Global-News.co.id
Madura Utama

Dampingi Gubernur Khofifah Tinjau Longsor, Bupati Baddrut Tamam Janji Segera Koordinasi Penanganan Pasca-Bencana

Bupati Baddrut Tamam mendampingi Gubernur Khofifah meninjau lokasi longsor.

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kamis (25/2/21) sore mengunjungi lokasi tanah longsor yang menewaskan lima orang santri dan dua orang luka-luka di Pondok Pesantren An-Nidhamiyah Desa Bindang Kecamatan Pasean. Dia  didampingi Bupati Pamekasan Baddrut Tamam. 

Dalam rombongan Gubernur Jatim itu juga ikut hadir Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Pangko Armada II, Sekdaprop dan sejumlah pejabat Pemprov lainnya. Selain mengucapkan ikut belasungkawa atas musibah tanah longsor tersebut, Khofifah juga menyerahkan sejumlah bantuan kepada  KH Suhaidi pengasuh Pondok Pesantren dan kepada keluarga santri korban tanah longsor tersebut. Bantuan juga diberikan oleh Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim, Pangko Armada II dan Sekdaprop Jatim. 

Setibanya di lokasi Gubernur Khofifah langsung melihat kondisi lokasi tanah longsor. Setelah itu melakukan pertemuan dengan para keluarga korban musibah dan dengan pengasuh Pondok Pesantren An- Nidhamiyah. Dalam pertemuan itu bantuan dari Gubernur Khofifah dan pejabat lainnya diserahkan. 

Bupati Baddrut Tamam berterimakasih kepada Gubernur Khofifah beserta rombongan berkenan meninjau langsung lokasi musibah tanah longsor di Bindang. Dia berharap ada ikhtiar bersama untuk saling membantu menunjukkan kesetiakawanan dalam menghadapi musibah itu. Baddrut Tamam mengungkapkan bahwa musibah tanah longsor itu dimulai dari hujan deras sejak sore hari Selasa (23/2/21). Baru kemudian Rabu (24/2/21) menjelang pagi longsor terjadi yang menimpa tiga kamar di pondok pesantren ini. Ada lima orang santri meninggal langsung dan dua masih dirawat satu di antaranya patah tulang.

“Musibah ini sungguh membuat kita semua berduka, dan atas duka ini kita memohon pertolongan kepada Allah SWT mudah-mudahan tidak  terjadi lagi musibah di tempat ini di Pamekasan di Jawa Timur dan di Indonesia, berkat doa dan keikhlasan kita semua,” katanya.

Dia mengaku tengah melakukan koordinasi lebih jauh lagi untuk membangun pesantren An-Nidhamiyah tersebut. Melakukan koordinasi dengan BPBD Jatim untuk melihat struktur tanah dan kondisi lainnya di lokasi longsor berkaitan dengan upaya penanggulangan kasus tersebut. 

Gubernur Khofifah Indar Parawansa mengatakan kehadirannya ke lokasi longsor untuk meninjau tanah longsor yang menimbun sebagian kamar pondok pesantren, juga sekaligus takziyah pada pengasuh pondok pesantren dan keluarga santri yang meninggal dan korban lain akibat musibah tersebut. 
 “Kami menyampaikan duka cita yang sangat mendalam atas meninggalnya lima orang santri dari pondok pesantren ini, mudah mudahan seluruh santri yang sudah dipanggil ke haribaan Allah SWT seluruh amal ibadahnya diterima oleh Allah, khilafnya diampuni dan keluarga yang ditinggalkannya tabah dan sabar,” katanya. 

Begitu juga kepada Pengasuh Pesantren An Nidhamiyah, diharaplan diberikan kesabaran kekuatan dan keihklasan oleh Allah SWT, sehingga Allah membukakan pintu kenikmatan dan kasih sayang semuanya dan tetap semangat untuk melanjutkan tugas pembinaan dan pendidikan para santrinya. Dia mengatakan, Bupati Pamekasan Baddrut Tamam selalu koordinasi dengan Pemprov tentang bagaimana musibah yang terjadi di daerahnya. Sehingga nanti akan memudahkan tentang langkah yang akan dilakukan menindaklanjuti musibah tersebut.

Kepada para santri yang kini masih dirawat Khofifah berharap juga  segera diberikan kesembuhan oleh Allah SWT.“Ini ada bantuan dari kami Pemprov Jawa Timur, dari Bapak Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jatim dan Pangko Armada II. Mudah mudahan akan menjadi bagian dari proses yang sekarang masih tanggap darurat,   yang sedang dilakukan oleh seluruh keluarga besar PP An Nidhamiyah dan  seluruh relawan. Terimakasih semuanya,” ucapnya. 
Terkait penanganan pasca bencana Khofifah mengatakan hal itu merupakan tugas Pemkab Pamekasan untuk meneliti lebih lanjut. Dia melihat saat ini masih banyak warga menggunakan sepeda motor yang melewati di atas bukit yang rawan longsor itu. “Artinya masih ada mobilitas warga. Ini areanya Pak Bupati nanti yang akan tangani,” pungkasnya. (mas)

baca juga :

Jawa Timur Kekurangan Guru Agama

nasir nasir

Muhammadiyah Tetapkan 1 Ramadan 1442 H pada 13 April 2021

Titis Global News

Pemkab Pamekasan Tutup Sementara Seluruh Tempat Karaoke

gas