Global-News.co.id
Cahaya Ramadhan Mancanegara Utama

KBRI Tokyo Halal Bi Halal Daring, Jepang Masih Gawat Covid-19

TOKYO (global-news.co.id) – Masih dalam suasana pandemi covid-19, KBRI Tokyo tidak menyelenggarakan Open House Lebaran dan Shalat Idul Fitri untuk umum. Hal itu untuk menjaga kesehatan dan keselamatan bersama.

Namun demikian KBRI Tokyo tetap mengadakan Silaturahmi atau Halal bi Halal dengan Dubes RI untuk Jepang Heri Akhmadi dan Ibu Nuning Akhmadi. Hanya saja acara itu akan dilaksanakan secara daring online melalui Zoom pada Hari Minggu, 16 Mei 2021, pukul 16.00 – 17.30 JST. Bagi para peminat bisa ikut silaturrahmi ini dengan ID: 86475231274 dan Password: Lebaran.

“Zoom akan dibuka 15 menit sebelum acara. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1442H. Mohon maaf lahir dan batin,
Tetap jaga protokol kesehatan, dan salam hangat untuk seluruh sahabat Indonesia-Jepang dan orang-orang tercinta.” Demikian pengumuman dari KBRI Tokyo Rabu 12 Mei 2021.

Kondisi pandemi Covid-19 di Jepang sendiri belum menggembirakan. Kabar terbaru 18 orang telah meninggal karena penyakit pernapasan COVID-19 di luar rumah sakit di Prefektur Osaka Jepang, kata para pejabat, di tengah seruan untuk pembatasan yang lebih ketat pada pergerakan untuk menghentikan gelombang keempat infeksi menjelang Olimpiade.

Prefektur Osaka mencatat lonjakan kasus baru COVID-19, pada Senin malam untuk pertama kalinya. Sebagian besar pasien yang meninggal berusia 60 tahun atau lebih, tetapi satu kematian terjadi di usia 30-an.

Jepang pada Jumat (7/5/2021) memperpanjang keadaan darurat bagi sebagian besar negara untuk mencoba menahan gelombang keempat pandemi, dengan dimulainya Olimpiade Tokyo kurang lebih dua bulan lagi.

Deklarasi tersebut mencakup prefektur Tokyo, Osaka, Kyoto dan Hyogo, mencakup hampir seperempat populasi Jepang, dan akan berlangsung hingga 31 Mei.

Beberapa gubernur prefektur menyerukan agar tindakan darurat yang lebih kuat diberlakukan secara nasional pada pertemuan secara daring pada Senin, kantor berita Kyodo melaporkan, seperti dikutip dari Antara Rabu 12 Mei 2021.

Wilayah barat Osaka sangat terpukul, menjadi pusat infeksi dari varian yang pertama kali diidentifikasi di Inggris yang lebih menular dan menyebabkan kondisi yang lebih serius.

Lebih dari 96 persen tempat tidur rumah sakit perawatan kritis Prefektur Osaka sekarang ditempati.

Di salah satu panti jompo di Osaka, 61 warga terinfeksi dan 14 meninggal saat menunggu untuk dirawat di rumah sakit, lapor penyiar publik NHK pada Jumat lalu.

Prefektur Osaka memiliki 668 kasus baru pada Senin sementara Tokyo memiliki 573 kasus. (gas/ant)

baca juga :

Pria di Banyuwangi Beli Motor Pakai Uang Koin Rp 24 Juta

Redaksi Global News

Corona dan Cerita Akhir    Sebatang Rokok 

gas

Aturan PPKM Sidoarjo Diperpanjang, Alun-alun Ditutup dan Hajatan Besar Dilarang

Redaksi Global News