Global-News.co.id
Metro Raya Utama

Kisah Wisudawati Terbaik STIKOSA -AWS Surabaya: Gadis Kei Itu Menjawab Bully dengan Prestasi



Sekolah Tinggi Ilmu Komunikasi – Almamater Wartawan Surabaya (Stikosa – AWS), Sabtu 10 April 2021, menggelar Wisuda XXIV di kampus Jl. Nginden Intan Timur I/18 Surabaya. Dalam wisuda yang digelar secara virtual dengan menerapkan protokol kesehatan super ketat itu, Soekarni Francha Ohoiulun S.I.Kom, wisudawati asal Maluku berpidato memotivasi generasi milenial dari kalangan biasa saja tapi memiliki semangat luar biasa dalam menempuh pendidikan sekaligus sukses meraih cita-citanya.

SOEKARNI berasal dari Desa Ohoiwirin, nun jauh di Kepulauan Kei, Provinsi Maluku sana. Saat anak-anak lain sibuk bermain di desanya, Soekarni sudah memimpikan momen suatu saat akan merantau ke Jawa. Bahkan menembus batas negara. Ingin ke luar negeri kalau bisa. Mencari ilmu. Menggapai cita-cita. Kondisi ekonomi keluarganya yang pas-pasan tak menghalanginya meraih gelar sarjana.

Maka, setelah lulus SMAN 1 Kei Kecil, dia pun merantau ke Surabaya. Itu tahun 2016. Perempuan ini memilih kuliah di Stikosa -AWS jurusan Public Relation. Sebagai seorang gadis desa, dia harus menembus belantara Kota Pahlawan yang sama sekali tidak dikenalnya. Tidak tahu bahasa dan budaya Jawa, sehingga dia harus kerja ekstra keras mempelajarinya dari beberapa teman kampus & organisasi yang diterjuninya.

Dan karena ekonomi keluarganya pas-pasan, Soekarni juga harus banting tulang bekerja. Untuk meringankan beban orangtuanya dia mencari uang tambahan dari membantu mengajar, tampil di panggung hiburan sebagai penyanyi, membantu dekorasi gereja, dan mendapatkan beasiswa dari kampus. Akhirnya kerja keras itu pun berbuah manis. Soekarni sukses menjadi wisudawan terbaik.

“Jangan hanya mau menjadi mahasiswa-mahasiswi yang biasa-biasa saja, tetapi usahakan dapat berguna, memberi kontribusi terhadap kampus dan negara ini, supaya jika pulang ke daerah ada yang bisa dibawa dan dibagikan ke daerah kita. Motto hidup saya jangan mati sebelum berguna,” kata Soekarni Rabu (14/4/2021).

Semangat menjadi orang luar biasa itu pula yang membuat dia mengikuti sejumlah kompetisi di luar kampus. Salah satunya kontes Puteri Wisata Maluku 2021 yang digelar secara nasional diikuti putri asal Maluku yang tersebar di 34 provinsi di Indonesia.

“Saya pada tanggal 24 – 28 Maret 2021 ikut seleksi di Wisma Duta Wiyata Lebak Bulus Jakarta, dan berhasil lolos seleksi yang pesertanya se-Indonesia. Saya menjadi finalis ke Jakarta, kemudian berhasil menyelesaikan dan meraih gelar sebagai Puteri Wisata Maluku 2021,” katanya.
Sukses itu harus dilalui dengan kerja keras. Waktu persiapan yang mepet dan dana minim menjadi kendala. Namun karena semangatnya untuk maju, Soekarni menganggap kendala itu menjadi tantangan. Dia harus meyakinkan sejumlah pihak agar mau mensupport dana dan kostum untuk berlaga di Jakarta.

“Saya bangga karena lolos seleksi setelah berjuang bersama teman-teman Putera dan Puteri Wisata se-Indonesia. Sungguh puji Tuhan meskipun persiapannya dengan waktu yang mepet tetapi saya bisa memenuhi semua kebutuhan untuk karantina di Jakarta. Lewat berdoa dan kerja keras saya dapat melakukan itu semua dan mendapatkan prestasi sebagai finalis presentasi terbaik dan meraih gelar Puteri Wisata Maluku 2021 dan mengemban tugas selama satu tahun,” katanya.

