Global-News.co.id
Madura Utama

Pemkab Sediakan Rp 4 Miliar Untuk Program Perlindungan Khusus Lansia


PAMEKASAN (global-news.co.id) – Mulai tahun 2021 ini Pemkab Pamekasan membuat program pemberikan layanan dan perlindungan khusus bagi warga lanjut usia (Lansia) yang tidak mampu. Mereka akan mendapatkan pelayanan hidup dari Pemkab Pamekasan berupa bantuan makanan, obat-obatan atau pelayanan kesehatan dan kebutuhan lainnya.

 
Terkait dengan itu Bupati Pamekasan Baddrut Tamam, Kamis (21/1/21), menggelar rapat koordinasi tentang program tersebut dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait. OPD terkait yang hadir dalam rapat tersebut antara lain Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Bappeda, Inspektorat dan OPD terkait lainnya.

 
Baddrut Tamam menyebut program itu bernama ‘’Peduli Lansia Sebatangkara”. Program ini merupakan pertama kali di Pamekasan yang harus segera diwujudkan. Bahkan Pemkab telah menyediakan anggaran sekitar Rp 4 miliar untuk program ini. Bantuan yang akan diberikan bukan hanya makanan, namun juga obat-obatan, vitamin dan kebutuhan kesehatan lain.

 
“Pemerintah harus hadir, untuk itu kita rancang program utama di tahun 2021, yanki perlindungan dan pemberian makanan tambahan dan kesehatan untuk Lansia yang tidak mampu, kita memberikan bantuan makanan dan obat-obatan, memberi jaminan bagi lansia mereka dapat asupan gizi yang cukup. Sehingga harapan hidup mereka baik dan bagus,” kata Baddrut Tamam.

 
Dalam rapat merancang program perlindungan bagi para Lansia itu, kata Baddrut Tamam, sudah dibahas tentang tagline atau nama paten program. Sejumlah usulan sudah masuk tinggal dipilih. Dalam rapat itu juga dibahas tentang data dan kriteria Lansia yang akan mendapat bantuan, dan masalah teknis lainnya dalam penyaluran bantuan tersebut.

 
Bupati Baddrut Tamam menyebut data sementara tentang jumlah Lansia yang dimiliki Pemkab Pamekasan adalah sekitar 4.000 orang. Dari jumlah itu masih akan diseleksi mana yang memenuhi syarat kriteria masuk manjadi penerima bantuan perlindungan ini. Program ini direncanakan akan berlangsung secara berkelanjutan tiap tahun. Penerima bantuan harus tepat sasaran, karena itu mikanisme pendataan harus valid.

 
“Nanti akan ditunjuk relawan di desa-desa untuk memberikan sosialisasi dan pemaparan kepada penerima bantuan sehingga data dari desa juga seiring dan sejalan dengan ihktiar serta usaha dari pemerintah. Kalau relawan yang ditunjuk tidak bekerja maksimal bisa saja kerjasamanya dibatalkan karena bantuan harus terealisasi dengan baik dan tepat sasaran,” ujarnya.

 

Kepala Dinas Sosial Pamekasan Drs Moh. Tarsun MSi mengatakan untuk mewujudkan pogram ini ada beberapa langkah yang perlu disiapkan, di antaranya pendataan lansia yang akan dilakukan oleh Dinsos Pamekasan. Kedua menentukan jenis bantuan yang akan diberikan berupa bantuan makanan dan kesehatan. Ketiga, besaran anggaran yang dibutuhkan dalam pelaksanaan program ini.

 

Dinas Sosial Pamekasan, kata Tarsun, kini telah menyiapkan beberapa tahapan yang dilakukan dalam menjalankan program ini yakni memastikan Lansia yang akan menjadi sasaran sudah tepat lalu menentukan tagline atau nama program. Saat ini sudah masuk sejumlah nama usulan masyarakat yang diterima Bupati Baddrut Tamam tinggal dipilih mana yang terbaik.

 
Adapun nama -nama usulan tagline yang sudah masuk itu antara lain adalah Piring Kasih, Pereng Estoh, Piring Cinta, Rantang Estoh, Taker Estoh, Bherkat Estoh, Rantang Berkah, Rangtang Simpati, Simpati Lansia, Abhekteh dan Piring Lansia. (mas)

baca juga :

Berikan Arahan di Tengah COVID-19, Jokowi Sebut Bisa Reshuffle hingga Bubarkan Lembaga Negara

Redaksi Global News

Gubernur Khofifah Tegaskan SPP SMA/SMK Negeri se-Jatim Gratis

Tuntut Hentikan Omnibus Law Cipta Kerja, Buruh Siap Geruduk DPR RI