Global-News.co.id
Indeks Teknologi Utama

Signal Mulai Ancam Eksistensi WhatsApp dan Telegram

Jumlah pengunduh Signal meningkat tajam setelah miliader Elon Musk menyarankan menggunakan aplikasi ini pasca aturan baru WhatsApp.

MOUNTAIN VIEW (global-news.co.id) – Setelah WhatsApp meluncurkan aturan privasi baru yang dianggap menguntungkan Facebook, miliader Elon Musk menyarankan menggunakan aplikasi kirim pesan yang terenkripsi dan dianggap lebih aman, yakni Signal.

Saran ini membuat orang-orang kemudian berbondong-bondong mengunduh Signal di App Store dan Play Store, mengikuti saran pendiri Tesla dan SpaceX itu.

Sebelumnya, Musk pernah mencuitkan dua kata di akun Twitter pribadinya, “Gunakan Signal”. Cuitan itu kemudian memicu pengunduhan Signal sebagai alternatif dari WhatsApp.

Melansir dari Mashable, Selasa (12/1/2021), berdasarkan data analis aplikasi, Apptopia, pada hari yang sama setelah Musk mencuitkan saran tersebut, ada sebanyak 63.345 unduhan aplikasi Signal di seluruh dunia.

Sehari sebelumnya, jumlah unduhan di iOS dan Android sudah mencapai 45.086 unduhan. Kemudian sehari setelah cuitan Musk, jumlah pengunduh Signal meningkat menjadi sekitar 90.000 unduhan.

Rekor meningkatnya pengunduh tertinggi Signal juga pernah terjadi pada 1 Juni 2020 lalu, di tengah protes Black Lives Matter.

Sepanjang akhir pekan kemarin, Signal menempati posisi pertama di daftar aplikasi yang diunduh melalui App Store. Sementara di Play Store, Signal menempati posisi ke-7 terbesar.

Signal memiliki banyak perbedaan dibandingkan aplikasi serupa pendahulunya, seperti WhatsApp dan Telegram. Misalnya, ketika membuat akun baru, Signal hanya meminta nomor telepon pengguna, setelah itu Signal tak memiliki info apapun terkait data penggunanya.

Mengutip dari The Next Web, Signal juga hanya mengirimkan nomor yang dipotong secara kriptografis saat melakukan pencarian. Sementara nama atau informasi lain, tidak ditransmisi maupun tersimpan di dalam server aplikasi.

Kemudian dari sisi back up data, Signal juga hanya bisa transfer backup P2P di iOS serta Android. Signal memiliki fitur screen security, yang membuat aplikasi tidak akan menampilkan preview di luar aplikasi. Demi keamanan, pengguna juga bisa menggunakan pin untuk membuka aplikasi.

Signal merupakan aplikasi yang dirilis awal pada 29 Juli 2014. Kemudian aplikasi mulai stabil di Android pada 8 Januari 2021, di iOS pada 10 Januari 2021 dan di dekstop pada 17 Desember 2020.

Signal belakangan ini menjadi populer. Platform perpesanan yang serupa dengan WhatsApp itu diklaim bisa menjadi alternatif bagi pengguna yang ingin beralih dari WhatsApp. Hal ini karena kebijakan baru milik WhatsApp yang memungkinkan perusahaan berbagi data pengguna dengan Facebook Group.

Aplikasi Signal sendiri telah muncul sebagai aplikasi teratas di App Store Apple, diikuti dengan Telegram. Menurut data Sensor Tower, unduhan Signal telah melonjak 79% di India, begitu juga dengan Telegram yang juga mengalami peningkatan cukup signifikan. wah, ash, nex

baca juga :

Gubernur Khofifah Launching Pembayaran Uji KIR Non Tunai Menggunakan QRIS Bank Jatim

Titis Global News

Sosialisasi Pasar Modal, OJK Ajak Investasi Menabung Saham 

Redaksi Global News

Setelah Australia, Kini Jerman Beri Pinjaman ke Pemerintah Rp 9,1 Triliun

Redaksi Global News