Banyak mahasiswa sibuk mengikuti kegiatan baik di kampus maupun luar kampus hingga lupa tugas utamanya sebagai mahasiswa. Namun hal itu tidak berlaku bagi Soekarni.

“Saya juga tidak sekedar mengikuti kegiatan di dalam kampus saja tetapi berinisiatif mencari kegiatan di luar kampus, sebab dari kegiatan tersebut kita bisa mendapatkan wawasan dan belajar kerja tim. Tapi fokus belajar tetap yang utama,” katanya.
Kegiatan di luar kampus juga menempa dirinya. Misalnya saat menghadapi pandangan miring orang lain terhadap dirinya. Namun semua tantangan harus dihadapi dengan tegas.

“Saya banyak sekali menghadapi bully karena masalah fisik, tapi itu tidak membuat saya berkecil hati dan merasa hina. Bahkan, saya lebih bersemangat dan membalas semua cacian itu dengan prestasi dan membuat keluarga bangga. Sehingga ketika kemarin mereka (orang tua) hadir tidak membuat mereka kecewa tetapi lebih membuat bangga karena meskipun jauh dari Maluku tetapi saya bisa membuahkan hasil maksimal dan membuktikan anak Timur bisa bersaing di Jawa. Bersaing di kota besar ini,” katanya.

Kini Soekarni bisa membuktikan bahwa orang Timur itu cerdas. Hal itu bila dipadu dengan banyaknya potensi alam, khususnya di Maluku, pasti akan hebat. Putra-putri Maluku harus bisa mengangkat potensi alam yang menjadi karunia Tuhan itu hingga maksimal.

“Maluku punya potensi tetapi jarang terekspose, sehingga dari kegiatan ini saya dapat mempromosikan dan membuat masyarakat sadar wisata, serta menyadarkan mereka kalau semua itu harus dilakukan dengan dasar cinta. Saya mengambil slogan dari advokasi saya “ALAM CINTA KITA, KITA CINTA ALAM”. Tuhan sudah memberikan alam beserta isinya kepada kita untuk memenuhi kebutuhan kita, sekarang saatnya kita memberikan apa yang alam butuhkan,” katanya.

Begitulah gadis Desa Kei ini. Saat di kampus dia bisa fokus belajar. Dia tahu semua mahasiswa akan berjuang agar mendapat nilai yang bagus hingga menjadi wisudawan terbaik atau lulus dengan gelar Cumlaude. Soekarni pun mengejar capaian prestasi itu dengan sungguh-sungguh. Dengan disiplin tinggi.

“Itu impian saya sebagai mahasiswi perantau dari Maluku yang memiliki perbedaan budaya dengan mayoritas mahasiswa mahasiswi asli Jawa. Saya datang merantau jauh dengan keluarga di Maluku, tetapi berusaha beradaptasi dengan lingkungan sekitar dan belajar serta berdoa.

Meskipun banyak kegiatan di luar dan di dalam kampus, akan tetapi tetap fokus dengan prioritas utama yakni menyelesaikan kuliah. Tapi saya banyak juga ikut kegiatan organisasi. Yang penting bisa membagi waktu untuk menyelesaikan kewajiban sebagai mahasiswi Public Relation. Intinya sebagai mahasiwi tetap bisa mengikuti kegiatan yang banyak tetapi kembali ingat tujuan utama, tetap fokus dan bisa membagi waktu, serta disiplin,” katanya. (Gatot Susanto)

baca juga :

PETRO AGRIFOOD EXPO 2017, Wadah Ekspos Hasil Riset dan Agrowisata

Redaksi Global News

Lewat SMS, BPJS Kesehatan Ingatkan Iuran Naik per 1 Januari 2020

Redaksi Global News

Hawa Dingin di Sebagian Wilayah Indonesia Tak Berkait dengan Aphelion