Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Utama

Transaksi e-Commerce Jatim Tembus Rp 10,66 Triliun

Ilustrasi warga saat melakukan transaksi non tunai. BI merilis transaksi non tunai warga Jatim terus mengalami peningkatan.

SURABAYA (global-news.co.id) – Transaksi non tunai warga Jatim terus mengalami peningkatan. Data Laporan Perekonomian yang dirilis Bank Indonesia (BI) menunjukkan, pada triwulan IV 2020, pembayaran non tunai atas transaksi e-commerce pada triwulan IV 2020 sebesar Rp 10,66 triliun meningkat dibandingkan triwulan III 2020 sebesar Rp 8,43 triliun.

Berdasarkan metode pembayarannya, sebanyak 32,25% menggunakan uang elektronik, 35,18% transfer bank dan sebesar 9,51% adalah menggunakan kredit tanpa kartu. Sedangkan produk yang diminati oleh masyarakat Jatim didominasi oleh handphone dan aksesoris sebesar 20,35%. Kemudian fashion 19,85% serta personal care and cosmetics 15,12%.

“Transaksi non tunai akan terus meningkat sejalan dengan keunggulan yang ditawarkan. Yaitu kemudahan dan keamanan, serta pemberian diskon untuk pembayaran non tunai,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Jatim Difi Ahmad Johansyah, Rabu (31/3/2021).

Dia menambahkan, ke depan dengan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang semakin massif, maka pembayaran transaksi e-commerce COD yang biasanya dibayar secara tunai, dapat juga dilakukan secara non tunai melalui scan QRIS.

QRIS merupakan penyatuan berbagai macam QR dari berbagai Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) menggunakan QR Code. “Untuk pemegang kartu non tunai (kartu debit, kartu kredit) juga meningkat. Pada triwulan IV 2020 sebanyak 27,6 juta kartu, meningkat 2,51% dibandingkan triwulan III 2020 yang sebanyak 26,9 juta kartu,” ujar Difi.

Peningkatan jumlah instrumen pembayaran non tunai itu sejalan dengan kebijakan BI dan Pemerintah yang mendorong perluasan elektronifikasi pembayaran di daerah. Antara lain, melalui Gerakan Nasional Non Tunai (GNNT).

Meski jumlah instrumen pembayaran non tunai mengalami peningkatan, namun nominal transaksi pada triwulan IV 2020 mengalami penurunan sebesar Rp 887 miliar atau -0,59% menjadi Rp 147,528 triliun. “Penurunan ini sejalan dengan masih terbatasnya aktivitas ekonomi pada triwulan IV 2020,” tandas Difi.

Untuk diketahui Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur terus melakukan sosialisasi transaksi non tunai dengan menggunakan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS). Sosialisasi itu dilakukan untuk mengejar target merchant QRIS hingga 12 juta pada 2021 di 34 provinsi, 480 kabupaten/kota.

Sebelumnya Asisten Manager Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur Ramdha Dien Azka, mengatakan secara nasional hingga akhir 2020 jumlah jumlah merchant yang menggunakan QRIS sudah mencapai enam juta. Di Jawa Timur sendiri, sudah ada sekitar 700.000 merchant QRIS.

“Tahun ini BI Jawa Timur menargetkan sebanyak 1.450.000 merchant menggunakan QRIS,” kata Ramdha.

Ramdha menjelaskan, banyak keuntungan yang didapatkan oleh merchant jika menggunakan QRIS. Dengan QRIS, seluruh aplikasi pembayaran dari penyelenggara mana pun, baik bank dan non bank yang digunakan masyarakat, dapat digunakan di seluruh toko, pedagang, warung, parkir, tiket wisata, donasi (merchant) berlogo QRIS, meskipun penyedia QRIS di merchant berbeda dengan penyedia aplikasi yang digunakan masyarakat. yan, sin

baca juga :

Terima CSR Beasiswa Pendidikan Hampir Rp 4 Miliar, Pemkot Surabaya Salurkan kepada Siswa MBR

Redaksi Global News

Tradisi Mesisan Jadi Faktor Tingginya Tunggakan Mobil Pelat Merah di Jatim

Redaksi Global News

PEM Akamigas Sabet Medali Emas dari Rusia

Titis Global News