Global-News.co.id
Indeks Pantura Utama

Hidup Sebatang Kara dan Sempat Viral, Nenek Mutiah Lamongan Mulai Banyak yang Membantu

Kondisi nenek Mutiah saat didatangi kepala desa setempat.

 

Kisah Nenek Mutiah, yang berusia 80 tahun di Desa Pangkarejo, Sugio, Lamongan  viral di media sosial. Nenek itu diperlihatkan sudah renta, pikun, badannya pun amat kurus. Nah, bagaimana kondisi setelah viral di medsos.

 

Hidup sebatang kara dialami seorang nenek berusia 80 tahun bernama Mutiah. Kisah nenek Mutiah viral di media sosial karena diunggah pada Instagram @poernomo_dtt, pada Minggu (24/1/2021).

Diketahui Aipda Purnomo merupakan anggota Polsek Babat. Dalam video tersebut terlihat nenek Mutiah hidup dalam kondisi yang memprihatinkan dan tidak terawat. Nenek yang diketahui berasal dari Desa Pangkat Rejo, Kecamatan Segio, Lamongan, tidak memiliki anak, sedangkan sang suami telah meninggal dunia.

Setelah video yang diunggah Purnomo ini viral, tak sedikit warga yang memberikan bantuan. Serta ada salah satu yayasan yang memberikan donasi. Purnomo bersama dengan kepala desa, perangkat desa, pemuda dan warga desa menyerahkan bantuan donasi ke rumah nenek Mutiah, sebesar Rp 12 juta.

Donasi tersebut diserahkan langsung oleh Purnomo kepada Kepala Desa. “Hari ini kami serahkan sepenuhnya ke pak Kepala Desa,” kata Purnomo yang juga pimpinan Yayasan Berkas.

Tak hanya memberi bantuan berupa uang tunai, Yayasan Berkas juga secara khusus menugaskan satu orang untuk merawat nenek Mutiah. “Karena masalahnya ke depan simbah ini akan dijaga dan dirawat oleh satu orang,” tambah Purnomo.

Ia juga menambahkan bahwa seluruh biaya akan ditanggung oleh pemerintah desa. Selain itu Purnomo juga mengucapkan terima kasih kepada para donatur. “Jika kita belum bisa berbuat baik, jangan ditambah yang kurang baik,” ucap Purnomo.

Ia menambahkan jika belum mengetahui kondisi yang sebenarnya, jangan pernah menilai dan berkomentar yang tidak baik. Berdasar keterangan Purnomo, bahwa sebelumnya pihak kepala desa telah memberikan santunan rutin kepada nenek Mutiah.

Kepala Desa Pangkatrejo Sugio, Usmin menuturkan, Nenek Munitiah ini sebetulnya dirawat oleh keponakan. “Sebenarnya, Mbah Muntiah ini sudah dirawat oleh keponakannya. Namun ia tidak selalu terpantau setiap saat karena tidak serumah,” kata Kepala Desa Pangkatrejo Sugio, Usmin, Rabu (27/1/2021).

Muntiah tinggal di rumah sendirian, dan sesekali keponakannya menjenguk untuk memberi makan dan membantu kebutuhan Muntiah. “Muntiah janda ditinggal meninggal suaminya tanpa dikarunia anak seorangpun,” tambah Usmin.

Karena pikun dan tidak mampu berjalan, terkadang Mbah Muntiah, semaunya ada di lantai, seperti ketika ada yang datang ke rumah Muntiah. Saat itu kebetulan dia sedang tiduran di lantai dengan pakaian seadanya, lusuh tak layak pakai.  trb, ida

baca juga :

Basarnas Fokus Sisir Pulau Lancang dan Pulau Laki

Redaksi Global News

2 Orang Reaktif COVID-19 setelah Belanja di Ramayana Gresik

Redaksi Global News

Dapat Nomor Urut 4, Pak Basuki Yakin Dipercaya Masyarakat untuk Pimpin Bojonegoro

gas