Global-News.co.id
Mataraman Utama

Gubernur Khofifah Tinjau Dampak Banjir Magetan

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, didampingi Bupati Magetan Suprawoto  meninjau lokasi putusnya Jembatan  Ngunut di Kecamatan Kawedanan yang merupakan penghubung utama Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ponorogo.

MAGETAN (global-news.co.id) Hujan deras yang melanda Magetan pada Selasa (16/3/2021) yang berlangsung selama kurang lebih 5 jam berdampak pada longsor dan banjir yang juga menyebabkan pada rusaknya jembatan penghubung antar desa, antar kecamatan  hingga antar kabupaten.

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, didampingi Bupati Magetan Suprawoto dan BBWS Bengawan Solo meninjau lokasi putusnya Jembatan Kedungdowo, penghubung Desa Bogem dan Desa Kentangan, Kecamatan Sukomoro serta Jembatan Ngunut di Kecamatan Kawedanan yang merupakan penghubung utama Kabupaten Magetan dan Kabupaten Ponorogo.

Melihat kondisi di sekitar Jembatan, Khofifah, sapaan akrabnya menyampaikan bahwa perlunya percepatan normalisasi sungai. Namun bukan hanya sekadar normalisasi, pembenahan lingkungan sekitar sungai juga harus segera dilakukan. Mulai bronjong dan plengsengan yang permanen di area kritis perlu diprioritaskan.

“BMKG  sudah mewanti-wanti  tentang intensitas hujan yang tinggi, jadi bencana banjir yang  terjadi di berbagai daerah di Indonesia termasuk  di Jatim akan kita detailkan kembali  upaya pengendaliannya bersama Tim BBWS Brantas dan Bengawan Solo. Kita cari solusi secara integratif dan komprehensif,” katanya.

Upaya  yang bisa dilakukan antara lain  normalisasi sungai secara lebih masif, mendirikan tanggul, plengsengan, menata hulu- hilir, memonitor gerakan sampah ,  revegetasi dan sebagainya,” jelas Khofifah seusai meninjau lokasi putusnya Jembatan Ngunut.

Khofifah melanjutkan, putusnya Jembatan Ngunut sangat berdampak pada dinamika mobilitas  keseharian warga. Hal ini karena Jembatan Ngunut, menghubungkan antara Kabupaten Ponorogo-Kabupaten Magetan. Namun sayangnya pada Selasa lalu ambrol karena tergerus aliran sungai yang debit airnya tinggi. Untuk itu, Khofifah menginstruksikan perbaikan plengsengan sungai bisa segera dilakukan.

“Tadi kita sudah kroscek ketersediaan bronjong milik Pemkab Magetan, ditambah lagi bronjong bantuan dari Pemprov juga. Ketersediaannya cukup, sehingga bisa dimulai sesegera mungkin,” imbaunya.

Di sisi lain, Khofifah juga menyampaikan estimasi perbaikan jembatan secara permanen akan memakan waktu hingga empat bulan. Baik dimulai dari pemberian bronjong, pembentukan plengsengan, hingga pembenahan jembatan permanen yang terdampak.

“Kalau pemasangan bronjong bisa satu-dua hari ini dimulai.  Kalau untuk jembatan permanen, tadi berdiskusi dengan Pak Bupati, estimasinya kurang lebih 4 bulan bisa selesai,” jelasnya

Sementara itu, dampak juga dirasakan pula oleh warga Dusun Pojok, Desa Pojok, Kecamatan Kawedanan. Sisi barat dan timur sungai yang melintasi desa ini mengalami kerusakan. Sebanyak 15 rumah tercatat rusak. Lebih detail, di bagian sisi barat 9 rumah rusak dan di sisi timur 6 rumah rusak.

Berdasarkan data yang dihimpun, 13 KK tercatat mengungsi di bagian sisi barat sungai dan 12 orang mengungsi di bagian sisi timur. Bahkan, saat dilakukan peninjauan, ditemukan jembatan gantung yang rusak serta satu rumah warga yang roboh akibat diterjang banjir. Aktivitas warga pun masih berupaya untuk membersihkan sisa-sisa banjir yang masih ada.

Sebelumnya, bantuan dari Pemprov Jatim telah didistribusikan melalui BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) Provinsi Jatim yang diterima secara simbolis oleh Bupati Magetan Suprawoto di Pendopo Surya Graha Kabupaten Magetan, Kamis (18/3/2021) pagi. fan

 

baca juga :

Wagub Emil Lepas Produk Ekspor UKM ke Jerman dan Inggris

Redaksi Global News

Sambut Hari Pahlawan, KOSTI Ngontel Bareng ke Makam Bung Tomo dan WR Supratman

Redaksi Global News

Kasus Gagal Bayar Koperasi Simpan Pinjam Tinara Banyuwangi Diselidiki

Redaksi Global News