Global-News.co.id
Indeks Mancanegara Utama

Usai Dilantik, Biden Batalkan Sejumlah Kebijakan Trump

Reuters
Presiden Amerika Serikat ke-46, Joe Biden, langsung menerbitkan beberapa keputusan presiden yang membatalkan sejumlah kebijakan pendahulunya, Donald Trump.

WASHINGTON (global-news.co.id) – Tak lama setelah dilantik, Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, langsung menerbitkan beberapa keputusan presiden yang membatalkan sejumlah kebijakan pendahulunya, Donald Trump.

Dilansir Associated Press, Kamis (21/1/2021), tiga kebijakan utama yang kembali diterapkan Biden adalah kewajiban penggunaan masker, kembali menaati Perjanjian Iklim Paris dan membatalkan sejumlah kebijakan Trump untuk pendatang.

Dalam hal pandemi, Biden mewajibkan penggunaan masker dan menjaga jarak oleh para pegawai negeri sipil dan honorer di seluruh gedung pemerintah pusat.

Biden juga meminta seluruh penduduk AS selalu mengenakan masker selama seratus hari masa pemerintahannya. Selain itu, dia menjanjikan mempercepat vaksinasi dengan target 100 juta penduduk dalam seratus hari kerja.

Selain itu, Biden memerintahkan kabinetnya supaya AS segera bergabung kembali sebagai Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Dia bahkan mengutus epidemiolog, Dr Anthony Fauci, sebagai perwakilan AS untuk menyampaikan pidato di WHO pada hari ini waktu setempat.

Biden membatalkan keputusan Trump yang menyatakan AS keluar dari WHO akibat kecurigaan lembaga itu tidak terbuka dalam penanganan pandemi virus corona (Covid-19). Trump juga menuduh kebijakan WHO dalam penanganan pandemi terlalu dipengaruhi oleh Tiongkok.

Biden juga memerintahkan kabinetnya untuk segera menyatakan AS akan kembali menaati Perjanjian Iklim Paris. Dia menjanjikan Negeri Paman Sam akan berupaya untuk menekan tingkat emisi karbon guna menahan laju perubahan iklim dengan mengembangkan energi ramah lingkungan.

Saat Trump berkuasa, dia menyatakan pemerintahannya keluar dari Perjanjian Iklim Paris dengan alasan ingin menjaga kestabilan ekonomi di sektor eksplorasi energi, terutama minyak bumi, gas alam dan batubara.

Dalam bidang imigrasi, Biden mencabut larangan masuk yang diterapkan Trump terhadap penduduk dari tujuh negara mayoritas Muslim yang diterapkan pada Januari 2017.

Selain itu, Biden juga berjanji akan segera menghentikan pembiayaan proyek tembok penghalang yang digagas Trump, di sepanjang perbatasan dengan Meksiko.

Ganti Staf Gedung Putih Era Trump

Usai dilantik sebagai Presiden Amerika Serikat ke-46, Joe Biden langsung melakukan sejumlah tugas kepresidenan, Rabu (20/1/2021).

Mulai dari menandatangani sejumlah keputusan presiden untuk mencabut sejumlah kebijakan yang diterapkan mantan Presiden Donald Trump, hingga mengganti staf Gedung Putih dari orang-orang di masa pemerintahan pendahulunya tersebut.

Saat berpidato di jamuan makan malam perayaan pelantikannya di Gedung Putih, Biden memperingatkan para staf baru kantornya itu bahwa ia tak segan memecat orang jika mereka kedapatan saling menjatuhkan.

Biden secara eksplisit menyatakan ingin melepaskan “lingkungan beracun” yang selama ini dinilai menyelimuti pemerintahan Trump dari Gedung Putih.

“Jika Anda pernah bekerja dengan saya dan saya mendengar Anda memperlakukan kolega lain dengan tidak hormat, menjatuhkan dan merendahkan orang, saya akan memecat Anda di tempat,” kata Biden di Ruang Makan Kenegaraan di Gedung Putih pada Rabu (20/1/2021) malam waktu setempat atau Kamis (21/1/2021) pagi WIB.

Dikutip CNN, Biden ingin stafnya memperlakukan satu sama lain dengan sopan, sesuatu yang ia anggap “sudah hilang selama empat tahun terakhir.”

Biden juga menuturkan bahwa ia ingin seluruh stafnya memperlakukan semua orang dengan bermartabat.

“Sejarah mengukur kita dan sesama orang Amerika dari kebaikan, terhormat, dan pintar dalam menjaga kepentingan,” kata Biden.

Sementara itu, dua sumber CNN secara terpisah melaporkan bahwa Kepala Rumah Tangga Gedung Putih pemerintahan Trump, Timothy Harleth dipecat keluarga Biden.

Harleth direkrut oleh Ibu Negara Melania Trump pada 2017. Sebelum bekerja di Gedung Putih, Harleth merupakan Manajer Trump International Hotel di Washington DC.

Harleth ditunjuk Melania sebagai Kepala Rumah Tangga Gedung Putih untuk menggantikan Angella Reid yang mengemban jabatan tersebut selama pemerintahan Presiden Barack Obama.

Kepala Rumah Tangga Gedung Putih bisa saja terus menjabat selama beberapa periode kepresidenan. zis, cnn, ap

 

baca juga :

Terima Bantuan dari Sejumlah Perusahaan, Sekdaprov Heru Pastikan Segera Didistribusikan

Redaksi Global News

Mahasiswa Farmasi Unair ‘Modifikasi’ Koyo sebagai Obat Kanker Payudara

Kemendagri Setuju Pilkada Serentak Diundur Desember 2020

Redaksi Global News