Global-News.co.id
Indeks Nasional Utama

Menteri KKP Edhy Prabowo Ditangkap KPK

Istimewa
Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo 

JAKARTA (global-news.co.id) – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan Edhy Prabowo di Bandara Soekarno-Hatta, Rabu (25/11/2020) dini hari.
“Tadi pagi jam 01.23 di Soekarno-Hatta. Ada beberapa dari KKP dan keluarga yang bersangkutan,” kata Wakil Ketua KPK Nurul Ghufron, Rabu (25/11/2020).
Dia ditangkap atas kasus dugaan korupsi ekspor benur. “Terkait ekspor benur,” kata Ghufron singkat.
Edhy merupakan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra. Dia dipilih Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi menteri menggantikan Susi Pudjiastuti sejak 21 Oktober 2019. Edhy sempat menempuh pendidikan di Akademi Angkatan Bersenjara Republik Indonesia (AKABRI) di Magelang pada tahun 1991. Pada 1993, dia memutuskan keluar. Edhy kemudian merantau ke Jakarta, dan saat itu berkenalan dengan Prabowo Subianto yang ketika itu masih berpangkat Letkol dan menjadi Komandan Grup II Kopassus TNI AD. Mereka kemudian menjadi dekat. Bahkan Prabowo bersedia membiayai kuliah Edhy di Universitas Moestopo kala itu. Edhy juga kemudian melanjutkan kuliah di Swiss German University pada 2004.
Karier politiknya dimulai tahun 2005 ketika aktif di Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI). Dia sempat menjabat sebagai Ketua Bidang Pendidikan dan Pelatihan HKTI.
Sementara itu, karier di Partai Gerindra dia menjadi Wakil Ketua Umum Bidang Keuangan dan Pembangunan DPP Partai Gerindra sejak 2012.
Edhy lolos menjadi anggota DPR dan bertugas di Komisi VI DPR yang membidangi perdagangan, perindustrian, koperasi, dan BUMN pada 2009.
Di Pemilu 2014, Edhy kembali lolos ke Senayan, dari Daerah Pemilihan (Dapil) Sumatera Selatan I setelah memperoleh 75.186 suara.
Edhy juga aktif di organisasi pencak silat seperti Ikatan Pencak Silat Seluruh Indonesia (IPSI) dan Perguruan Pencak Silat Satria Muda Indonesia (PPSMI). dja, ine, ins

baca juga :

Komisi A Temukan Banyak Pengembang Langgar Perwali Fasum Fasos

Redaksi Global News

Ingin Jadi Provinsi Baru, Madura Harus Miliki 5 Kab/Kota

Redaksi Global News

Bantu Selamatkan Aset, Walikota Eri Cahyadi Beri Penghargaan Jajaran Kejari Tanjung Perak

Titis Global News