Global-News.co.id
Pantura Utama

Pengawasan BPNT Diperketat, Agen Klaim Kualitas Beras Lebih Baik

TUBAN (global-news.co.id) – Penyaluran Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) berupa beras dari Kementerian Sosial RI melalui suppliyer (penyuplai) di wilayah Kecamatan Kerek, Kabupaten Tuban diperketat, Rabu (08/07/2020).
Empat armada truk yang mengangkut beras tersebut, sampai di pendopo kecamatan setempat, kemudian dilakukan pengecekan kualitas beras oleh jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimka), Camat, Danramil, kepolisian, pendamping TKSK dan para saksi.
Murtaji, pendamping Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK) Kerek saat berada di lokasi menyampaikan, untuk bulan ini jumlah Keluarga Penerima Manfaat (KPM) sebanyak 4.326 orang yang akan menerima di 17 desa wilayah Kecamatan Kerek, baik itu BPNT murni maupun PKH.
“Untuk bulan ini ada penambahan penerima 108 KPM dari bulan lalu hanya 4.218 KPM,” ungkapnya.
Adapun pendistribusiannya, ia mengaku masih menunggu komoditi lain seperti, telur, daging, tahu dan tempe yang akan disalurkan serentak pada Sabtu, 11 Juli mendatang, meskipun beras sudah diserahkan kepada agen.
“Alhamdulillah kualitas beras yang diterima ini sangat bagus sekali, kita saksikan bersama Forkopimka kalau biasanya standar, yang kita terima ini diatas standar untuk jenis beras medium,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Wuwun Dwi Undaya, agen di Desa Wolutengah, Kecamatan Kerek membenarkan hal itu.
“Beras BPNT bulan ini sudah kami terima, setelah dicek memang kualitasnya lebih baik dari sebelumnya,” katanya.
Sementara itu, Sugeng Purnomo, Camat Kerek menambahkan, dari hasil kroscek jajaran Forkopimka bisa disimpulkan beras yang datang sangat layak konsumsi dan datang tepat waktu sesuai jadwal.
Pihaknya berharap, dengan datangnya Bansos BPNT ini bisa mengurangi beban masyarakat dalam situasi yang serba sulit ini. Sehingga kondisi pandemi Covid-19 pemerintah bisa meringankan beban masyarakat.
Terkait fungsi pengawasan, mantan Camat Senori ini menegaskan, sesuai dengan edaran Bupati Tuban, tim yang bertugas harus di SK kan dan harus jelas.
“Sehingga diharapkan segala bentuk Bansos yang tersalurkan bisa dikontrol mulai dari tingkat penyuplai hingga diterima masyarakat. Dan tepat sasaran itu yang paling utama,” harapnya. (Hud)

baca juga :

Dukung Whisnu Sakti Buana di Pilwali 2020, Seniman Surabaya Sampaikan Aspirasi

Redaksi Global News

Waspada, BMKG Sebut Ada Potensi Gelombang Tinggi di Jatim

Redaksi Global News

10 Juni: Tambah 304, Pasien Positif Corona di Jatim 6.798 Orang

Redaksi Global News