Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Warga Rungkut Demo, Fasilitas Umum Senilai Rp 800 Miliar Berubah Jadi Dealer

Warga di RW X, Kelurahan Rungkut Kidul, Kecamatan Rungkut, tepatnya dari Perumahan YKP menggelar demo, Kamis (29/4/2021) siang.

SURABAYA (global-news.co.id) – Warga di RW X, Kelurahan Rungkut Kidul, Kecamatan Rungkut, tepatnya dari Perumahan YKP (Yayasan Kas Pembangunan) menggelar demo, Kamis (29/4/2021) siang. Warga menggelar demo di sebuah lahan kosong yang hendak diduga dibangun menjadi sebuah dealer.

Penyebabnya di sana menurut warga sebenarnya adalah fasilitas umum. Bukan, fasilitas komersial seperti yang disebutkan oleh Pemkot Surabaya selama ini.

Yanto Satumin selaku Korlap aksi demo menjelaskan warga protes  karena resah dengan perubahan peruntukan fasum. “Fasum yang dijanjikan YKP itu fasilitas umum berubah jadi fasilitas komersil istilah dari Dinas Cipta Karya,” ujarnya ditemui di sela aksi.

Karena itu dia bersama warga lainnya mempertanyakan hal ini. “Perubahan ini yang kita pertanyakan. Kenapa fasum bisa jadi komersil?,” tegas dia.

Pada 1990 menurut Yanto saat itu lahan masih menjadi fasilitas umum. Namun, pada 1996 tiba-tiba ada yang menjual lahan itu sehingga berubah status. “Dasar menjualnya berubah jadi fasilitas komersial ini apa,” tanya Yanto sapaan akrabnya.

Namun, ketika itu warga tidak langsung protes. Warga tahunya perubahan status lahan itu baru pada 2010. “Barulah sejak 2010 kita protes. Kenapa baru 2010? Karena sebelumnya kita aman-aman saja buang sampah. Tapi kemudian dilarang sama pihak kecamatan,” lanjut dia.

Saat itu oleh Camat dijelaskan jika lahan itu adalah milik seseorang. “Kabarnya setelah dijual dari YKP ke PT MBB. Kemudian keliatannya dijual lahan itu untuk dipatok-patok lagi dijual meteran,” beber dia.

Dan untuk yang sedang dibangun saat ini papar Yanto disebut hendak dijadikan dealer atau showroom mobil. “Yang ini keliatannya untuk dealer. Showroom mobil dengarnya begitu,” kata dia kembali.

Sementara untuk luas wilayah imbuh Yanto sekitar 20 ribu meter persegi. “Sekarang nilai jual tanah di sini per meter antara Rp 35- 40 juta, tinggal kalikan 20 ribu meter persegi. Jadi sekitar Rp 800 miliar,” imbuh dia. Hingga berita diturunkan belum ada klarifikasi dari pengembang atau instansi terkait. pur

baca juga :

Menuai Pujian, Kepanitiaan ZIPF Ke-5 Dibubarkan

gas

Tingkatkan Partisipasi Pemilih Milenial, KPU Surabaya Sosialisasi kepada Mahasiswa STIE Perbanas Surabaya

gas

Khofifah-Emil Daftar Siang, Gus Ipul Pilih Malam Hari

Redaksi Global News