Global-News.co.id
Gaya Hidup Kesehatan Utama

Dr. Tjatur Prijambodo: Tingkatkan Imun di Saat Pandemi, Kembali ke Tuntunan Nabi, 80% Agama dan 20% Medis

 

Hingga saat ini, tidak sedikit diantara kita yang mengurung diri, karena ketakutan terinfeksi virus covid-19. Padahal dengan ketakutan itu, membuat imun kita menjadi lemah, sehingga mudah terserang virus. Kembalilah ke agama, sehingga kita mendapatkan ketenangan dan pada akhirnya imun meningkat. Nabi Muhammad sudah memberikan contoh bagaimana hidup sehat dengan imun yang kuat itu, sehingga kita menjadi sehat.

Oleh: Erfandi Putra

HINGGA saat ini, pada kenyataannya penyebaran virus covid-19 memang ada. Bahkan di Indonesia belum ada tanda-tanda penurunan. Bertolak pada kenyataan ini, meningkatkan imun untuk “melawan” virus tersebut sangatlah diperlukan. Lalu bagaimana menjaga imun itu sendiri? Rasulullah sudah memberikan contoh pada kita bagaimana imun kita kuat, sehingga kita menjadi sehat.

Demikian dikatakan dr Tjatur Prijambodo, M. Kes, Direktur Rumah Sakit (RS) Aisyiyah Siti Fatimah, Tulangan Sidoarjo pada pengajian Jumat Subuh dengan tema “Menjaga Imunitas Tubuh Sesuai Tuntunan Rasulullah” di Masjid Raudhatul Jannah, Perum Wisma Permai, Pepelegi, Waru, Sidoarjo, Jumat (12/2/2021). “Melawan virus covid-19 untuk saat ini sambil menunggu divaksin, kita harus kembali kepada tuntunan Nabi Muhammad SAW,” katanya dihadapan sekitar 80 orang Jemaah masjid tersebut.

Pada masa pandemi ini, ada dua hal besar yang harus kita pahami. Kita harus meninjau (memahaminya) secara medis dan teologis (keagamaan). Untuk mencari solusi bagaimana kita terhindar dari virus Corona. Keduanya (agama dan medis) tak bisa dipisahkan. Contoh secara medis yakni vaksinansi. Dalam vaksinasi ini, kita harus memperhatikan medis dan agama.

“Dilihat dari segi medis, yakni bagaimana efektivitas vaksin itu sendiri. Kalau dilihat dari segi agama, bagaimana kehalalan vaksin itu sendiri. Kalau keduanya berjalan benar, Insya Allah vaksinasi itu berhasil,” katanya.

Lalu mengapa Allah menciptakan corona? Tentang ini dokter yang juga ustad ini mengatakan, tak ada yang diciptakan Allah itu sia-sia. Allah pasti mempunyai tujuan. Tujuannya apa? Supaya kita semakin taqwa kepada Allah. Insya Allah kalau kita ambil hikmahnya, kita pasti akan lebih taqwa. “Jadi dimasa pandemic ini marilah kita tingkatkan ketaqwaan kepada kepada Allah,” katanya.

Hikmahnya apa dengan datang covid-19 bagi kita? Ini peringatan dari Allah bahwa kita jangan sombong dimuka bumi ini. Jangan merasa yang terkuat. Jangan berlebihan. “Kan awalnya virus ini katanya dari kelelawar. Kelelawar dimakan manusia. Selanjutnya virus yang ada di kelelawar itu masuk ke tubuh manusia, sehingga virus yang berasal dari Wuhan itu, kini menyebar ke suluruh dunia. Kita harus ingat Bunyi Ayat, ”Makan dan minumlah, tapi jangan berlebihan”,” katanya.

Cara Tingkatkan Imun

Lebih lanjut dr Tjatur mengatakan, pusat dari penyakit manusia itu ada di perut. Di sini banyak organ kita. Terutama lambung. Makanan yang kita makan itu menentukan perjalanan kesehatan kita. Sakit atau tidak. “Kita harus sabar mengdahapi covid-19 ini. Covid-19 bisa disembuhkan sendiri asal imun kita tinggi (kuat). Orang Tanpa Gejala (OTG) itu contohnya. Meski terserang virus, tapi yang bersangkutan masih kuat,” katanya.

Lalu bagaimana menjaga imun kita agar kuat? Dia mengatakan, untuk ini kita harus menerapkan tuntunan Rasulullah. Rasulullah dalam hidupnya hanya tiga kali sakit. Dari sakitnya itu, Nabi mengetahui penyakit itu penyebabnya dari luar diri kita hanya 33%, sedangkan sisanya 67% berasal dari dalam diri kita.

Juga demikian dengan kita menghadapi covid-19 dengan meningkatkan imun. Caranya, dengan teologis (agama) 80% (berprilaku seperti Rasulullah mulai dari tidur, makan, olah raga, berfikir hingga bersikap) dan medis 20%. Keduanya harus disinergikan untuk meningkatkan imun kita.

