Global-News.co.id
Cahaya Ramadhan Utama

Indahnya Iftar di Pesantren Pertama Amerika: Membangun Jembatan Ta’aruf dengan Non-Muslim



Pesantren pertama di Amerika Serikat, Pesantren Nur Inka Nusantara Madani, menggelar “Iftar With Neighbors”, Sabtu, 1 Mei 2021. Acara berbuka puasa bersama tetangga pesantren itu banyak dihadiri warga non-muslim di Amerika Serikat yang ingin merasakan kehangatan Islam Rahmatan lil Alamin. Selain iftar, pesantren ini akan menggelar pula acara halal bi halal yang juga dihadiri warga non-muslim.

OLEH GATOT SUSANTO

NANCI dan Marc mengaku sangat senang menghadiri acara iftar di Pesantren Nur Inka Nusantara Madani. Bukan saja karena bisa menikmati hidangan masakan Nusantara yang menjadi menu berbuka puasa bersama, tapi lebih karena dia sangat senang memiliki tetangga kaum muslim yang ramah.

Keduanya juga mendapat pengetahuan tentang Islam yang sesungguhnya. Bukan Islam yang selama ini banyak disalahpahami oleh sebagian besar orang Amerika. Nanci dan Marc serta tamu undangan lain memang mendapat buku-buku soal Islam karya Imam Shamsi Ali sebagai hadiah.

“Thank you so much for the book, and for including us among your friends and followers. And you all made us feel so welcome . All of you and the camp itself have a wonderful, positive, calm energy. We feel fortunate to have become acquainted, and look forward to more interactions. (Terima kasih banyak atas hadiah bukunya. Dan telah menjadikan kami sebagai teman dan pengikut Anda. Anda telah menjadikan kami merasakan penerimaan yang sangat baik. Semua kalian, dan tempat perkemahan (pesantren) itu sendiri sangat memiliki energi positif dan tenang yang sangat menakjubkan. Kita merasa beruntung telah menjalin hubungan. Dan kami mengharap lebih banyak lagi interaksi kita ke depan,” kata Nancy dan Marc dalam pesannya melalui WhatsApp seperti ditunjukkan oleh Imam Shamsi Ali, pendiri Pesantren Nur Inka Nusantara Madani, Rabu 5 Mei 2021 .

Para non-muslim lain yang hadir mengapresasi Iftar ini sebab mereka merasa nyaman dengan acara itu. Mereka pun senang bisa menikmati ragam makanan ala Indonesia yang lezat di mana semuanya disediakan secara suka rela oleh ibu-ibu diaspora Indonesia. “Tapi yang terpenting mereka senang dengan keterbukaan dan keramahan kita dalam menyambut mereka,” kata Imam Shamsi.

Pesantren Nur Inka memang selalu mengadakan acara keagamaan untuk mengisi bulan suci Ramadhan. Selain kajian agama, juga iftar. Namun, acara iftar di pesantren ini menjadi unik sebab banyak dihadiri non-muslim. Yang juga menarik, iftar tahunan ini juga dihadiri oleh Konjen RI New York, Bapak Dr. Saiman Arifi dan Ibu serta beberapa staf KJRI New York.

“Alhamdulillah, pada Sabtu, 1 Mei 2021, telah dilangsungkan acara Iftar with our neighbors dan warga lainnya di Pesantren Nur Inka Nusantara Madani. Hadir tetangga setempat, semua nonmuslim, dan juga warga Indonesia dan dari bangsa lainnya dari NY, DC, CT dan NH,” kata Imam Shamsi Ali.

Dalam sambutannya, Konjen RI Saiman Arifi menyambut senang dan mengapresiasi acara Iftar with neighbors ini. Konjen menyampaikan bahwa hidup berdampingan atau co-existent dalam masyarakat majemuk atau plural menjadi karakter yang indah dari kota New York. Dan karenanya dia sangat mengapresiasi acara Iftar ini sebagai upaya menguatkan semangat hidup berdampingan antar-umat.

Sementara itu, Imam Shamsi dalam sambutan singkat menjelang acara berbuka puasa menekankan pentingnya membangun jembatan untuk menghubungkan tidak saja antara kota atau daerah tapi yang terpenting adalah menguatkan hubungan di antara manusia.

“Dan karenanya upaya saling mengenal (ta’aruf) dalam kerangka membangun saling memahami (mutual understanding) menjadi tuntutan dunia global kita saat ini. Apalagi dalam konteks dunia yang semakin saling mencurigai dan membenci. Proses saling mengenal ini pada akhirnya akan menyingkap kemanusiaan (humanity) kita. Dan kemanusiaan itulah sesungguhnya yang menjadi pijakan bersama atau “common ground” terkuat dalam membangun hubungan di antara manusia,” kata kiai di New York asal Sulawesi Selatan ini.

Sebagai muslim di negeri Amerika, respon positif warga non-muslim atas kegiatan Ramadhan itu sangat berarti. Apalagi Islamofobia masih sangat kuat di negeri Paman Sam.

“Tentu bagi kami di Nusantara dan kita semua, ketika ada ekspresi positif seperti ini sungguh sebuah kebahagiaan. Karena memang salah satu kebahagiaan di tengah meningginya kesalahpahaman dan kebencian kepada Islam dan Muslim adalah ketika kita mampu meyakinkan orang lain bahwa Islam itu adalah ajaran “rahmah” dan persahabatan. Ajaran yang membawa kedamaian dan kerjasama untuk dunia yang lebih baik,” katanya.

Selain itu acara besar Nusantara Foundation selanjutnya adalah Halal bi Halal atau “Eid Celebration” yang insya Allah akan dilangsungkan pada hari Sabtu, 15 Mei 2021. Acara ini juga terbuka untuk semua warga, baik muslim maupun non-muslim.

“Silakan dicatat hari dan tanggalnya. Dan ajak semua keluarga, saudara dan teman-teman untuk hadir bersama. Sekali lagi, atas nama Nusantara Foundation saya menyampaikan terima kasih dan penghargaan yang tak terhingga kepada semua warga yang telah mendukung pelaksanaan Iftar dan juga rencana Halal Bihalal mendatang. Semoga Allah memudahkan dan memberikan keberkahan kepada semua upaya untuk mensyiarkan ajaran agama ini. Amin!,” kata Imam Shamsi Ali. (*)

baca juga :

De Javasche Bank, Pesona Gedung Heritage Bercita Rasa Kolonial Belanda

Titis Global News

Ribuan Umat Muslim Padati Monas Gelar Aksi Bela Rohingya

nasir nasir

Bupati Serahkan Penghargaan Pada Siswa Peraih Medali O2SN

gas