum tidak ideal dilakukan daring,” ujar Budi.

Pertengahan Mei kemarin, Universitas Ciputra (UC) juga sudah memulai perkuliahan tatap muka terbatas pada program studi culinary, food tech, dan kedokteran. Ini dilakukan karena mahasiswanya sudah mulai tahapan praktik yang tidak bisa dilakukan secara daring. Untuk mencegah kerumunan dan menghindari penularan, setiap kelas dibatasi tidak lebih dari 25 mahasiswa dengan durasi maksimal 3 jam per hari.

“Kalau prodi lain, seperti arsitektur, tatap mukanya baru September nanti bersamaan dimulainya semester gasal 2021/2022,” ujar Dekan Prodi Arsitektur UC, Astrid Kusumowidagdo.

Di Universitas Dr Soetomo (Unitomo) yang akan mengawali masa perkuliahan pada akhir Agustus terus mematangkan persiapan perkuliahan tatap muka. “Persiapannya lebih ke bagaimana melakukan lagi proses belajar mengajar secara offline, tapi bertahap. Kami terus melakukan simulasi dan pematangan jadwal mengingat kelas kan dibatasi 50%,” ujar Dandi Patria, humas Unitomo.

Di pihak mahasiswa, masih banyak yang belum mengetahui bagaimana proses perkuliahan yang akan dijalani pada semester gasal nanti. “Belum tahu ya, soalnya belum ada penjelasan juga. Kayaknya pakai hybrid, separo di kelas separo mengikuti dari rumah. Kita mahasiswa ngikut saja,”  kata Dani mahasiswi  ITS.ret

 

 

baca juga :

Jaringan Sabu Sokobanah Diungkap, 4 Kurir Ditembak

Redaksi Global News

IDI Sebut Corona RI Tak Lagi Terkendali, Warga Diminta Ekstra Hati-hati

Redaksi Global News

AP I Lirik Pengelolaan Bandara Hang Nadim Batam

Redaksi Global News