Global-News.co.id
Indeks Malang Raya Utama

Ruang Isolasi Pasien Covid-19 Penuh, RSSA Malang Tambah Bed

Sejumlah rumah sakit rujukan covid-19 di Kota Malang penuh. Salah satunya adalah RSSA. 

KOTA MALANG (global-news.co.id) – Pasien terindikasi Covid-19 di Kota Malang meningkat tajam dalam beberapa hari terakhir. Imbasnya sejumlah rumah sakit rujukan covid-19 di Kota Malang penuh. Salah satunya adalah RSSA (Rumah Sakit Saiful Anwar) Malang yang sejak beberapa hari terakhir ini menerima pasien Covid-19 dalam jumlah cukup banyak.
Lantaran penuhnya kamar isolasi, rumah sakit rujukan se-Jawa Timur itu berencana menambah bed untuk menangani pasien yang terindikasi Covid-19.
Kasubbag Humas RSSA Malang Donny Iryan menyampaikan, penambahan itu rencananya akan memanfaatkan ruangan bekas Hemodialisa atau cuci darah. Selain itu juga akan memanfaatkan beberapa ruangan lainnya.
“Jika bisa itu akan menampung sekitar 10 bed. Tapi saat ini masih belum dieksekusi dan akan dikoordinasikan terlebih dulu,” katanya, Senin (30/11/2020).
Donny menjelaskan, penambahan ruangan dan bed untuk penanganan pasien Covid-19 tersebut harus dibahas secara internal dengan jajaran manajemen RSSA Malang. Selain itu, juga harus menyesuaikan dengan jumlah ruangan yang tersedia.
“Tambah bed isolasi itu mungkin, tapi masih akan dikoordinasikan lagi,” jelasnya.
Sementara itu, lantaran jumlah pasien terindikasi Covid-19 terus dirujuk ke RSSA, maka untuk sementara pasien tersebut dirawat di Instalasi Gawat Darurat (IGD). Selanjutnya, pasien akan dipindahkan ke ruang isolasi ketika kamar telah kosong.
Untuk mengantisipasi adanya lonjakan pasien Covid-19 yang akan dirujuk ke RSSA Kota Malang, pihak rumah sakit sudah melakukan modifikasi dengan menambah kapasitas jumlah bed di IGD. Dari yang normalnya 20 bed, saat ini sudah dimodifikasi sampai dengan 30 bed.
“Kalau di RSSA sendiri memang saat ini (data per Senin (30-11-2020) pukul 07.00) kondisi ruang isolasi sedang penuh. Cuma di Instalasi Gawat Darurat (IGD) kami masih bisa terima pasien yang darurat (dengan gejala berat),” terangnya.
Sebagai informasi, RSSA Malang memiliki sekitar 83 bed isolasi pasien Covid-19. Saat ini, bed tersebut penuh dan RSSA Malang tetap menerima pasien yang dirujuk dengan memanfaatkan IGD. Selama beberapa hari terakhir, jumlah pasien terindikasi Covid-19 yang dirujuk ke RSSA Malang mengalami lonjakan.
Terpisah, Kabag Humas Pemkot Malang Nur Widianto menyampaikan, jumlah bed yang penuh di RSSA Malang salah satunya lantaran menerima pasien rujukan dari luar Kota Malang. Karena RSSA Malang sendiri menjadi tempat rujukan se-Jawa Timur.
“Memang kapan hari ini RSSA Kota Malang menerima pasien luar Kota Malang. Maka beban kapasitas bed isolasi menjadi berat,” terangnya.
Sebelumnya kapasitas bed yang penuh juga terjadi di beberapa rumah sakit rujukan covid-19 di Kota Malang. Di antaranya seperti RS Muhammadiyah Malang dan RS Lavalette. sir, tms

baca juga :

Menristek/Kepala BRIN Dukung Pengembangan i-nose c-19 dari ITS

Redaksi Global News

Pakde Karwo Ungkap Empat Strategi Tingkatkan Daya Saing Jatim   

Seminggu Tutup, Bandara Malang Kembali Beroperasi

Redaksi Global News