Global-News.co.id
Madura Utama

Baddrut Tamam Ajak Seluruh Elemen Edukasi Masyarakat Jauhi Miras

Baddrut Tamam ikut hancurkan miras.

 

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Bupati Pamekasan Baddrut Tamam menegaskan pentingnya kebersamaan dan kerjasama antar elemen dan stakeholder terkait untuk melakukan pencegahan agar masyarakat tidak lagi mengkonsumsi narkoba dan minuman keras (miras). Hingga kini Miras beredar di Pamekasan karena banyak masyarakat yang menggunakannya.
Bupati Pamekasan mengungkapkan hal itu saat memberikan sambutan terkait dengan kegiatan pemusnahan barang bukti sekitar 2.670 botol miras dari berbagai merek yang dilakukan Polres Pamekasan dan di Lapangan Nagara Bakti depan Mandhepa Agung Ronggosukowati Pamekasan,  Selasa (2/2/2021).
Selain dihadiri Bupati Baddrut Tamam, hadir Ketua DPRD Fathorrahman MSi, anggota Forkopimda, Sekdakab Pamekasan Totok Hartono, Ketua MUI Pamekasan KH Ali Rahbini, Ketua PD Muhammadiyah Pamekasan D Ali Taufiq, Ketua PD Persis KH Mursalin dan Wakil Ketua PCNU Pamekasan.
 “Yang juga penting bagi kita untuk menjaga keselamatan bersama adalah kerjasama antara seluruh pimpinan Forkopimda dan ormas untuk bersama melakukan pencegahan terhadap beberapa orang yang berpotensi mengonsumsi miras, ini yang perlu kerjasama antar kita semuaa, karena adanya miras di Pamekasan ini karena ada permintaan, kalau tidak ada permintaan tidak akan ada miras,” katanya.
Dia mengatakan pemusnahan miras ini sebenarnya hasil kerja luar biasa dari pihak Polres Pamekasan beserta jajarannya, dan dibantu oleh semua stakeholder untuk melakukan pemberantasan hilirnya miras di Pamekasan. Untuk dia mengucapkan terima kasih kepada  semua pihak terkait.
“Tugas bersama antara ulama, Ormas Islam dan pemerintahan adalah memperbaiki moralitas masyarakat agar tidak muncul permintaan miras. Kalau tida ada permintaan maka masyarakat  tidak akan menggunakan miras. Hal itu juga akan berlaku untuk narkoba dan jenis maksiat lainnya yang dilarang oleh agama dan undang undang. Tugas berat yang harus dihadapi bersama adalah disamping kuratifnya yang juga harus diutamakan menjaga moralitas ummat,” terangnya.
Untuk bisa melakukan itu semua, lanjut Baddrut Tamam, perlu ada sudut pandang yang sama tentang edukasi dan transformasi bahaya narkoba, bahaya miras serta bahaya tindakan amoral lainnya. Karena itu dia mengajak semua elemen bergandengan tangan mendukung langkah Polres Pamekasan dan Forkopimda melakukan tindakan pencegahan terhadap masyarakat yang masih menggunakan miras.
Tindakan yang perlu dilakukan, kata Baddrut Tamam, adalah  bersama sama melakukan edukasi dan pendidikan yang baik bagi masyarakat untuk menjauhi tindakan yang tidak bermoral, diantaranya adalah tindakan mengkonsumsi miras yang dalam sudut pandang kesehatan, dalam sudut pandang agama maupun dalam sudut pandang regulasi negara yang tegas dilarang.
“UU melarang, agama melarang, maka tidak ada alasan bagi kita untuk menggunakan miras, tinggal kemudian kesadaran kolektif ini ditumbuhkan ditengah tengah masyarakat kita sehingga ini menjadi gerakan bersama untuk merubah perilaku membangun kesadaran baru meningkatkan moralitas dan iman masyarakat agar tidak menggunakan miras,” jelasnya.
Kapolres Pamekasan AKBP Apip Ginanjar dalamn laporannya mengungkapkan 2.670 botol miras dari berbagai merek itu merupakan hasil operasi jajarannya selama dua bulan terakhir. Operasi itu digelar dalam menjaga Kamtibmas dan mencegah terjadinya tindakan  kriminalitas. Dia berterima kasih karena dalam operasi ini banyak dukungan Pemkab, Forkopimda, alim ulama dan ormas Islam.
Ketua MUI Pamekasan KH Ali Rahbini mendukung penuh langkah Polres berantas Miras. Miras, kata dia merupakan bagian dari penyakit masyarakat  yang memiliki dampak luas timbulnya tindak kriminalitas lain. Orang yang mengkonsumsi  miras, kata dia, bisa tergerak hatinya untuk melakukan tindakan kejahatan lainnya.
Dukungan yang sama juga disampaikan oleh pengurus NU, Muhammdiyah dan Persis Kabupaten Pamerkasan. Mereka juga berterima kasih kepada Polers Pamekasan yang serius lakukan operasi miras dalam upaya jaga moralitas dan Kamtibmas. (mas)

baca juga :

Pengumuman Hasil SNMPTN 2020 Diundur 8 April

Redaksi Global News

1 Mei, Pasien Positif di Jatim Tembus 1.031 Kasus

Menkes: Santri Bisa Jadi Agen Perubahan Pembangunan Kesehatan

Redaksi Global News