Global-News.co.id
Indeks Pendidikan Utama

ITS Rintis Kawasan Binaan Lewat Produksi Filet dan Gelatin Halal di Pacitan

 

Proses pembuatan filet ikan yang diajarkan oleh tim Abmas ITS di Kabupaten Pacitan.

SURABAYA (global-news.co.id) – Sebagai upaya mewujudkan fungsi pengabdian masyarakat yang merupakan substansi dari Tri  Dharma Perguruan Tinggi, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) membuktikan tanggung jawabnya dengan merintis kawasan binaan di Kabupaten Pacitan melalui kegiatan yang  mendorong produksi filet dan gelatin halal dari ikan.

Agenda garapan ITS dalam program
Pengabdian kepada Masyarakat (Abmas) ini berlangsung selama tiga bulan mulai Juli 2020.

Ketua tim Abmas ITS Drs Lukman Atmaja MSi PhD menyampaikan bahwa produksi filet dan gelatin halal secara spesifik dilangsungkan untuk Pelabuhan Tamperan yang berstatus sebagai Pelabuhan Perikanan Pantai (PPP) kelas II. “Terdapat tiga komunitas nelayan tradisional yang
menggunakan teknologi penangkapan sederhana, di mana umumnya peralatan penangkapan ikan dioperasikan secara manual dengan tenaga manusia dan kemampuan jelajah operasional terbatas
pada perairan pantai,” papar Lukman, Jumat (4/12/2020).

Tidak hanya dari ITS, dosen berusia 59 tahun itu menginformasikan, program komprehensif  yang digagas tersebut merupakan integrasi antara ITS dengan Dinas Kelautan dan Perikanan  Kabupaten Pacitan, Universitas Darussalam (Unida) Gontor dan komunitas nelayan tradisional
setempat. Kegiatan Abmas tersebut telah diikuti oleh 21 Usaha Mikro,
Kecil, dan Menengah (UMKM) setempat yang aktif.

Dipilihnya Kabupaten Pacitan sebagai kawasan binaan juga bukan tanpa alasan. Dosen  Departemen Kimia, Fakultas Sains dan Analitika Data ITS ini menyebut bahwa pihaknya  mendukung produksi filet dan gelatin di Kabupaten Pacitan karena kondisi geografis yang  berbatasan langsung dengan laut memungkinkan adanya produksi dan pemasaran ikan beserta  produk olahannya. “Geografis Pacitan Selatan memungkinkan pasokan ikan dari nelayan yang  berkelanjutan sepanjang tahun, walaupun fluktuatif,” ujar Lukman.

Di samping itu, lanjut Lukman, faktor yang mendasari penetapan Kabupaten Pacitan sebagai  kawasan binaan disebabkan adanya kesulitan masyarakat dalam melakukan pemasaran ikan dan
hasil olahannya.

Lebih lanjut, kendala itu terjadi karena letak Kabupaten Pacitan jauh dari kota-
kota besar seperti Surakarta, Yogyakarta, dan Surabaya. Dengan demikian, Lukman menegaskan bahwa program Abmas ditujukan untuk membantu menaikkan efektivitas pemanfaatan  pengolahan ikan untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Dalam pelaksanaan program, tim Abmas ITS mengagendakan upaya pencerdasan terkait konsep nilai tambah dari produk konvensional menjadi produk inovatif, nilai penting produk makanan  yang halal, pertumbuhan global halal market, serta prosedur pengurusan sertifikat halal. “Kami  menjelaskan tata cara pembuatan filet dan gelatin yang higienis dan baik. Selanjutnya, ada  lokakarya produksi filet dan gelatin sekaligus demonstrasi penggunaan gelatin yang dihasilkan dari pelatihan sebelumnya,” beber Lukman lagi.
Pengembangan kawasan rintisan oleh tim Abmas ITS yang juga beranggotakan Didik Prasetyoko dan Mardi Santoso dari Departemen Kimia ini disambut baik yang terlihat dari tingginya animo
masyarakat setempat.

Dosen kelahiran Jombang itu menerangkan bahwa respon masyarakat
berada pada kategori luar biasa. Semua kegiatan dilakukan secara luring, yakni datang langsung  ke Pacitan. “Termasuk kunjungan ke 21 lokasi produksi dari 21 UMKM yang ikut dalam  pengabdian ini, yang tersebar di Pacitan kota, Pacitan pedesaan dan Pacitan Barat,” ungkap pakar termodinamika tersebut.

Di akhir progam pengabdian mayarakat ini, Lukman menerangkan bahwa semua UMKM telah  bersepakat untuk menjadi bagian dari Kawasan Binaan ITS selama tiga tahun ke depan, yakni  dari tahun 2021 hingga 2023. Lantas, guna memastikan keberlanjutan kemanfaatan yang telah  diterima, UMKM baru untuk gelatin halal juga telah dirintis. “Harapan tim pengabdi adalah supaya suatu saat nanti Pacitan Selatan akan menjadi pusat produksi gelatin ikan,” tutur Lukman. tis

baca juga :

Risma Unjuk Kebolehan Menari Tarian Bali

nasir nasir

Dengan Bahasa Madura, Risma Sampaikan Imbauan Jaga Jarak

Redaksi Global News

Kejuaraan Tenis Meja, Pangdam-Kapolda Bertanding

Redaksi Global News