Global-News.co.id
Indeks Mataraman Utama

2020 Capai 90 Persen, Anggarkan Rp 100 Miliar Tahun 2021

Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Blitar Nanang Adi

BLITAR (global-news.co.id) – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Blitar terus mengebut menuntaskan proyek pembangunan fisik di Kabupaten Blitar yang bersumber dari Perubahan APBD Tahun 2020 yang sudah mencapai 90 persen.

“Pekerjaan fisik sudah mencapai 90 persen. Kami terus berupaya menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan yang belum tuntas,” ungkap Sekretaris Dinas PUPR Kabupaten Blitar Nanang Adi, Rabu (16/12/2020).

Dikatakannya, cuaca ekstrim yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir ikut mempengaruhi jangka waktu pengerjaan proyek fisik di Kabupaten Blitar. Beberapa proyek pengerjaannya molor, di antaranya pembangunan yang bersifat kritis seperti satu jembatan di Dusun Sembung, Desa Pagergunung, Kecamatan Kesamben, serta sejumlah titik pembangunan irigasi.  “Meski berpengaruh, kami optimis pembangunan ini bisa selesai tepat waktu tahun ini dan tidak sampai lompat tahun,” tegasnya.

Nanang menyampaikan, cuaca ekstrem juga berpengaruh terhadap pembangunan saluran irigasi. Curah hujan yang tinggi menyebabkan debit air menjadi tinggi dan mempengaruhi proses pengerjaan.

“Ada kendala pembangunan irigasi, sebab debit air menjadi tinggi. Bahkan ada beberapa pembangunan yang harus dikerjakan ulang, karena bangunan yang masih basah ambrol tergerus air akibat hujan yang cukup deras,” terangnya.

Disampaikan pula oleh Nanang, pekerjaan pembangunan yang belum selesai seluruhnya merupakan proyek yang bersumber dari Perubahan APBD 2020. Sementara proyek dari APBD murni dipastikan seluruhnya telah selesai.  “Yang belum selesai proyek dari perubahan APBD. Untuk proyek dari APBD murni telah selesai semuanya,” paparnya.

Sekadar diketahui, Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) pada tahun 2021 mendatang menganggarkan dana untuk pembangunan fisik sebesar Rp 100 miliar. Anggaran ini sudah ditetapkan dalam APBD Tahun 2021.

Nanang mengungkapkan, anggaran pembangunan fisik sebesar Rp 100 miliar ini terjadi penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Di tahun-tahun sebelumnya anggaran pembangunan fisik bisa mencapai Rp 250 miliar. “Ada penurunan, di tahun-tahun sebelumnya anggaran yang dikucurkan bisa mencapai Rp 250 miliar,” terang Nanang.

Dikatakannya, anggaran pembangunan fisik pada tahun 2021 terjadi penurunan karena pemerintah masih fokus pada pemulihan ekonomi akibat dampak pandemi Covid-19. Kondisi ini berpengaruh terhadap anggaran pembangunan fisik yang tidak sebesar tahun-tahun sebelumnya. “Fokus pemerintah pada tahun depan masih pemulihan ekonomi. Sehingga anggaran pembangunan fisik tidak sebesar tahun sebelumnya,” imbuhnya.

Lebih dalam Nanang menyampaikan, pembangunan fisik tahun depan tetap mempertimbangkan usulan dari masyarkat melalui musrenbang. Selain itu, pembangunan fisik yang sempat ditunda karena anggarannya direfocusing, juga akan menjadi prioritas.  “Pembangunan yang sempat tertunda dan sifatnya mendesak akan jadi prioritas, seperti jalan poros dan lain-lain. Disampung itu, mengingat kondisi cuaca saat ini kemungkinan anggaran tanggap darurat di tahun depan akan diperbesar,” pungkasnya. jtm, tut

baca juga :

Pertamina Lanjutkan Program Konversi LPG bagi Nelayan dan Petani

Titis Global News

Ada Ormas Anti-Pancasila Langsung Digebuk

nasir nasir

PNS Bolos Kerja Hari Pertama, Wali Kota Surabaya Siapkan Sanksi Tegas

nasir nasir