Global-News.co.id
Ekonomi Bisnis Indeks Utama

Penerimaan CPNS Kemenkeu dan Pendaftaran STAN Distop hingga 5 Tahun ke Depan

Menteri Keuangan Sri Mulyani

JAKARTA (global-news.co.id) – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) tengah membuat moratorium atau pemberhentian sementara perekrutan Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) baru dan penerimaan mahasiswa STAN untuk 5 tahun ke depan, tepatnya pada periode 2020-2024. Peraturan itu tertuang dalam Peraturan Menteri Keuangan (PMK) Nomor 77 Tahun 2020 tentang Rencana Strategis Kementerian Keuangan 2020-2024.

“Proyeksi kebutuhan SDM aparatur Kementerian Keuangan untuk jangka waktu 5 tahun dihitung dan disusun secara hati-hati berdasarkan ketentuan yang berlaku, memperhatikan arah kebijakan nasional di bidang pengelolaan SDM aparatur dan kondisi eksisting SDM Kementerian Keuangan,” tulis PMK 77/2020 seperti dikutip, Rabu (8/7/2020).

Selain itu, juga dipertimbangkan rencana Kemenkeu untuk periode lima tahun terhitung mulai 2020 sampai dengan 2024. Adapun eselon yang bertanggung jawab langsung kepada Menteri Keuangan dan Unit Organisasi Eselon II yang berkedudukan di Kantor Pusat di lingkungan Kementerian Keuangan harus menyusun strategis Tahun 2020-2024. “Kementerian Keuangan berupaya mewujudkan pengelolaan SDM yang optimal untuk mewujudkan SDM yang adaptif dan technology savy,” katanya.

Berdasarkan regulasi itu, Menteri Keuangan menerapkan kebijakan minus growth mulai 2020. Salah satunya pelaksanaan moratorium rekrutmen CPNS umum dan lulusan PKN STAN pada tahun 2020-2024.

Sedangkan proyeksi pegawai keluar dihitung melalui prediksi pegawai yang memasuki batas usia pensiun (BUP) dan pegawai keluar non pensiun sampai dengan 5 (lima) tahun ke depan. Nantinya, jumlah prediksi pegawai BUP berdasarkan pada data per Januari 2020. Pemenuhan pegawai baru pada 2020 berasal dari rekrutmen umum tahun 2019. dja, ins, ndo

baca juga :

Arek Suroboyo di Balik Temuan Sinar X dari Uranus

2021, Bansos Anak Yatim Capai Rp 10,5 Miliar

Redaksi Global News

Jumlah Penerima Bantuan Sosial hingga 29 Juta Orang

Redaksi Global News