Global-News.co.id
Mancanegara Utama

Tanggulangi Lonjakan Kasus Covid-19, Malaysia Kembali Perpanjang MCO

 Perintah Kawalan Pergerakan (MCO) kembali diperpanjang di Malaysia.

 

KUALA LUMPUR (global-news.co.id) –  Perintah Kawalan Pergerakan (MCO) akan diperpanjang di Malaysia. Perpanjangan bertujuan dalam menanggulangi lonjakan kasus Covid-19 di sejumlah wilayah Negeri Jiran.

Negara bagian Johor, Kelantan, Penang dan Selangor serta Kuala Lumpur akan tetap berada di bawah perintah kontrol pergerakan bersyarat (CMCO) mulai 15 hingga 28 April. Sementara Sarawak akan ditempatkan di bawah CMCO mulai 13 hingga 26 April.

Di negara bagian Kedah (kecuali di Kuala Muda), Melaka, Negeri Sembilan (kecuali di Seremban), Pahang, Perak, Perlis, Sabah dan Terengganu serta Labuan dan Putrajaya, MCO akan diperpanjang dari 15 hingga 28 April.

Menteri Senior Keamanan Malaysia Ismail Sabri Yaakob menuturkan Kampung Meruntum dan Sabah akan berada di bawah Peningkatan Perintah Kontrol Pergerakan (EMCO) dari 13 hingga 26 April. Hal ini dikarenakan adanya peningkatan kasus Covid-19 di wilayah tersebut.

Ia menambahkan, data Kementerian Kesehatan (MOH) menunjukkan Malaysia berpotensi menghadapi gelombang keempat pandemi Covid-19. Hal ini bisa dilihat dari fakta bahwa tingkat infeksi harian naik beberapa waktu belakangan.

Sabri mengimbau masyarakat untuk selalu mematuhi Prosedur Operasi Standar (SOP), terutama karena saat ini pemerintah mengizinkan Salat Tarawih di masjid selama Ramadan. “Laju penularan Covid-19 menurut kasus harian kemarin secara nasional naik menjadi 1,06 (persen),” tutur Sabri dilansir dari Bernama, Selasa (13/4/2021).

Dijelaskan Sabri, semua warga harus mematuhi SOP, terlebih lagi karena banyak kegiatan selama Ramadan, seperti bazar, buka puasa dan Salat Tarawih.

Ismail Sabri mengatakan, pemerintah negara bagian dapat memperketat prosedur operasi standar yang ditetapkan pemerintah federal jika memang diperlukan. “Apa yang tidak diperbolehkan adalah melonggarkan SOP yang ditetapkan pemerintah federal,” tegasnya.

Sebelumnya warga Malaysia berusia 60 tahun ke atas menerima vaksin Sinovac dalam program fase kedua imunisasi Covid-19 nasional. Menteri Koordinator Vaksin Malaysia Khairy Jamaluddin, mengatakan program ini akan dimulai pada 19 April mendatang.

Komite Khusus Jaminan Akses Vaksin Covid-19 Malaysia membuat keputusan setelah melalui berbagai pertimbangan termasuk data dari negara lain. Dari pertimbangan negara lain menunjukkan vaksin Sinovac buatan Tiongkok aman untuk para lanjut usia.

Khairy mencatat beberapa negara telah melakukan vaksinasi terhadap lansia di atas 60 tahun, seperti Turki, Brasil, dan Chili. Ia menambahkan, uji klinis Brasil dan makalah yang ditinjau menunjukkan kemanjuran sekunder vaksin Sinovac terhadap virus mencapai 83,7 persen untuk kasus sedang dan 100 persen di kasus parah.

Khairy menambahkan bahwa 8,5 juta orang telah mendaftar untuk vaksin Covid-19. “Vaksin ini cenderung aman dan efektif,” ujarnya, dilansir dari AFP.

Wilayah federal Putrajaya dan Kuala Lumpur, serta Selangor, Penang dan Negeri Sembilan mencatat pendaftaran tertinggi dalam kaitannya dengan jumlah penduduk. “Pendaftaran vaksin di Sabah, Kelantan, Pahang, Terengganu dan Kedah masih lambat,” tambah Khairy.

Ia menambahkan 31.776 surat pendaftaran vaksin telah dikirim ke penerima vaksin tahap 2 melalui aplikasi dan SMS MySejahtera. Dari jumlah tersebut, 13.218 menjawab akan hadir dan 18.215 orang tidak mengonfirmasi kehadirannya.

“Saya imbau mereka yang telah menerima rincian janji temu untuk membalas karena memungkinkan kami melakukan perencanaan di pusat vaksin (PPV),” seru Khairy.

Menurutnya, vaksin bisa terbuang jika warga yang sudah mendapat janji tidak datang. “Kalau kita tidak tahu berapa jumlah yang keluar, bisa jadi vaksinnya terbuang atau tidak mencukupi dosis vaksin di PPV,” kata dia.

Sementara itu, untuk keputusan menerima vaksin AstraZeneca, Khairy mengatakan masalah tersebut akan diputuskan pekan depan setelah pertemuan Komite Khusus Jaminan Akses Vaksin Covid-19 dan laporan para ahli.  zis, afp, bnm

baca juga :

Ketua ISEI Pusat Muliaman D. Hadad: Tak Hanya Bank, Mahasiswa Pun Harus Terjuni Fintech

gas

Tuntas Direnovasi, Pedagang di Pasar Nambangan Kini Tak Lagi Mengeluh Kotor dan Banjir

Redaksi Global News

Didukung Dinas Terkait, Pemkot Surabaya Perbaiki Kebocoran Pipa PDAM di Gunung Anyar

Redaksi Global News