Segi medis (20%):

1.Makanan bergizi. Secara medis, kita harus mengkonsumsi asupan dengan gizi yang seimbang. Nabi Muhammad kalau makan tidak pernak mencampur makanan dari laut dan darat. Pecel misalnya, seharusnya tidak boleh ada campuran ikan teri misalnya. Pecel cukup sayur, tahu dan tempe dan lainnya yang dihasilkan di darat. Dengan catatan, jangan berlebihan kalau makan.

2.Istirahat yang cukup. Katanya tidur harus 6 jam, tetapi ada yang tidur 7 jam setelah bangun juga kurang fit. Ada yang tidur 0,5 jam, setelah bangun badannnya bugar meski hanya 0,5 jam. Yang penting dalam tidur itu harus berkualitas. Bukan kuantitas. Bagaimana tidur berkualitas. Nabi Muhammad sudah memberikan contoh, yakni kalau tidur miring ke kanan menghadap kiblat. Menurut penelitian, tidur miring ke kanan itu merupakan tidur yang paling baik. Tidur miring ke kanan membuat paru-paru kita bebas dan kerja jantung dalam posisi yang bagus.

Kalau kita tidur terlentang pasti ngorok. Mengapa? Karena kalau tidur terlentang tulang lidah jatuh ke belakang, sehingga menutupi jalannya pernafasan kita.

3. Berolahraga. Dari sisi kesehatan, bangun pagi untuk melaksanakan Salat Subuh mampu menormalkan kinerja syaraf dan otak. Apalagi saat pagi hari kadar ozon (O3) cukup tinggi yang mampu membantu aktivitas syaraf dan otak. Termasuk mengurangi risiko penyumbatan pembuluh darah dan serangan jantung. “Inilah hebatnya subuh. Allah memberikan O3 kepada jemaah subuh yang berguna bagi kesehatan yang sangat luar biasa,” katanya.

4. Minumlah vitamin. Sambiloto sekarang lagi ngetrend boleh juga untuk meningkatkan imun, tapi harus tahu takarannya.

Lalu bagaima dengan segi teologinya yang mempunyai peran 80%. Tentang ini dr Tjatur mengatakan:

1.Banyaklah Istighfar. Istighfar bertolak belakang dengan kesombongan. Hasil penelitian menyebutkan kalau kita banyak istighfar, saat itulah posisi imun kita menigkat. Sebaliknya kalau kita sombong, hancurlah imunitas kita.

2.Sedekah. Sedekah manfaatnya dapat meningkatkan imunitas. Berdasarkan penelitian. orang yang banyak bersedekah menimbulkan ketenangan. Merasa nikmat, sehingga mengaktifkan bagian otak hipotalamus. Saat hipotalamus nikmat dengan sedekah, maka kesenangan yang timbul. Akhirnya imun kita meningkat. Penelitian ini dilakukan oleh peneliti non muslim.

3. Dzikir. Dzikir dapat meningkatkan imun. Berdzikirlah sepanjang waktu, kita akan menjadi tenang. Tenang mendatangkan imun. Pada saat berzikit atau mengingat Allah ada produk sel yang Allah munculkan saat berdzikir apapun keadaannya. Mengapa? Karena Allah hadir di tubuh kita, sehingga kita tak akan berbuat sia-sia dan dosa. Sel itu namnya NK Cell atau sel NK.

NK (bahasa Inggris: natural killer cell, NK cell) adalah turunan limfosit yang mempunyai andil sangat besar dalam sistem imun bawaan. Jumlah sel NK adalah 10-15% dari semua limfosit perifer darah. Sel NK termasuk dalam kelompok sel limfoid bawaan yaitu kelompok sel limfoid namun bekerja pada sistem imun bawaan. Sel NK mengekpresikan reseptor yang berbeda dengan turunan limfosit pada umumnya yaitu tidak memiliki TCR, CD3, dan reseptor Ig. Protein marker dari sel NK adalah molekul CD16 dan CD56.

Sel NK tidak menyerang sel yang mempunyai ekspresi protein MHC (sama seperti sel T CD8), tetapi menyerang sel yang tidak memiliki ekspresi protein MHC tubuh.[2] Sel-sel dinamakan sel pembunuh alami karena sel-sel bisa langsung beraksi tanpa membutuhkan aktivasi. Sel target akan mengalami apoptosis dan hancur, akibat sekresi sel NK dari granula toksik yang mengandung protein jenis perforin dan granzim.

Sementara itu, Ketua Takmir Masjid Raudhatul Jannah Bapak Huda mengatakan, pengurus takmir pada Jumat Subuh secara tentatif memberikan kajian-kajian yang bergunba bagi kehidupan kita semua. Sementara, Setiap Minggu Subuh pengurus takmir memberikan kajian subuh dengan kajian berbagai aspek. “Selama pandemi, kami secara ketat menerapkan protokol kesehatan bagi para jemaah masjid. (*)

baca juga :

Bom Bunuh Diri Serang Polresta Medan

Redaksi Global News

Tinjau Rencana Kawasan Industri Halal, Khofifah Berharap IKM dan UKM Jatim Bisa Jadi Pemain Global

Redaksi Global News

Pemilihan Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim Siap Maju Jadi Jalan Tengah

gas