Global-News.co.id
Indeks Metro Raya Utama

PT Terminal Teluk Lamong Dorong Percepatan Evakuasi MV Mentari Crystal

 

Perbaikan oil boom.

SURABAYA (global-news.co.id) – Upaya percepatan evakuasi lanjutan pasca insiden MV Mentari Crystal di dermaga Domestik PT Terminal Teluk Lamong, anak usaha dari PT Pelabuhan Indonesia III (Persero) atau Pelindo III beberapa waktu lalu terus dikebut.

Usai melakukan proses pelepasan dan pengangkatan sejumlah petikemas yang terjebak di dalam palka kapal, kini proses evakuasi lajutan dilakukan dengan mengupayakan pengangkatan bangkai MV Mentari Crystal dari kolam dermaga.

Proses percepatan evakuasi lanjutan yang dilakukan oleh PT Mentari Mas Multimoda sebagai pemilik kapal yang bertanggung jawab atas insiden tersebut merupakan bagian dari permintaan pihak Terminal Teluk Lamong sebagai pengelola pelabuhan.

Direktur Utama PT TTL Faruq Hidayat menjelaskan proses evakuasi bangkai kapal dari dasar kolam dermaga domestik PT TTL harus dilakukan dengan cepat dan efektif sehigga tidak mengganggu kegiatan operasional pelabuhan seperti pelayanan kapal dan kegiatan bongkar muat barang. Hal tersebut mengingat Terminal Teluk Lamong merupakan salah satu penyangga kelancaraan arus logistik di Indonesia.

“Sebagai bagian dari pelabuhan di wilayah Tanjung Perak, saat ini kami mulai merasakan adanya tekanan dari segi operasional akibat semakin padatnya jadwal kedatangan kapal. Harapan kami, PT Mentari Mas Multimoda dapat segera menyelesaikan evakuasi ini sesuai aturan agar pelayanan pelabuhan bisa segera beroperasi dengan kapasitas normal,” kata Faruq Hidayat, Selasa (26/1/2021).

PT Mentari Mas Multimoda selaku pemilik kapal menegaskan pihaknya akan terus berkomitmen dan bertanggung jawab melakukan upaya percepatan evakuasi kapal MV Mentari Crystal. Pihaknya juga telah menunjuk tim khusus dari eksternal perusahaannya dalam hal evakuasi tersebut.

Perwakilan PT Mentari Mas Multimoda Anthony menambahkan bahwa proses pembersihan kolam Terminal Teluk Lamong akan dilakukan dengan cepat namun tetap memperhatikan faktor keselamatan dan potensi pencemaran lingkungan. “PT Mentari Mas Multimoda akan bertanggung jawab penuh terhadap seluruh pembiayaan yang diperlukan mulai dari proses evakuasi hingga kerugian lain akibat insiden ini,” ujar Anthony.

Sementara itu Zaenal Hasibuan, Ketua Tim Khusus Evakuasi dari pihak pemilik kapal menjelaskan bahwa bahwa pihaknya telah melakukan penyesuaian metode evakuasi. Metode yang awalnya mengapungkan bangkai kapal diubah menjadi pemotongan kapal pada beberapa bagian lalu diangkat menggunakan barge crane. Namun pihaknya mengatakan cuaca dengan intensitas curah hujan tinggi dan angin kencang memang menjadi kendala evakuasi. “Keterbatasan waktu saat pelaksanaan proses evakuasi akibat pengaruh arus kencang di dasar dermaga dan jarak pandang zero visibility menjadi kendala utama, khususnya terhadap faktor keselamatan tim kami,” jelas Zaenal.

Sebelumnya 15 November 2020 MV Crystal Mentari tenggelam sesaat setelah melakukan proses muat petikemas di dermaga domestik Terminal Teluk Lamong. Beruntung atas kesigapan petugas sebanyak 18 ABK berhasil diselamatkan. Proses penyelidikan penyebab insiden hingga saat ini masih dilakukan oleh pihak KNKT. Atas kejadian tersebut PT Terminal Teluk Lamong bergerak cepat dengan melakukan penyeseuaian jadwal pelayanan sehingga kejadian tersebut tidak berpengaruh pada proses operasional di TTL. tis

baca juga :

APD Minim, Sejumlah Puskesmas di Surabaya Lakukan Rapid Test di Tempat Terbuka

Redaksi Global News

Mendag Serahkan Bantuan ke Provinsi Jatim

Redaksi Global News

Seminggu Tutup, Bandara Malang Kembali Beroperasi

Redaksi Global News