Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Indeks Utama

Sri Mulyani Beberkan Utang Luar Negeri yang Menggunung

Dok GN Menteri Keuangan Sri Mulyani

JAKARTA (global-news.co.id) – Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan terkait utang luar negeri yang terus meningkat setiap tahunnya. Menurut mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut utang diperlukan untuk mencukupi kebutuhan belanja negara.
“Utang yang meningkat untuk belanja negara,” ujar Sri Mulyani dalam video virtual, Sabtu (31/10/2020).
Namun demikian, pihaknya memastikan dalam implementasinya utang telah dikelola dengan baik. Di samping belanja juga digunakan untuk menjaga pendapatan negara. “Ini baik pendapatan negara yang harus dijaga di suasana luar biasa maupun dari sisi belanja yang secara baik dan efektif serta transfer keuangan ke daerah dan desa,” tandasnya.
Sebagai informasi, Indonesia menjadi negara peringkat tujuh dunia dengan utang terbesar. Meski demikian, Kementerian Keuangan menilai posisi utang saat ini masih aman.
Berdasarkan laporan International Debt Statistics ISD2021 atau Statistik Utang Internasional Bank Dunia, Indonesia masuk ke dalam daftar 10 negara berpendapatan kecil menengah dengan utang luar negeri paling bombastis di dunia. Saat ini, Kementerian Keuangan mencatat posisi utang pemerintah sebesar Rp 5.756,87 triliun per akhir September 2020. Rasio utang pemerintah terhadap PDB sebesar 36,41%.
Sri Mulyani juga optimistis akan segera keluar dari krisis ekonomi akibat pandemi virus corona. Pasalnya, RI pernah mengalami beberapa kali kondisi yang sama saat krisis moneter 1998 dan krisis global pada 2008 silam.
“Kita pernah mengalami krisis ekonomi 1998 kemudian menghadapi tantangan krisis global di mana setiap krisis kita mampu keluar. Kita juga berjuang dengan situasi hari ini,” ujar Sri Mulyani.
Tak tanggung-tanggung, pemerintah bahkan pernah mengalami kekosongan kas negara. Namun kondisi tersebut dialami RI selepas dijajah kolonial Belanda. “Kita permah mengalami era kolonialisasi yang mana menghancurkan perekonomian kita, upaya membangun ekonomi Indonesia tidak mudah. Kita pernah mengalami era nasionalisasi yang mana kita pernah hyper inflasi,” jelasnya.
Dia menambahkan pendiri bangsa sudah sangat hebat di mana telah berhasil menutup era kegelapan menuju era baru yang lebih cerah. Sebab itu, Kementerian Keuangan perlu berjuang bersama-sama keluar dari badai krisis akibat wabah corona. “Di mana institusi ini sebagai pengemban amanah negara atau penjaga keuangan,” kata dia. jef, sin, ins

baca juga :

Program ITS Smart Eco Campus Mengungguli Ratusan PT Seluruh Dunia

Redaksi Global News

Duel Tim Papan Atas, Platje Bertekad Bawa Bali United Taklukkan Maung Bandung

Redaksi Global News

NPHD Diteken, Hibah Untuk Masjid-Pesantren Segera Cair

gas