Global-News.co.id
Mataraman Utama

Pengetatan Jelang Mudik di Ponorogo, 20 Kendaraan Dipaksa Putar Balik

Petugas memaksa pemudik untuk putar balik yang melintasi perbatasan Ponorogo Jatim – Wonorogiri Jateng.

PONOROGO (global-news.co.id) – Pengetatan penyekatan menjelang mudik terjadi di mana-mana. Di daerah Kabupaten Ponorogo, pemerintah daerah (Pemda) setempat tidak hanya menyediakan tempat karantina, tapi juga memaksa kendaraan dari luar daerah untuk putar balik.

Kabupaten yang berbatasan dengan Wonogiri, Jawa Tengah, telah memaksa 20 kendaraan harus putar balik. Baik kendaraan roda empat maupun roda dua.

Satlantas Polres Ponorogo melakukan pengetatan di perbatasan Ponorogo-Wonogiri, tepatnya di Desa Biting, Kecamatan Badegan. Salah seorang pemudik, Zakiatul Ahmad mengaku ingin mudik ke Tulungagung, karena sendirian di pondok di Yogyakarta.

“Saya tadi subuh berangkat dari Yogyakarta mau ke Tulungagung. Mau mudik, di pondok nggak ada orang. Baru di sini ada pemeriksaan polisi,” tutur Zaki kepada wartawan, Rabu (5/5/2021).

Pemudik lainnya, Sukadi (45) asal Jatisrono, Wonogiri juga harus putar balik saat memasuki Ponorogo. Sebab, dia tidak memiliki surat kesehatan maupun surat tugas kedinasan. “Saya dari Jatisrono mau ke Ponorogo. Mau jual mobil, eh disuruh putar balik,” terang Sukadi.

Sementara itu, Kasat Lantas Polres Ponorogo AKP Indra Budi Wibowo menambahkan, pihaknya melaksanakan pengetatan mengacu pada peraturan pemerintah Permenhub Nomor 13 Tahun 2021, dan adendum Kepala Satgas Percepatan Penanganan COVID-19 Nomor 13 Tahun 2021. “Hari ini kita lakukan pengetatan, jelang penyekatan dilarang mudik besok,” jelas Indra.

Kendaraan berpelat non AE dilarang masuk ke Bumi Reog. Kecuali menunjukkan surat kesehatan hasil swab, rapid maupun GeNose. Pun juga yang membawa surat keterangan dari desa serta surat kedinasan dari atasan masing-masing. “Penyekatan tanggal 6-17 Mei bertepatan dengan Operasi Ketupat Semeru. Intinya larangan mudik,” terang Indra.

Kendaraan yang bebas masuk, lanjut Indra, khusus untuk kendaraan dinas, muatan logistik, BBM maupun mempunyai tujuan khusus ASN, TNI dan Polri. “Masyarakat kegiatan emergency misal ortu meninggal, istri melahirkan dan lain-lain harus menunjukkan surat dari kades setempat, baru bisa masuk ke Ponorogo,” kata Indra.

Selain di Desa Biting, Kecamatan Badegan perbatasan Ponorogo-Wonogiri, titik penyekatan juga ada di Kecamatan Sawoo, perbatasan Ponorogo-Trenggalek. “Larangan mudik ada tiga tahapan, tanggal 22 April sampai 5 Mei pengetatan, tanggal 6-17 Mei penyekatan, tanggal 18-24 Mei pengetatan,” imbuh Indra.

Indra pun memastikan, pos penjagaan bakal aktif selama 24 jam nonsetop. Tujuannya untuk menghindari pemudik yang nekat. “Atensi kita pada travel gelap, kendaraan pribadi jadi kendaraan umum. Misalnya ketahuan, penumpang diarahkan kembali dan kendaraan diamankan selama 2 bulan plus tilang,” kata Indra.

Selain itu, pihaknya pun menempatkan petugas di jalan tikus tembusan Ponorogo-Wonogiri. “Jalan tikus juga kita amankan,” tutur Indra.

Di tempat terpisah, Bupati Ponorogo, Sugiri Sancoko mengatakan selain menjaga pintu masuk, Satgas Penanganan Covid-19 juga akan menangani pemudik yang berhasil masuk ke Ponorogo dengan berbagai cara.  Menurut survei Kemenhub, masih ada 17 persen masyarakat yang akan memaksa mudik walaupun sudah ada larangan dari pemerintah.

“Hasil survei 17 persen itu juga harus kami kelola. Jika sudah terlanjur masuk kita lakukan semanusiawi mungkin. Kami perketat dengan cara yang bijaksana,” kata Sugiri, saat ditemui usai apel pengamanan Ops Ketupat Semeru, Rabu (5/5/2021).

Lebih dari itu, Sugiri meminta kesadaran masyarakat untuk mengutamakan keselamatan dengan ikut serta menekan angka penularan Covid-19.

Sehebat apapun peraturan, dan seketat apapun penjagaan, tapi jika kesadaran tidak terbentuk, menurut Sugiri angka penularan Covid-19 akan sulit ditekan. “Covid-19 ini sangat bahaya, ekonomi dan kesehatan juga penting. Dengan kesadaran yang tinggi kita jaga prokes ketat agar lebaran lancar serta ekonomi bisa tumbuh,” jelas Sugiri.

Pada kesempatan yang sama, Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis menjelaskan ada lima pos yang didirikan Polres Ponorogo dalam rangka Ops Ketupat Semeru.

Kelima pos tersebut yang pertama ada di perbatasan Ponorogo-Trenggalek, lalu Ponorogo-Wonogiri, dan Ponorogo-Madiun. Dua pos lainnya adalah di Telaga Ngebel dan Pos Pelayanan di Alun-alun Ponorogo. “Kita dirikan mulai besok dengan menyiapkan 260 personil gabungan TNI Polri Satpol PP dan lainnya,” lanjutnya.

Di pos-pos tersebut petugas akan memeriksa keperluan pengendara melewati perbatasan. “Kita cek adakah surat izinnya, lalu kita cek rapid test antigen secara acak. Kalau ada yang positif kita isolasi di shelter,” jelas Azis.

Petugas jika tidak segan untuk meminta pengendara putar balik jika memang tidak punya alasan yang jelas saat melewati perbatasan. det, trb

baca juga :

Pamekasan Mulai Ajarkan Pendidikan Anti-Korupsi

gas

Jelang Hari Raya Idul Fitri 2021, Bupati Gus Muhdlor Sidak Mamin di Mall/ Supermarket

gas

Ungkap Pertemuan di Tempat Kerjanya, Ketua KPU Sebut Harun Masiku Minta Permohonannya Dikabulkan

Redaksi Global News