Global-News.co.id
Madura Utama

Sosialisasi FKUB : “Kerukunan Beragama Kerukunan Nasional”

PAMEKASAN (global-news.co.id) – Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Pamekasan, Senin (23/11/2020) melakukan sosialisasi di Pendopo Kecamatan Galis Pamekasan. Peserta kegiatan berasal dari Kecamatan Larangan dan Pademawu.
Acara ini merupakan ketiga kalinya. Sebelumnya juga digelar di Kecamatan Waru dan Kecamatan Pamekasan. Masing masing kegiatan diikuti peserta dari tiga kecamatan. Peserta sosialisasi kali ini sebanyak 46 orang dari wilayah Kecamatan Pademawu, Galis dan Larangan.
Drs KH Muidz Khozin, Ketua FKUB Pamekasan dalam sambutannya mengatakan tugas FKUB harus disosialisasikan atau diketahui masyarakat luas. Karena tugas FKUB sangat penting terkait kerukunan umat beragama yang merupakan  bagian dari kerukunan nasional.
“Nama FKUB itu sebelumnya bukan FKUB, namun bernama Forum Komunikasi Antar Umat Beragama. Baru pada tahun 2006 sesuai dengan SKB 2 Menteri tahun 2006 ini seluruh Indonesia, lalu disamakan menjadi FKUB,” ungkapnya.
FKUB di Pamekasan, kata KH Kuidz,  dibentuk oleh sejumlah  tokoh dan kiai Pamekasan antara lain K.H. Ali Ridho (almarhum), KH Kholilurrahman (mantan Bupati Pamekasan), KH. Maafa Asyari (almarhum) dan KH. Hisyam (almarhum).
“Lantas oleh para kyai saya ditunjuk menjadi pengurus sekaligus ketua walaupun namanya bukan FKUB pada waktu itu. Saya sempat tidak mau. Pertama saya tidak tahu namanya lintas agama itu modelnya seperti apa. Kedua kemungkinan itu susah karena saya tidak pengalaman. Ketiga, memang tugas saya berat kalau jadi FKUB lintas agama,” kata KH Muidz.
Tugas FKUB, kata KH Muidz, adalah untuk merukunkan umat beragama. Di Pamekasan hingga kini ada 6 agama yakni Islam,  Kristen, Katholik, Budha, Hindu dan terakhir  Konghucu. Enam agama ini rukun. Dan para pengurus di FKUB itu kumpulan dari  berbagai agama dan Ormas keagamaan.
 “Tugas kami merukunkan umat beragama. Dalam dialog tidak  boleh membicarakan masalah agama, tugas kita merukunkan. Dan merukunkan itu bukan hal mudah. Jangankan masalah agama, di rumah tangga saja kalau tidak rukun, dengan tetangga dengan masyarakat luas, apalagi antar agama,” ungkapnya.
Karena itulah, lanjut KH Mudz, sosialisasi ini dilakukan agar supaya yang belum paham KUB bisa paham. Dia juga mengajak mendukung FKUB untuk merukunkan umat. Karena merukunkan umat, kata dia, bukan hanya tugas FKUB, harus ada kerjasama antar ormas dan tokoh masyarakat.
Dia menyampaikan di Pamekasan mulai tahun 2020 sudah dibentuk forum pemuda umat beragama (FKPUB) dan forum kerukunan wanita umat beragama (FKWUB). Tugas kedepan merencanakan akan membentuk FKUB ditingkat kecamatan,  menjadi program tahun 2021.
FKUB dibentuk oleh masyarakat dan kembali kepada masyarakat. Dalam tugasnya adalah melayani umat membantu pemerintah, karena memang FKUB adalah kepanjangan tangan dari pemerintah, walaupun demikian tidak bisa diintervensi. FKUB juga tidak hanya merukunkan umat juga bergerak di bhakti sosial.
“Kita banyak berkiprah walapun ada sebagian yang belum pernah dengar dan terlibat. FKUB Pamekasan sudah jalankan aksi sosial dan pernah jadi terbaik se Jawa Timur. Diantara   kegiatannya berupa operasi katarak dan bibir sumbing, yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya. (mas)

baca juga :

Seminar MEA Perbanas-LPJK-BANI: Sengketa Hukum Sebaiknya Diselesaikan Lewat Arbitrase

Redaksi Global News

KA Wijayakusuma Anjlok, 13 KA Terlambat

Redaksi Global News

Berkaos ‘Pakai Masker’ Gubernur Khofifah Gowes Sambil Galakkan Protokol Pencegahan Covid-19

Redaksi Global News