Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Indeks Utama

Agar Sukses Gaet  Investor Kendaraan Listrik, Pemerintah Diminta Konsisten Kebijakan

Mobil listrik di Eropa. Agar sukses gaet  investor kendaraan listrik, pemerintah diminta konsisten kebijakan.

 

JAKARTA (global-news.co.id) –   Indonesia mempunyai potensi besar untuk menjadi negara produsen Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB) . Potensi tersebut bahkan telah banyak dilirik oleh banyak investor asing maupun dalam negeri.

Namun, untuk merealisasikan potensi tersebut, ujar Direktur Riset Center of Reform on Economics (CORE) Piter Abdullah kerap terkendala konsistensi kebijakan pemerintah. “Sering kali yang menjadi kelemahan kita adalah konsistensi kebijakan. Hambatan utama selama ini menurut saya adalah tidak adanya konsistensi kebijakan,” ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Jumat (19/2/2021).

Dia melanjutkan, ketidakkonsistenan kebijakan akan berpengaruh terhadap minat investasi asing. Hal ini membuat investor menjadi ragu untuk berinvestasi di Indonesia karena regulasi yang sering berubah. “Pada awal tahun 2011, kita sangat bersemangat mengembangkan mobil listrik. Tetapi kemudian itu menjadi redup. Pola-pola seperti ini yang harus kita hindari. Jangan sampai kita semangat, kemudian redup lagi,” tandasnya.

Terkait dengan itu, keputusan produsen mobil listrik asal Amerika Serikat (AS), Tesla Inc., yang memilih membangun pabrik di India memunculkan pertanyaan terkait negosiasinya dengan pemerintah Indonesia.

Dalam perkembangannya, Tesla ternyata memang tidak memiliki rencana membangun pabrik mobil listrik di Indonesia. Perusahaan besutan Elon Musk itu lebih tertarik berinvestasi pada pengembangan sistem penyimpanan energi atau Energy Storage System (ESS).

Menyikapi perkembangan tersebut, Piter menegaskan bahwa Tesla bukanlah satu-satunya leader dalam pengembangan kendaraan listrik. Untuk itu, kata dia, Indonesia tidak boleh berfokus hanya pada satu pihak saja.

“Saya kira tidak kecolongan, karena kita tahu sejak awal minat investasi Tesla ke Indonesia bukan dalam bentuk pabrik mobil tetapi dalam bentuk ESS. Tapi kalau itu tidak terwujud juga berarti pemerintah tidak cukup tanggap untuk mengantisipasi investasi Tesla di Indonesia,” tandasnya.  jef, sin

baca juga :

Pria di Banyuwangi Beli Motor Pakai Uang Koin Rp 24 Juta

Redaksi Global News

Survei Cawali Surabaya 2020, Eri Cahyadi Masuk Tiga Besar

Redaksi Global News

Puluhan Ribu Pengusaha Warung & Distributor Aice Edukasi Pencegahan COVID-19 ke Warga Sekitar