Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Indeks Utama

Realisasi Investasi Triwulan III Capai Rp 209 Triliun

Realisasi investasi sepanjang triwulan III 2020 sebesar Rp 209 triliun, atau mencapai 74,8% dari target realisasi investasi tahun ini sebesar Rp 817,2 triliun.

JAKARTA (global-news.co.id) – Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) mencatat realisasi investasi sepanjang triwulan III 2020 sebesar Rp 209 triliun, atau mencapai 74,8% dari target realisasi investasi tahun ini sebesar Rp 817,2 triliun.
Adapun Penanaman Modal Dalam Negeri (PDMN) tercatat Rp 102,9 triliun, naik 2,1% (year on year/yoy). Sedangkan Penanaman Modal Asing (PMA) adalah Rp 106,1 trilium triliun atau naik 1,1% (yoy).
Sebelumnya, Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) merevisi target investasi pada 2020 dari target awal sebesar Rp 886 triliun menjadi Rp 817 triliun
Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengklaim realisasi investasi hingga triwulan III ini bukan hasil yang buruk. Hal ini dikarenakan masa kritis realisasi investasi kuartal III sudah terlewati.
“Ini realisasi investasi kuartal ketiga sudah terlewati masa kritisnya,” kata Bahlil dalam konferensi pers secara virtual, Jumat (23/10/2020).
Realisasi investasi kuartal III ini menurutnya juga merupakan momentum untuk pemulihan ekonomi. Dia mengatakan, BKPM terus menggenjot investasi berkualitas. “Kita akan melakukan investasi yang berkualitas jadinya kita petakan,” tegasnya.
Ekonom Senior Institute For Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri memuji era kepemimpinan Presiden Jokowi dalam kemudahan berusaha.
Ketika Jokowi dilantik pada periode pertama, kemudahan berusaha Indonesia berada di nomer 120 dunia, namun setelah memimpin posisi itu dapat diperbaiki. “Selama kepemimpinan Jokowi telah banyak untuk membereskan itu, dengan adanya paket-paket kebijakan Indonesia berhasil naik ke peringkat 73,” katanya saat diskusi virtual, Jumat (23/10/2020). Namun, dia menyayangkan bahwa adanya Undang-Undang (UU) Cipta Kerja tidak relevan dengan kondisi yang terjadi. Menurut Faisal, investasi di Indonesia saat ini terbilang relatif sudah besar meski tanpa UU Cipta Kerja. “Investasi di Indonesia relatif besar sumbangannya terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), yaitu 34%. Terbesar sepanjang sejarah,” jelasnya. jef, sin

baca juga :

Sungai Kampung Warna Warni Meluap, Wisatawan Asyik Selfie

Redaksi Global News

Kukuhkan Kepala Kanreg II BKN, Gubernur Khofifah Tekankan Inovasi Digitalisasi Sistem Kepegawaian

Redaksi Global News

30 Juni: Tambah 389, Positif COVID -19 di Jatim 12.118 Orang dan 928 Meninggal

Redaksi Global News