Global-News.co.id
Indeks Nasional Utama

Imbas Pandemi, Jumlah Penduduk Miskin Indonesia Tembus 27,55 Juta

Rumah warga miskin. Jumlah penduduk miskin Indonesia per September 2020 mencapai 27,55 juta jiwa akibat pandemi Covid-19.

 

JAKARTA (global-news.co.id) – Pandemi Covid-19 berimbas pada naiknya jumlah penduduk miskin secara nasional. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk miskin Indonesia per September 2020 mencapai 27,55 juta jiwa.

Jumlah tersebut mengakibatkan tingkat kemiskinan RI kembali menembus dua digit di angka 10,19 persen dari total populasi.

Kepala BPS Suhariyanto memaparkan jumlah penduduk miskin pada September bertambah 1,13 juta dibandingkan dengan Maret 2020. Jika dibandingkan dengan September 2019, jumlah penduduk miskin naik 2,76 juta orang.

Hasil survei BPS pun memperlihatkan kenaikan jumlah penduduk miskin di perkotaan lebih tinggi dibandingkan dengan perdesaan. Jika dibandingkan dengan September 2019, jumlah penduduk miskin di perkotaan naik 1,32 persen sedangkan di perdesaan naik 0,60 persen.

“Kalau kita lihat komposisi, jumlah penduduk miskin di perdesaaan masih lebih tinggi dibandingkan dengan perkotaan dan tentunya ini perlu menjadi perhatian,” kata Suhariyanto dalam konferensi pers virtual, Senin (15/2/2021).

Di sisi lain, garis kemiskinan per kapita pun tercatat mengalami kenaikan dari Rp 454.652 per kapita pada Maret 2020 menjadi Rp 458.947 per kapita. Kenaikan ini terjadi akibat kenaikan harga pangan yang menyumbang 73,87 persen pada garis kemiskinan. “Dengan ini kita harus memberi perhatian ekstra pada komoditas pangan seperti beras dan sebagainya agar tidak mengalami fluktuasi,” lanjutnya.

Profil kemiskinan RI dirilis setiap 2 kali dalam setahun yakni pada Maret dan September. Tingkat kemiskinan pada Maret 2020 adalah 9,78 persen dan tertinggi sejak Maret 2018. Sementara tingkat kemiskinan pada September 2020 merupakan tertinggi sejak Maret 2017.

Di Jatim Juga Naik

Sementara itu persentase penduduk miskin di Jawa Timur pada September 2020 mengalami kenaikan 0,37 poin dibandingkan kondisi Maret 2020 yakni menjadi 11,46 persen dari total jumlah penduduk Jatim.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim Dadang Hardiwan mengatakan jumlah penduduk miskin pada September 2020 juga naik 1,26 persen jika dibandingkan September 2019.

“Jadi jumlah penduduk miskin pada September 2020 tercatat 4,58 juta orang, atau meningkat 166,87 ribu orang terhadap maret 2020, dan naik 529,97 ribu orang terhadap September 2019,” katanya dalam paparan BRS, Senin (15/2/2021).

Dia mengatakan disparitas kemiskinan perkotaan dan pedesaan saat ini masih tinggi. Pada periode Maret – September 2020 di Jatim tercatat untuk di perkotaan naik 0,48 poin, dan di pedesaan naik 0,39 poin.

“Faktor yang mempengaruhi peningkatan jumlah penduduk miskin ini bisa dilihat dari aktivitas ekonomi yang terjadi sepanjang periode, di mana saat itu mulai terjadi pandemi Covid-19,” katanya.

Dadang menyebutkan, bahwa aktivitas Maret 2020 masih lebih baik jika dilihat dari data tangkapan cahaya malam hari melalui satelit night time light observations.

Pada Maret 2020 masih terdapat cahaya atau diartikan sebagai aktivitas ekonomi di malam hari menyala di beberapa daerah. Sedangkan pada September 2020, hampir semua daerah tertangkap redup, kecuali Surabaya dan sekitarnya. “Begitu juga dengan hasil Google Mobility, memang masyarakat selama masa itu dominan beraktivitas di rumah, sedangkan aktivitas di tempat perdagangan ritel, rekreasi, taman, tempat transit, dan tempat kerja mengalami penurunan,” katanya.

Selain itu, lanjutnya, faktor yang mempengaruhi peningkatan jumlah penduduk miskin ini adalah inflasi umum cukup rendah selama Maret – September yakni -0,07 persen.

Harga eceran beberapa komoditas pokok juga mengalami penurunan seperti beras, cabai rawit, cabai merah, bawang putih, bawang merah, telur ayam ras dan daging ayam. Penurunan harga disebabkan oleh tidak terserapnya komoditas tersebut oleh pasar. jef, tri

baca juga :

DPRD Jatim Berikan Apresiasi ke MA terkait Pembatalan Kenaikan Iuran BPJS

Redaksi Global News

Duel Tyson vs Holyfield di Saudi, Tarung Bulan Juli?

Gandeng ITS, BI Kembangkan UMKM Creativepreneur

Redaksi Global News