Global-News.co.id
Tapal Kuda Utama

Hadiri Sertijab, Gubernur Khofifah Minta Bupati Situbondo Percepat Akselerasi Pertumbuhan dan Pemerataan Ekonomi

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri agenda serah terima jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Situbondo yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Situbondo, Selasa (2/3/2021).

SITUBONDO (global-news.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menghadiri agenda serah terima jabatan (Sertijab) Bupati dan Wakil Bupati Situbondo  yang diselenggarakan di Pendopo Kabupaten Situbondo, Selasa (2/3/2021). Situbondo menjadi kabupaten kelima dari 17 kab/kota yang pelaksanaan Sertijabnya dihadiri Gubernur Jatim.

Prosesi penyerahan jabatan diawali dari Pelaksana Harian Bupati (Plh) yang juga Sekda Kab Situbondo Syaifullah kepada Bupati Situbondo Drs H Karna Suwandi MM dan Wakil Bupati Hj Khoirani SPd, MH dan disaksikan langsung oleh Ketua DPRD Situbondo Edi Wahyudi SH dalam rapat paripurna istimewa.

Dalam arahannya, Khofifah sapaan lekat Gubernur Jatim meminta kepada Bupati dan Wabup Situbondo untuk dapat mempercepat pertumbuhan dan pemerataan ekonomi di Situbondo. Utamanya, dalam rangka memberikan akselerasi melalui pengembangan sektor unggulan berdaya saing tinggi yang terindikasi pada sektor pertanian, kehutanan dan perikanan.

Tak hanya itu, terdapar sektor lain seperti informasi dan komunikasi, jasa keuangan dan asuransi, jasa pendidikan yang diyakini dapat mewujudkan kesejahteraan dan keadilan ekonomi, baik di desa maupun kota di Situbondo. Kerjasama antar daerah dalam pengembangan kawasan harus diperhatikan sehingga mampu mendorong sektor unggulan.

Khofifah  menyampaikan, bahwa Bupati Situbondo diharapkan mampu mempercepat penurunan kemiskinan di mana tingkat kemiskinan di Situbondo mencapai sebesar 12.22 persen dari total penduduk Situbondo yaitu sebanyak 83.740 pada tahun 2020 meningkat di banding kemiskinan di tahun 2019 sebesar 11.20 persen.

Adapun permasalahan kemiskinan di Situbondo diwarnai berbagai kearifan lokal berbasis sosial budaya yang cukup kompleks, mulai dari utang di tengah tengah masyarakat hingga pernikahan usia dini.

Lebih lanjut disampaikan Khofifah, Bupati Karna harus menyiapkan penyediaan lapangan kerja dan penciptaan ruang sosial yang dapat menghargai prinsip kebhinekaan.

Khofifah juga mengingatkan, agar Pemkab Situbondo mampu menyelaraskan program dengan pemerintah pusat hingga pemerintahan provinsi. Baik keselarasan antara RKP dan RKPD Tahun 2021.

Guna meningkatkan investasi, Khofifah menegaskan, bahwa Pemkab Situbondo harus lebih memprioritaskan layanan perizinan di sektor Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) guna menggaet investor sehingga proses investasi di Situbondo bisa lebih cepat serta pertumbuhan ekonomi bisa lebih bergeliat.

Pada kesempatan yang sama, Khofifah juga mengajak keterlibatan peran kiai dan tokoh masyarakat untuk dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).

Saat ini IPM Situbondo masih berada di bawah rata-rata Jawa Timur dengan angka 67,38%, serta menyandang persentase kemiskinan di atas Jawa Timur dalam rentang 9-15% (12,22%).

Mantan Mensos RI di era Presiden Jokowi berharap peningkatan IPM bisa dilakukan bersama-sama, bergotong royong dengan pemerintah pusat dan pemerintah kabupaten/kota dan keterlibatan para kiai dan tokoh masyarakat di Situbondo.

“Mohon izin kepada para kiai dan tokoh masyarakat untuk bersama-sama meningkatkan IPM sehingga daya saing masyarakat bisa meningkat di Kab Situbondo. Kami akan terus mendorong agar IPM Situbondo bisa meningkat,” ungkapnya.

Ditemui seusai acara, Khofifah minta agar Selingkar Ijen dapat menjadi percepatan ekonomi baru guna mendukung ekonomi pariwisata sekaligus implementasi dari Perpres Nomer 80 Tahun 2019 tentang percepatan pembangunan ekonomi di Jatim.

Dalam Perpres tersebut dijelaskan, terdapat lima skala prioritas yang harus segera dilaksanakan oleh Pemprov Jatim maupun Pemkab Situbondo. Salah satunya, Selingkar Ijen yang memiliki banyak projek yang masuk kategori Proyek Strategis Nasional (PSN) yang memiliki wilayah tersebar di Kab Situbondo, Banyuwangi dan Bondowoso.

Khofifah ingin menjadikan kawasan Selingkar Ijen menjadi kawasan wisata alam yang memiliki daya pikat yang luar biasa, karena berbagai keunggulan fenomena alamnya yang sulit dicari di tempat lain.

“Untuk itu, kita harus gerak cepat menyingkronkan kembali antara Project Management Office (PMO) di Provinsi Jatim yang ada di Bappeda Jatim dan PMO tingkat pusat ada di Kemenko Perekonomian. Saat ini  Selingkar Ijen dimana salah satu penyangga adalah Situbondo termasuk salah satu program strategis nasional ,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Situbondo Drs H Karna Suswandi MM mengatakan, misi dan prorgam yang akan dilaksanakan adalah membangun masyarakat Situbondo beriman dan keberagaman melalui peningkatan kesejahteraan guru ngaji dan pendidikan keagamaan dan membangun kota santri Pancasila.

Tak hanya itu, misi lain juga membangun masyarakat Situbondo sehat, cerdas, dan meningkatkan peran perempuan melalui oeningkatan kualitas layanan kesehatan dan kesejahteraan tenaga medis, pengembangan beasiswa Situbondo Cerdas untuk melanjutkan pendidikan anak hingga ke perguruan tinggi.

Bupati berkomitmen akan membangun infrastruktur, ekonomi yang berkeadilan dan berdaya saing lewat peningkatan aksesibilitas infrastruktur penunjang ekonomi, pembangunan kawasan unggulan minapolitan dan agropolitan. Juga akan membangun pemerintahan yang profesional, bersih dan tangguh lewat program smart goverment, birokrasi bebas korupsi dab bersih dari jual beli jabatan hingga memberikan Bantuan Keuangan Khusus Desa (BKKD). fan

baca juga :

PDIP Sebut Kampanye Mobil Mewah Machfud-Mujiaman Rendahkan Martabat Masyarakat

Redaksi Global News

Pertalite Harga Khusus: Program Langit Biru Diperluas ke 11 Kabupaten/Kota di Jawa Timur

gas

Waduk Pacal Krisis Air, Lahan Pertanian Bojonegoro Terancam

nasir nasir