Global-News.co.id
Indeks Pantura Utama

Bojonegoro Rawan Banjir, Proyek Pembangunan Saluran Air Disorot

 

Seorang pengendara terpaksa harus mendorong motornya akibat banjir.

BOJONEGORO (global-news.co.id) – Masyarakat Bojonegoro tampaknya tidak hanya mewaspadai virus Covid-19 yang kini sedang melanda, tapi juga waspada terhadap banjir yang kerap terjadi di sebagian wilayah di Bojonegoro. Bagaimana tidak, dalam dua jam hujan lebat yang terjadi di Bojonegoro, pada Selasa (12/1/2021) malam, sejumlah jalanan di kawasan kota Bojonegoro sudah terendam banjir.

Derasnya hujan yang mengguyur kota Bojonegoro terjadi sekitar pukul 18.00 hingga pukul 20.00 WIB. Selepas hujan deras, hujan masih mengguyur meski kurang deras.

Beberapa ruas jalan yang tergenang adalah Jalan Pattimura. Di lokasi ini genangan mencapai sekitar 40-50 cm. Jalan panglima polim tergenang air 20-30 cm, jalan Untung Suropati juga tergenang 30-40 cm pada beberapa titik.

Selain itu, genangan air juga ada di Jalan Panglima Sudirman persisnya mulai pertigaan makan pahlawan hingga perempatan Jalan Setyobudi. Bahkan halaman rumah dinas Wakil Bupati Bojonegoro yang berada di dataran rendah tak luput dari genangan air hujan. Rata rata ruas jalan ini tergenang setinggi 40-50 cm.

“Iya langganan jadi genangan air kalau hujan deras. Ya memang satu sampai dua jam biasanya surut,” ujar salah satu warga, Agus Susanto, Rabu (13/1/2021).

Banjir akibat genangan air hujan juga terjadi di Jalan Setyobudi dengan tinggi air mencapai 20-30 cm, Jalan Mastrip tergenang dengan ketinggian sekitar 20-40 cm, Jalan Pemuda tinggi air genangan 20-30 cm, dan Jalan Lettu Suyitno tergenang dengan ketinggian berkisar 10-20 cm.

BPBD Bojonegoro membenarkan adannya beberapa ruas alami tergenang air hujan karena intensitas tinggi meski hanya dua jam diguyur hujan. “Air antre, begitu terang terus berangsur surut. Paling lama antara setengah jam hingga satu jam,” ujar Kepala BPBD Bojonegoro Nadif Ulfa.

Banyaknya ruas tergenang membuat banyak kendaraan mogok karena nekat menerobos tingginya genangan air. Bahkan ada pula pengendara motor yang jatuh.

Kondisi ini mendapat sorotan tajam dari Wakil Ketua DPD Nasdem Bojonegoro, Kusbiyanto. Ia menjelaskan, langkah Pemkab setempat membangun saluran air di kawasan perkotaan masih perlu kejian kembali. Pasalnya, pembangunan saluran air yang dilakukan Pemkab dalam dua tahun terakhir belum mengurai persoalan banjir yang terjadi di Bojonegoro. “Perlu segera ada kajian perencanaan pemutusan air mulai dari hulu hingga hilir, juga evaluasi tata ruang,” harap Kusbiyanto, Rabu (12/1/2021).

Menurutnya, evaluasi  tata ruang perlu segera dilakukan karena perubahan kondisi yang sudah terjadi pada kawasan perumahan, industri, gedung pemerintahan/swasta dan pertokoan yang ada. Mantan Kepala Bakesbangpol Kabupaten Bojonegoro ini mencontohkan kondisi riil, jika dulu masih banyak terdapat tempat-tempat rendah sebagai kantong-kantong air kini sudah berbeda.

“Dulu masih banyak persawahan dan tegalan sebagai kantong air, sekarang kondisinya sudah jauh berubah,” sambung pria yang juga seniman ini.

Karena permasalahan ini menyangkut kepentingan umum, tentu harus ada keseriusan dan kepedulian berbagai elemen dan semua pihak baik Pemerintah Daerah, DPR, Swasta, NGO/LSM, Perguruan Tinggi serta partisipasi masyarakat untuk bersama-sama menyelesaikannya.

“Tak harus saling menyalahkan, mari bersatu dan berjuang bersama sesuai peran dan fungsi masing-masing untuk segera bisa mengatasi genangan air di kota tercinta Bojonegoro,” tandas Kusbiyanto.

Menanggapi hal itu, Kabid Prasarana dan Sarana Utilitas (PSU) Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman dan Cipta Karya (DPKCK) Bojonegoro, Hari Prasetyo mengatakan, kawasan Jalan Panglima Polim (Pangpol) Bojonegoro Kota bakal dibuatkan sudetan. Tujuannya untuk membuang air yang kerap membanjiri kawasan itu saat hujan lebat.

Sudetan rencananya melewati lahan PT KAI kemudian dialirkan langsung ke avur Sukorejo. “Itu (sudetan) akan kami lakukan tahun ini,” ujar Hari.

Menurutnya, rencananya sudetan dibuat dua jalur. Yakni, di utara rel kereta api dan di selatan rel kereta api. Sebab, genangan di jalan itu ada dua titik itu. Sudetan itu akan mengalirkan genangan air di jalan menuju avur Sukorejo. Sehingga, air bisa langsung mengalir dan tidak menggenang di jalan seperti saat ini.

“Jalan itu sudah kerap ditinggikan. Namun, saat hujan lebat selalu saja terjadi genangan. Sehingga, perlu dibuat sudetan,” jelasnya.

Dia menambahkan, tidak hanya Jalan Panglima Polim, Jalan Pattimura dan jalan protokol lainnya juga kerap terjadi genangan saat hujan. Namun, tahun ini fokus ke Jalan Panglima Polim lebih dulu. “Untuk sudetan nanti fokus Panglima Polim dulu,” jelasnya.

Sudetan itu, kata dia, akan dibuat di atas lahan PT KAI. Sehingga, pihaknya akan berkoordinasi dulu dengan PT KAI terkait hal itu. “Semoga saja PT KAI mengizinkan. Jadi, bisa segera dilaksanakan,” jelasnya.

Selain itu, tahun ini perbaikan drainase perkotaan akan kembali dilakukan. Salah satu yang akan didahulukan adalah drainase dan trotoar jalan Dr Sutomo. Drainase di jalan itu sudah lama tidak dilakukan perbaikan. “Jalan Pangsud juga akan dilanjutkan tahun ini,” tuturnya.  trb, kab, rad

baca juga :

Livi Zheng Filmkan Penghitungan Suara di Los Angeles

gas

Arumi Serahkan Bantuan Berupa 1.000 Kg Daging Ayam Beku kepada Perajin dan Warga Terdampak COVID-19 di Jatim

Redaksi Global News

Penularan Corona Masih Tinggi, Pemerintah Belum Lakukan Pelonggaran PSBB

Redaksi Global News